IHSG anjlok 2% pada sesi I 3 November 2026 ke 4.994,43 pukul 11.02 WIB, setelah sempat menguat ke 5.143,58 pada awal perdagangan. Indeks sempat menyentuh level terendah 4.993,20 dan kembali di bawah 5.000. Nilai transaksi sesi I mencapai sekitar Rp3,92 triliun.
Penurunan dipimpin sektor infrastruktur sekitar 3,1%, bahan baku 2,8%, dan energi 2,7%. Saham TLKM, BBRI, ASII, BRPT, dan BRMS menjadi penekan utama.

Apa yang Terjadi pada 2 November?
Pada 2 November, IHSG ditutup naik 39,78 poin atau 0,79% ke 5.096,83. Nilai transaksi sekitar Rp12,4 triliun dengan volume 35,35 miliar saham dan frekuensi 1,45 juta kali. Sebanyak 315 saham naik, 285 turun, dan 118 stagnan. Sektor bahan baku naik 2,12%, energi 1,53%, dan infrastruktur 1,40%. Hari itu juga menjadi hari pertama saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dikeluarkan dari perhitungan IHSG.
Mengapa IHSG Berbalik Turun?

Beberapa faktor bertemu pada 3 November. Bursa Korea anjlok sekitar 3,7% karena aksi jual saham teknologi, yuan melemah setelah kebijakan PBOC, dan pasar menunggu hasil pemilu sela AS. Harga minyak yang anjlok lebih dari 7% juga menekan saham energi dan bahan baku yang sehari sebelumnya memimpin kenaikan. Aksi ambil untung setelah kenaikan 2 November memperbesar tekanan.
Sektor Mana yang Paling Tertekan?
| Sektor | 2 Nov (penutupan) | 3 Nov (sesi I) |
|---|---|---|
| Infrastruktur | +1,40% | Sekitar −3,1% |
| Bahan baku | +2,12% | Sekitar −2,8% |
| Energi | +1,53% | Sekitar −2,7% |
| Kesehatan | −0,64% | Turun |
Sektor yang naik paling tinggi pada 2 November justru turun paling dalam pada 3 November. Pola ini menunjukkan aksi ambil untung. Pergerakan sektor dibahas lebih lanjut di rotasi sektor saham saat suku bunga naik.
Saham Apa yang Menekan Indeks?
TLKM, BBRI, dan ASII menjadi penekan karena bobotnya besar dalam indeks. BRPT dan BRMS juga turun setelah naik pada hari sebelumnya. Saham berkapitalisasi besar memiliki pengaruh besar terhadap IHSG, sehingga penurunan beberapa saham saja bisa menggerakkan indeks secara signifikan.
Bagaimana Peran Investor Asing?
Investor asing mencatat jual bersih Rp112,47 miliar pada 2 November. Di pasar reguler, jual bersih mencapai Rp375,54 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai tercatat beli bersih Rp263,07 miliar. Pola ini menunjukkan investor asing masih berhati-hati. Rincian saham yang dibeli asing dibahas di saham net buy asing 2 November 2026.
Apa Arti Kembali di Bawah 5.000?
Level 5.000 menjadi titik psikologis penting. Penembusan di bawah level ini bisa memicu aksi jual lanjutan dari investor yang memakai level tersebut sebagai acuan. Namun, jika IHSG mampu kembali di atas 5.000 pada penutupan, tekanan bisa mereda. Cara membaca jumlah saham naik dan turun dibahas di market breadth saham.
Apa Dampak Pengecualian Saham Konsentrasi Tinggi?
Mulai 2 November, saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi tidak lagi dihitung dalam IHSG. Kebijakan ini bertujuan membuat indeks lebih mencerminkan saham yang benar-benar diperdagangkan secara luas. Saham yang dikeluarkan dari perhitungan tidak lagi bisa menggerakkan indeks secara tajam, sehingga pergerakan IHSG lebih bergantung pada saham berkapitalisasi besar dengan kepemilikan publik yang luas.
Bagaimana Pengaruh Bursa Asia?
Bursa Korea anjlok sekitar 3,7% karena aksi jual saham teknologi dan semikonduktor setelah Wall Street melemah. Shanghai turun 0,7%, sementara Hang Seng naik 0,4% dan Jepang libur. Sentimen negatif di kawasan sering merambat ke IHSG melalui arus dana asing. Hubungan indeks global dan IHSG dijelaskan di indeks saham global dan pengaruhnya ke IHSG.
Bagaimana Pengaruh Pemilu AS?
Pemilu sela AS berlangsung pada 3 November waktu AS, dengan hasil mulai terlihat Rabu pagi WIB. Investor cenderung mengurangi risiko menjelang peristiwa besar seperti ini. Setelah hasil keluar, ketidakpastian berkurang dan pasar bisa bergerak lebih terarah. Risiko pasar seputar pemilu dibahas di pemilu sela AS 3 November 2026: risiko pasar.
Bagaimana Investor Ritel Menyikapinya?
Penurunan tajam dalam satu sesi bisa memicu kepanikan, tetapi investor jangka panjang sebaiknya fokus pada fundamental emiten. Hindari menjual hanya karena indeks turun, dan hindari membeli terburu-buru tanpa analisis. Membagi pembelian secara bertahap dan menjaga porsi dana tunai membantu mengurangi risiko saat pasar bergejolak.
Bagaimana Peran Saham Telekomunikasi?
TLKM menjadi salah satu penekan terbesar karena bobotnya besar di indeks dan sektor infrastruktur. Saham telekomunikasi sering dipegang investor asing sebagai saham defensif. Ketika asing mengurangi risiko di pasar Asia, saham besar dan likuid seperti TLKM biasanya menjadi yang pertama dijual karena mudah diperdagangkan dalam jumlah besar.
Apa yang Perlu Dipantau?
- Penutupan IHSG pada sesi II dan posisi terhadap 5.000.
- Hasil pemilu sela AS mulai Rabu pagi WIB.
- Arus dana asing harian.
- Data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III pada pekan ini.
Data resmi tersedia di Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi investasi. Investasi saham mengandung risiko.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa IHSG pada sesi I 3 November 2026?
Sekitar 4.994,43 pukul 11.02 WIB, turun 2,01%.
Sektor apa yang paling tertekan?
Infrastruktur sekitar −3,1%, bahan baku −2,8%, dan energi −2,7%.
Saham apa yang menekan IHSG?
TLKM, BBRI, ASII, BRPT, dan BRMS.
Berapa penutupan IHSG pada 2 November 2026?
5.096,83, naik 0,79%.
Mengapa IHSG berbalik turun?
Karena bursa Korea anjlok, yuan melemah, minyak turun, dan ambil untung menjelang pemilu AS.


