Laporan keuangan Apple Q4 2026 menunjukkan pendapatan US$114,5 miliar, naik 12% secara tahunan, dengan laba per saham US$2,10 di atas perkiraan sekitar US$1,85. Pendapatan iPhone naik 17% ke US$57,6 miliar dan Mac naik 24% ke US$10,8 miliar. Kuartal ini berakhir pada September 2026 dan merupakan kuartal IV tahun fiskal Apple.
Laba bersih sekitar US$30,7 miliar. Saham Apple turun sekitar 1,8% pada sesi reguler sebelum laporan dirilis, seiring pelemahan saham teknologi.

Bagaimana Kinerja per Segmen?
| Segmen | Pendapatan (US$ miliar) | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| iPhone | 57,6 | +17% |
| Layanan | 31,6 | +10% (rekor) |
| Mac | 10,8 | +24% |
| Wearables, Home, Aksesori | 8,3 | −8% |
| iPad | 6,2 | −10% |
iPhone tetap menjadi penyumbang terbesar dengan sekitar separuh pendapatan. Layanan mencatat rekor dan memiliki margin lebih tinggi dibanding perangkat keras.
Mengapa iPhone Tumbuh Kuat?

Pertumbuhan iPhone didorong peluncuran model baru pada September dan permintaan yang kuat di Tiongkok Raya, yang pendapatannya naik 21%. Kenaikan ini penting karena Tiongkok sebelumnya menjadi pasar yang sulit bagi Apple akibat persaingan dengan produsen lokal. Mac juga tumbuh tinggi berkat produk baru dengan chip terbaru.
Bagaimana Margin Apple?
Margin kotor tercatat 47,9%, tinggi untuk perusahaan perangkat keras. Margin ini didukung porsi layanan yang terus naik. Namun, Apple memperkirakan margin kotor kuartal Desember sebesar 45–46%, lebih rendah karena biaya komponen seperti memori meningkat dan bauran produk berubah.
Apa Panduan untuk Kuartal Desember?
Apple memperkirakan pendapatan kuartal Desember tumbuh 7–10%, pendapatan layanan naik 8–9%, dan biaya operasional US$20,4–20,8 miliar. Kuartal Desember biasanya menjadi kuartal terbesar Apple karena musim belanja akhir tahun. Panduan ini akan menjadi fokus investor dalam menilai prospek saham.
Siapa CEO Apple Sekarang?
John Ternus menjabat CEO Apple sejak 1 September 2026, menggantikan Tim Cook. Ini laporan keuangan penuh pertama di bawah kepemimpinannya. Investor memperhatikan arah strategi baru, termasuk pengembangan kecerdasan buatan dan produk perangkat keras berikutnya.
Bagaimana Dampaknya ke Pasar Saham?
Apple merupakan salah satu saham dengan bobot terbesar di S&P 500 dan Nasdaq. Kinerja Apple memengaruhi arah indeks secara keseluruhan. Pada 2 November, S&P 500 turun 0,51% dan Nasdaq turun sekitar 1,07% karena saham teknologi tertekan. Pengaruh indeks global terhadap IHSG dibahas di indeks saham global dan pengaruhnya ke IHSG.
Bagaimana Kinerja Layanan Apple?
Pendapatan layanan naik 10% ke rekor US$31,6 miliar. Layanan mencakup App Store, iCloud, Apple Music, Apple TV+, dan pembayaran. Segmen ini penting karena marginnya jauh lebih tinggi dari perangkat keras dan pendapatannya lebih stabil. Apple memperkirakan layanan tumbuh 8–9% pada kuartal Desember.
Mengapa iPad dan Wearables Turun?
Pendapatan iPad turun 10% ke US$6,2 miliar dan wearables turun 8% ke US$8,3 miliar. Penurunan iPad sebagian disebabkan perbandingan dengan kuartal tahun lalu yang tinggi akibat peluncuran produk baru. Wearables, yang mencakup Apple Watch dan AirPods, menghadapi pasar yang semakin jenuh dan persaingan yang ketat.
Bagaimana Pengaruh Biaya Memori?
Harga chip memori naik tajam karena permintaan besar dari pusat data kecerdasan buatan. Kenaikan ini menambah biaya produksi perangkat seperti iPhone dan Mac. Karena itu, Apple memperkirakan margin kotor turun ke 45–46% pada kuartal Desember dari 47,9%. Investor akan memantau apakah Apple menaikkan harga produk atau menyerap kenaikan biaya.
Bagaimana Saham Teknologi Lain Bergerak?
Pada 2 November, Oracle turun sekitar 4–5% setelah mengumumkan penjualan saham dan obligasi masing-masing US$10 miliar. Marvell turun 5,2% setelah tawaran akuisisi Lumentum, dan Lumentum turun 9,6%. Sebaliknya, Amazon naik sekitar 4%. Pergerakan beragam ini menunjukkan investor semakin selektif terhadap saham teknologi.
Bagaimana Apple Mengembalikan Dana ke Pemegang Saham?
Apple dikenal rutin membagikan dividen dan melakukan pembelian kembali saham dalam jumlah besar. Program ini mengurangi jumlah saham beredar, sehingga laba per saham naik meski laba bersih tumbuh lebih lambat. Bagi investor, pembelian kembali saham menjadi salah satu alasan saham Apple relatif stabil dibanding saham teknologi lain.
Apa Risiko bagi Apple?
Risiko utama meliputi ketergantungan pada iPhone, persaingan di Tiongkok, kenaikan biaya komponen, dan kebijakan dagang AS. Selain itu, investor memperhatikan perkembangan kecerdasan buatan Apple dibanding pesaing. Regulasi terhadap App Store di berbagai negara juga bisa memengaruhi pendapatan layanan yang selama ini menjadi penopang margin.
Bagaimana Investor Indonesia Bisa Memantau?
Investor Indonesia dapat memantau saham Apple melalui platform investasi saham AS yang diawasi otoritas. Kinerja Apple juga memengaruhi sentimen saham teknologi global, yang merambat ke bursa Asia seperti Korea dan Taiwan. Penurunan Wall Street akhir Oktober dibahas di Wall Street 30 Oktober 2026. Reaksi bursa Indonesia dibahas di IHSG anjlok 2% sesi I 3 November 2026.
Laporan resmi tersedia di Apple Investor Relations dan dokumen keuangan di SEC EDGAR.
Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi investasi. Investasi saham mengandung risiko.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa margin kotor Apple?
47,9% pada kuartal IV fiskal 2026, dengan panduan 45–46% untuk kuartal Desember.
Berapa pendapatan Apple kuartal IV fiskal 2026?
US$114,5 miliar, naik 12% secara tahunan.
Berapa laba per saham Apple?
US$2,10, di atas perkiraan sekitar US$1,85.
Berapa pertumbuhan iPhone?
Naik 17% ke US$57,6 miliar.
Apa panduan Apple untuk kuartal Desember?
Pendapatan tumbuh 7–10% dan margin kotor 45–46%.
Siapa CEO Apple saat ini?
John Ternus, menjabat sejak 1 September 2026.


