Bank Indonesia (BI) menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah sebagai bagian dari bauran kebijakan RDG 20–21 Oktober 2026. Pemangkasan dilakukan dalam dua tahap hingga akhir tahun.
Langkah ini menambah likuiditas di sistem perbankan, sehingga bank memiliki lebih banyak dana untuk disalurkan sebagai kredit.
Jadwal Pemangkasan GWM
| Jenis bank | Sebelumnya | 1 November 2026 | 1 Desember 2026 |
|---|---|---|---|
| Bank umum konvensional | 9% | 8% | 7% |
| Bank umum syariah & unit usaha syariah | 7,5% | 6,5% | 5,5% |
Secara total, GWM bank konvensional turun 2 poin persentase, demikian pula untuk bank syariah.
Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM)
Selain pemangkasan GWM, BI menetapkan KLM sebesar 5% mulai 1 Desember 2026:
- Hingga 3% dari dana pihak ketiga (DPK) untuk penyaluran kredit atau pembiayaan.
- Hingga 2% dari DPK untuk pendalaman pasar uang.
Insentif juga diperluas untuk kredit ke sektor yang mendukung penciptaan lapangan kerja.
Mengapa Likuiditas Bertambah?
GWM adalah porsi dana pihak ketiga yang wajib disimpan bank di BI. Ketika GWM turun, dana yang sebelumnya “terkunci” di BI bisa digunakan bank untuk kredit, penempatan di pasar uang, atau pembelian surat berharga. Penjelasan konsepnya ada di apa itu Giro Wajib Minimum.
Sebagai gambaran sederhana, untuk setiap Rp100 triliun DPK, pemangkasan GWM 2 poin persentase membebaskan sekitar Rp2 triliun likuiditas.
Tujuan Kebijakan
- Mendorong kredit agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di tengah suku bunga global yang tinggi.
- Menjaga kecukupan likuiditas rupiah di perbankan, terutama saat tekanan arus modal keluar.
- Mendukung pendalaman pasar uang, sehingga transmisi kebijakan moneter lebih efektif.
Pelonggaran Likuiditas di Tengah Rupiah Lemah
Kebijakan ini menarik karena dilakukan saat rupiah tertekan di kisaran Rp18.000 per dolar AS. Biasanya, pelonggaran likuiditas berisiko menambah tekanan pada mata uang. BI mengimbanginya dengan:
- Kenaikan suku bunga Deposit Facility ke 5,00%, sehingga bank lebih tertarik menempatkan kelebihan dana di BI daripada membeli valas.
- Insentif DNDF untuk menarik aliran modal asing.
Bauran lengkapnya dibahas di BI tahan BI-Rate 5,75%.
Dampak ke Perbankan dan Pasar Saham
Saham bank BUMN merespons positif pada perdagangan 22 Oktober, dengan BMRI, BBNI, dan BBRI menguat. Analisisnya ada di saham bank BUMN menguat usai GWM dipangkas.
Namun dampak akhirnya bergantung pada permintaan kredit. Jika dunia usaha menahan ekspansi karena ketidakpastian, tambahan likuiditas bisa lebih banyak mengendap di instrumen pasar uang daripada menjadi kredit.
Yang Perlu Dipantau
- Pertumbuhan kredit bulanan perbankan.
- Suku bunga pasar uang antarbank, yang mencerminkan kondisi likuiditas.
- Stabilitas rupiah setelah pelonggaran berlaku efektif pada November dan Desember.
Ketentuan GWM resmi dapat dibaca di situs Bank Indonesia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa GWM rupiah setelah dipangkas?
GWM rupiah bank konvensional turun dari 9% menjadi 8% mulai 1 November 2026 dan 7% mulai 1 Desember 2026. Bank syariah turun dari 7,5% menjadi 5,5% secara bertahap.
Apa tujuan BI memangkas GWM?
Tujuannya menambah likuiditas perbankan untuk mendorong penyaluran kredit, menjaga kecukupan likuiditas rupiah, dan mendukung pendalaman pasar uang.
Apa itu KLM Bank Indonesia?
KLM atau Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial adalah insentif berupa pelonggaran kewajiban giro bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor tertentu. KLM ditetapkan 5% mulai 1 Desember 2026.


