IHSG ditutup anjlok 3,78% ke 4.904,29 pada 3 November 2026, turun 192,54 poin dengan seluruh sektor melemah dan investor asing mencatat jual bersih Rp575 miliar. Penurunan berlanjut dari sesi I, ketika indeks sudah turun sekitar 2% ke 4.994, hingga penutupan.
Indeks sempat dibuka di 5.126 sebelum berbalik turun. Pada 4 November, IHSG dibuka melemah lagi 0,41% ke 4.884,16.

Bagaimana Pergerakan dari Sesi I ke Penutupan?
Pada sesi I, IHSG turun ke 4.994 dengan sektor infrastruktur dan energi memimpin penurunan. Tekanan meluas pada sesi II, ketika sektor bahan baku dan properti turun lebih dalam. Rincian sesi I dibahas di IHSG anjlok 2% sesi I 3 November 2026 ke 4.994.
Sektor Apa yang Paling Tertekan?

Sektor bahan baku anjlok 5,69%, disusul properti 5,16%, energi 4,29%, konsumen siklikal 3,13%, dan keuangan 3,09%. Penurunan sektor bahan baku dan energi terjadi setelah harga minyak anjlok lebih dari 7% pada 2 November dan sentimen komoditas melemah. Tidak ada satu pun sektor yang menguat.
Saham Apa yang Menekan Indeks?
BBRI, BBCA, BMRI, AMMN, dan ASII menjadi penekan utama karena bobotnya besar. Saham MKNT, CDIA, MAPI, CYBR, dan INTP juga termasuk penekan. Ketika saham berkapitalisasi besar turun bersamaan, IHSG bisa turun tajam meski penurunan per saham hanya beberapa persen.
Bagaimana Arus Dana Asing?
Asing mencatat jual bersih Rp575 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, jual bersih mencapai Rp756,98 miliar, sementara pasar negosiasi dan tunai mencatat beli bersih Rp184,99 miliar. Sehari sebelumnya, asing juga jual bersih Rp112 miliar, seperti dibahas di saham net buy asing 2 November 2026.
| Saham | Jual bersih asing (Rp miliar) |
|---|---|
| BBRI | 310,06 |
| ANTM | 94,10 |
| BUMI | 64,07 |
| TPIA | 62,39 |
Bagaimana Aktivitas Transaksi?
Nilai transaksi mencapai Rp10,22 triliun dengan volume 226,69 juta lot. Nilai transaksi yang tinggi saat indeks turun tajam menunjukkan tekanan jual yang luas, bukan sekadar pasar yang sepi. Cara membaca data ini ada di volume, nilai, dan frekuensi transaksi saham.
Mengapa IHSG Turun Tajam?
Beberapa faktor bertumpuk: aksi jual saham teknologi di Asia yang membuat KOSPI dan indeks Taiwan masing-masing turun 3,59%, harga komoditas yang melemah, kewaspadaan menjelang hasil pemilu sela AS, dan isu MSCI terkait pasar saham Indonesia. KSSK pada hari yang sama juga menyebut arus keluar dana dari pasar saham meningkat.
Bagaimana Level Teknikal IHSG?
Setelah menembus 5.000, level psikologis itu kini menjadi resistance terdekat, disusul 5.100. Support berada di sekitar 4.830, level terendah sesi awal 4 November, lalu 4.750. Penjelasan dasar level teknikal ada di support, resistance, dan moving average IHSG.
Bagaimana IHSG pada 4 November?
IHSG dibuka turun 0,41% ke 4.884,16 dan sempat melemah ke sekitar 4.830. Bursa Asia juga tertekan, dengan Nikkei turun sekitar 3% dan KOSPI 1,6%, setelah futures saham AS turun menyusul hasil awal pemilu sela AS.
Apa Arti bagi Investor?
Penurunan tajam sering diikuti volatilitas tinggi dalam beberapa hari. Investor jangka panjang bisa memanfaatkan pelemahan untuk mengakumulasi saham berfundamental kuat secara bertahap, sementara trader perlu mengurangi ukuran posisi dan disiplin dengan stop.
Bagaimana Perbandingan dengan Penurunan Sebelumnya?
Penurunan 3,78% ini lebih dalam dibanding anjloknya IHSG 3,49% pada 29 Oktober. Dalam sepekan terakhir, IHSG beberapa kali turun lebih dari 3% dalam sehari, menunjukkan volatilitas yang sangat tinggi. Penurunan 29 Oktober dibahas di IHSG 29 Oktober 2026 anjlok 3,49% ke 5.098.
Bagaimana Saham Bank Besar?
Saham bank besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI menjadi penekan utama karena bobotnya besar dan menjadi pilihan utama investor asing. Ketika asing menjual, saham-saham ini paling dulu terdampak. Kinerja fundamental bank yang masih tumbuh tidak cukup menahan tekanan jual dalam jangka pendek.
Bagaimana Saham Komoditas?
Saham tambang dan energi tertekan setelah harga minyak anjlok lebih dari 7% pada 2 November dan logam industri melemah. ANTM, BUMI, dan TPIA termasuk saham yang banyak dijual asing. Sektor bahan baku turun paling dalam, 5,69%, meski sehari sebelumnya sempat memimpin kenaikan.
Bagaimana Peran Isu MSCI?
Kekhawatiran terkait penilaian MSCI terhadap pasar saham Indonesia membuat sebagian investor global mengurangi eksposur. Perubahan bobot dalam indeks global bisa memicu penjualan oleh dana pasif yang mengikuti indeks tersebut. Otoritas pasar modal telah mengambil beberapa langkah untuk merespons isu ini.
Agenda Berikutnya
- Arus dana asing harian.
- Data ADP, ISM jasa, dan nonfarm payrolls AS.
- Keputusan Bank of England pada 5 November.
- Rilis PDB kuartal III Indonesia.
Data resmi tersedia di Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi investasi. Investasi saham mengandung risiko.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa penutupan IHSG pada 3 November 2026?
4.904,29, turun 3,78% atau 192,54 poin.
Sektor apa yang turun paling dalam?
Bahan baku, turun 5,69%.
Berapa jual bersih asing?
Rp575 miliar di seluruh pasar.
Saham apa yang paling banyak dijual asing?
BBRI, dengan jual bersih Rp310,06 miliar.
Berapa IHSG dibuka pada 4 November 2026?
4.884,16, turun 0,41%.


