KSSK pada 3 November 2026 menyatakan stabilitas sistem keuangan kuartal III 2026 tetap terjaga, tetapi tekanan meningkat sejak Oktober akibat eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi global, dan pengetatan kebijakan moneter di sejumlah negara. Pernyataan disampaikan dalam konferensi pers rapat berkala, pada hari yang sama ketika IHSG anjlok 3,78% ke 4.904,29.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara selaku Ketua KSSK menyebut stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama kuartal III tetap terjaga dengan baik.

Apa Itu KSSK?
Komite Stabilitas Sistem Keuangan terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Komite ini memantau dan memelihara stabilitas sistem keuangan serta menangani krisis jika terjadi. Rapat berkala diadakan setiap kuartal dan hasilnya diumumkan kepada publik.
Apa Poin Penting Pernyataan KSSK?

KSSK menilai ekonomi domestik tetap tangguh dengan pertumbuhan solid dan intermediasi keuangan terjaga. Namun, sejak Oktober tekanan meningkat. Di dalam negeri, likuiditas disebut mengetat. KSSK juga mencatat pengumuman MSCI terkait kondisi pasar saham ikut memengaruhi perekonomian dan arus keluar dana dari pasar saham meningkat.
| Aspek | Penilaian KSSK |
|---|---|
| Stabilitas kuartal III | Terjaga |
| Tekanan sejak Oktober | Meningkat |
| Penyebab global | Geopolitik, energi, moneter ketat |
| Penyebab domestik | Likuiditas ketat, arus keluar saham |
Mengapa Tekanan Meningkat?
Konflik di Timur Tengah mendorong harga energi naik sepanjang Oktober, dengan harga minyak acuan Indonesia September mencapai US$112,81 per barel. Sejumlah bank sentral memperketat kebijakan, termasuk RBA yang menaikkan suku bunga ke 4,85% pada 3 November. Peluang kenaikan Fed pada Desember sekitar 78%. Kondisi ini mendorong dana keluar dari negara berkembang. Beban subsidi dibahas di ICP September 2026 US$112,81 dan subsidi energi APBN.
Bagaimana Kondisi Rupiah?
Rupiah ditutup Rp18.160 per dolar pada 3 November, dekat rekor penutupan terlemah Rp18.175 pada 28 Oktober, lalu dibuka menguat ke Rp18.132 pada 4 November. Bank Indonesia terus hadir di pasar melalui intervensi spot, DNDF, dan pembelian SBN untuk meredam volatilitas.
Apa Arti Likuiditas Mengetat?
Likuiditas mengetat berarti dana yang tersedia di sistem perbankan berkurang relatif terhadap kebutuhan. Akibatnya, bank bisa lebih selektif menyalurkan kredit dan suku bunga pinjaman sulit turun. Bank Indonesia sebelumnya memangkas giro wajib minimum untuk menambah likuiditas, seperti dibahas di BI pangkas giro wajib minimum ke 7%.
Bagaimana Kondisi Pasar Saham?
IHSG anjlok 3,78% pada hari rapat, dengan investor asing mencatat jual bersih Rp575 miliar. Isu MSCI menjadi salah satu pemicu kekhawatiran investor global. Pengecualian saham tertentu dari perhitungan IHSG sejak 2 November merupakan salah satu respons otoritas pasar modal.
Apa Artinya bagi Penabung?
Simpanan di bank tetap dijamin LPS hingga batas yang berlaku, dengan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Masyarakat tidak perlu panik memindahkan simpanan selama berada di bank yang dijamin dan bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan.
Apa Langkah Otoritas Berikutnya?
KSSK menyatakan akan melakukan asesmen berwawasan ke depan dan memperkuat koordinasi untuk memitigasi rambatan risiko global. Bank Indonesia akan menggelar RDG pada 17–18 November, setelah menahan BI Rate di 5,75% pada Oktober. Keputusan sebelumnya dibahas di BI tahan BI Rate 5,75%.
Bagaimana Kondisi Perbankan?
Kredit perbankan tercatat tumbuh 13,26% pada September 2026, menunjukkan intermediasi berjalan. Namun, likuiditas yang mengetat bisa membuat pertumbuhan kredit melambat pada kuartal IV jika dana pihak ketiga tidak tumbuh seimbang.
Bagaimana Peran Fiskal?
Pemerintah mengelola APBN di tengah beban subsidi energi yang tinggi akibat harga minyak di atas US$100 per barel. Harga minyak yang mulai turun ke kisaran US$103 pada awal November bisa sedikit mengurangi beban tersebut jika bertahan. Stabilitas fiskal menjadi salah satu pilar penilaian KSSK.
Bagaimana Masyarakat Menyikapi?
Masyarakat sebaiknya tetap tenang dan fokus pada pengelolaan keuangan pribadi: menjaga dana darurat, menghindari utang konsumtif, dan tidak mengambil keputusan investasi karena panik. Informasi resmi dari lembaga KSSK lebih dapat dipercaya dibanding kabar yang beredar di media sosial.
Bagaimana Koridor Suku Bunga BI?
Bank Indonesia mengelola likuiditas melalui koridor suku bunga, yaitu deposit facility dan lending facility di sekitar BI Rate. Saat likuiditas mengetat, operasi moneter BI menjadi penting untuk menjaga suku bunga pasar uang tetap stabil. Penjelasannya ada di koridor suku bunga BI.
Bagaimana Peran LPS?
LPS menjamin simpanan nasabah bank hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, selama bunga simpanan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan. LPS juga berperan dalam penanganan bank bermasalah. Kehadiran penjaminan ini membantu menjaga kepercayaan masyarakat saat tekanan pasar meningkat.
Apa yang Perlu Dipantau?
- RDG Bank Indonesia pada 17–18 November.
- Rilis PDB kuartal III Indonesia.
- Arus dana asing di pasar saham dan SBN.
- Perkembangan harga energi dan konflik Timur Tengah.
Informasi resmi tersedia di Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan.
Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi investasi. Investasi saham mengandung risiko.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa kesimpulan KSSK pada 3 November 2026?
Stabilitas sistem keuangan kuartal III terjaga, tetapi tekanan meningkat sejak Oktober.
Apa penyebab tekanan menurut KSSK?
Konflik geopolitik, harga energi tinggi, pengetatan moneter global, likuiditas domestik mengetat, dan arus keluar dana dari saham.
Lembaga apa saja anggota KSSK?
Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS.
Siapa Ketua KSSK?
Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Kapan RDG Bank Indonesia berikutnya?
17–18 November 2026.


