Sydney Tokyo London New York
Pasar Forex

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS Usai BI Tahan BI-Rate 5,75%

Rupiah kembali melewati Rp18.000 per dolar AS setelah Bank Indonesia menahan BI-Rate dan hanya menaikkan Deposit Facility. Ini rincian pergerakan dan level yang dipantau.

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS Usai BI Tahan BI-Rate 5,75%

Rupiah kembali melemah melewati Rp18.000 per dolar AS. Pada pembukaan perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, rupiah berada di Rp18.022 per dolar AS, turun 0,17% dibanding penutupan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi sehari setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan BI-Rate di 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur 20–21 Oktober 2026.

Di sejumlah laporan pasar, rupiah bergerak di kisaran Rp18.033 hingga Rp18.052 pada pagi hingga siang hari, menandakan tekanan yang belum mereda.

Fakta kunci: Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS Usai BI Tahan BI-Rate 5,75%
Data pembukaan rupiah 22 Oktober 2026 dan kisaran analis.

Pasar Menanti Lebih dari Sekadar Menahan Suku Bunga

Sebagian pelaku pasar sempat berharap BI menaikkan suku bunga untuk menopang rupiah. Sebelum rapat, sebagian ekonom memproyeksikan kenaikan BI-Rate ke 6%. Namun BI memilih menahan BI-Rate dan menaikkan suku bunga Deposit Facility dari 4,75% menjadi 5,00%, sementara Lending Facility tetap 6,50%.

Lukman Leong, analis Doo Financial Futures, menilai pasar merespons keputusan BI yang mempertahankan suku bunga, meski tekanan di pasar saham domestik yang mereda ikut membatasi pelemahan rupiah. Penjelasan lengkap kebijakan BI ada di BI tahan BI-Rate 5,75% dan naikkan Deposit Facility.

Faktor Eksternal: Dolar AS dan Harga Minyak

Tekanan terhadap rupiah juga datang dari luar negeri:

  • Suku bunga AS tinggi. The Fed menaikkan Fed Funds Rate ke 3,75%–4,00% pada September 2026, dan pasar memperkirakan kenaikan lanjutan paling lambat Desember. Imbal hasil US Treasury 10 tahun bertahan di atas 5%.
  • Harga minyak dekat US$110 per barel untuk Brent. Sebagai negara pengimpor minyak, Indonesia membutuhkan lebih banyak dolar untuk membayar impor energi. Rinciannya di harga minyak Brent dekat US$110.
  • Arus keluar dana asing dari pasar saham dan obligasi, yang sebelumnya juga disorot di rupiah rentan akibat arus keluar asing.

Mata Uang Asia Bergerak Beragam

Rupiah tidak melemah sendirian, tetapi tekanannya termasuk yang lebih besar di kawasan. Pada pembukaan 22 Oktober:

Mata uangPerubahan
Dolar Taiwan−0,27%
Rupiah−0,17%
Peso Filipina−0,05%
Ringgit Malaysia−0,02%
Won Korea+0,11%
Rupee India+0,48%

Level yang Dipantau

Ibrahim Assuaibi, Direktur Traze Andalan Futures, memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dan cenderung melemah di rentang Rp18.020–Rp18.070 pada hari ini, dengan kisaran mingguan Rp17.850–Rp18.200.

Level psikologis Rp18.000 menjadi penanda penting. Jika rupiah mampu kembali di bawah level ini secara konsisten, tekanan dapat dianggap mereda. Sebaliknya, penembusan di atas Rp18.200 membuka ruang pelemahan lanjutan.

Langkah Stabilisasi BI

BI menegaskan akan terus melakukan intervensi di pasar valas melalui transaksi spot, DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), serta NDF di pasar luar negeri. BI juga menaikkan insentif lindung nilai DNDF untuk menarik aliran modal asing. Cara kerja intervensi semacam ini dijelaskan di intervensi valas bank sentral.

Agenda Berikutnya

Pekan depan menjadi periode padat bagi pasar valas: keputusan The Fed (27–28 Oktober), ECB (29 Oktober), dan Bank of Japan (30 Oktober). Panduan menghadapinya ada di pekan super bank sentral.

Kurs referensi resmi rupiah (JISDOR) dapat dipantau di situs Bank Indonesia.

Konten ini bersifat informasi dan edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual instrumen keuangan. Trading forex berisiko tinggi; pertimbangkan kemampuan finansial Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kurs rupiah hari ini, 22 Oktober 2026?

Rupiah dibuka di Rp18.022 per dolar AS pada 22 Oktober 2026, melemah 0,17%, lalu bergerak di kisaran Rp18.033–Rp18.052 pada pagi hingga siang hari.

Kenapa rupiah melemah setelah BI menahan suku bunga?

Sebagian pasar mengharapkan kenaikan BI-Rate untuk menopang rupiah, sementara tekanan eksternal seperti suku bunga AS tinggi, harga minyak dekat US$110, dan arus keluar dana asing masih kuat.

Berapa kisaran rupiah pekan ini menurut analis?

Ibrahim Assuaibi dari Traze Andalan Futures memperkirakan kisaran mingguan Rp17.850–Rp18.200 per dolar AS.