Sydney Tokyo London New York
Ekonomi & Politik

Koridor Suku Bunga BI: Apa Itu Deposit Facility dan Lending Facility serta Fungsinya

Selain BI-Rate, Bank Indonesia memiliki dua suku bunga lain yang membentuk koridor: Deposit Facility dan Lending Facility. Begini cara kerjanya.

Koridor Suku Bunga BI: Apa Itu Deposit Facility dan Lending Facility serta Fungsinya

Setiap bulan, berita kebijakan Bank Indonesia (BI) menyebut tiga angka suku bunga: BI-Rate, Deposit Facility (DF), dan Lending Facility (LF). Ketiganya membentuk apa yang disebut koridor suku bunga.

Pada RDG Oktober 2026, BI menahan BI-Rate di 5,75% tetapi menaikkan DF dari 4,75% menjadi 5,00%. Apa artinya?

Fakta kunci: Koridor Suku Bunga BI: Apa Itu Deposit Facility dan Lending Facility serta Fungsinya
Koridor suku bunga Bank Indonesia per Oktober 2026.

Tiga Suku Bunga dalam Koridor

Komponen Oktober 2026 Fungsi
Lending Facility 6,50% Batas atas: bunga pinjaman overnight dari BI ke bank
BI-Rate 5,75% Suku bunga acuan kebijakan moneter
Deposit Facility 5,00% Batas bawah: bunga simpanan overnight bank di BI

Deposit Facility adalah fasilitas bagi bank untuk menempatkan kelebihan likuiditas di BI dalam jangka sangat pendek (overnight). BI memberi bunga sebesar suku bunga DF.

Lending Facility adalah fasilitas bagi bank untuk meminjam dana dari BI dalam jangka sangat pendek ketika kekurangan likuiditas, dengan bunga sebesar suku bunga LF.

Mengapa Disebut Koridor?

Suku bunga pasar uang antarbank (PUAB) overnight cenderung bergerak di antara DF dan LF:

  • Bank tidak akan meminjamkan dana ke bank lain dengan bunga di bawah DF, karena lebih menguntungkan menyimpannya di BI.
  • Bank tidak akan meminjam dari bank lain dengan bunga di atas LF, karena lebih murah meminjam dari BI.

Dengan demikian, DF menjadi batas bawah dan LF menjadi batas atas bagi suku bunga pasar uang jangka pendek.

Arti Kenaikan Deposit Facility

Kenaikan DF dari 4,75% ke 5,00% membuat:

  1. Koridor menyempit dan simetris. Sebelumnya, DF berada 100 basis poin di bawah BI-Rate, sedangkan LF 75 basis poin di atasnya. Kini keduanya berjarak 75 basis poin.
  2. Batas bawah suku bunga pasar uang naik. Bank memperoleh imbal hasil lebih tinggi saat menempatkan dana di BI.
  3. Insentif menyimpan rupiah meningkat. Bank lebih tertarik memarkir kelebihan rupiah di BI daripada membeli valas, sehingga membantu stabilitas rupiah.

Langkah ini memberi efek pengetatan terbatas pada pasar uang tanpa menaikkan BI-Rate, yang memengaruhi bunga kredit secara lebih luas. Konteks keputusannya dibahas di BI tahan BI-Rate 5,75%.

Hubungan dengan Kebijakan Lain

Pada saat yang sama, BI memangkas Giro Wajib Minimum, yang menambah likuiditas. Kombinasi DF lebih tinggi dan GWM lebih rendah dapat dibaca sebagai upaya menambah likuiditas sambil menjaga suku bunga pasar uang tidak turun terlalu dalam. Penjelasan GWM ada di apa itu Giro Wajib Minimum.

Koridor di Bank Sentral Lain

Banyak bank sentral menggunakan sistem serupa. ECB, misalnya, memiliki suku bunga deposito (deposit facility rate), suku bunga operasi refinancing utama, dan suku bunga fasilitas pinjaman marginal. Saat ini, ECB menjadikan suku bunga deposito 2,50% sebagai acuan utama kebijakannya, seperti disinggung di EUR/USD jelang ECB.

Penjelasan resmi kerangka operasi moneter tersedia di situs Bank Indonesia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu Deposit Facility BI?

Deposit Facility adalah fasilitas bagi bank untuk menempatkan kelebihan likuiditas di Bank Indonesia secara overnight dengan bunga tertentu. Pada Oktober 2026, suku bunganya 5,00%.

Apa itu Lending Facility BI?

Lending Facility adalah fasilitas bagi bank untuk meminjam dana dari Bank Indonesia secara overnight saat kekurangan likuiditas. Pada Oktober 2026, suku bunganya 6,50%.

Apa arti kenaikan Deposit Facility?

Kenaikan Deposit Facility menaikkan batas bawah suku bunga pasar uang dan meningkatkan insentif bank menyimpan rupiah di BI, sehingga membantu stabilitas rupiah tanpa menaikkan BI-Rate.