Amerika Serikat akan menggelar pemilu sela (midterm election) pada 3 November 2026. Pemilu ini memilih seluruh anggota DPR AS dan sekitar sepertiga anggota Senat, serta berbagai jabatan di tingkat negara bagian.
Meski tidak memilih presiden, hasilnya dapat mengubah peta politik di Washington dan memengaruhi pasar keuangan global. Pemungutan suara awal sudah dibuka di lebih dari 40 negara bagian.
Apa yang Dipertaruhkan?
1. Kendali Kongres. Partai yang menguasai DPR dan Senat menentukan arah legislasi, termasuk anggaran, pajak, dan batas utang.
2. Nominasi pejabat The Fed. Senat berwenang mengonfirmasi calon gubernur The Fed yang diajukan presiden. Komposisi Senat yang baru, mulai Januari 2027, dapat memengaruhi peluang konfirmasi nominasi tersebut.
3. Arah kebijakan perdagangan dan fiskal. Kebijakan tarif dan belanja pemerintah memengaruhi inflasi, imbal hasil obligasi, dan dolar AS.
Gambaran Peluang Menurut Pasar Prediksi
Riset Danske Bank per 21 Oktober 2026 mengutip data pasar prediksi:
- Polymarket memberi peluang 62,5% bagi Partai Demokrat untuk menguasai kedua kamar Kongres, skenario yang dinilai paling mungkin.
- Peluang tersebut relatif tidak berubah sejak pertengahan Oktober.
Perlu dicatat, pasar prediksi bukan survei pemilih. Angka ini mencerminkan taruhan peserta pasar dan bisa berbeda dari hasil sebenarnya. Secara historis, partai presiden yang berkuasa cenderung kehilangan kursi dalam pemilu sela, meski tidak selalu.
Skenario Risiko Menurut Danske Bank
Danske Bank menyoroti sejumlah risiko ekor (tail risk) menjelang pemilu, dengan probabilitas menurut pasar prediksi Kalshi:
| Skenario | Peluang |
|---|---|
| Deklarasi darurat nasional sebelum hari pemilu | 13% |
| Deklarasi darurat nasional sebelum akhir 2026 | 29% |
| Penggunaan Insurrection Act sebelum akhir 2026 | 17% |
Danske menilai deklarasi darurat seperti itu tidak memberi presiden kewenangan atas penyelenggaraan pemilu, yang dijalankan di tingkat negara bagian. Danske juga membahas kemungkinan upaya pemberhentian Gubernur The Fed Lisa Cook sebelum Senat baru dilantik, tetapi tidak memperkirakan upaya itu berhasil sebelum Kongres baru bekerja.
Isu ini berkaitan dengan independensi bank sentral, yang dijelaskan di independensi bank sentral dan pasar.
Dampak yang Mungkin bagi Pasar
- Volatilitas jangka pendek biasanya meningkat menjelang dan sesaat setelah pemilu.
- Pemerintahan terbagi (presiden dan Kongres dikuasai partai berbeda) sering membatasi perubahan kebijakan besar. Sebagian investor melihatnya sebagai faktor stabilitas, sebagian lain khawatir terjadi kebuntuan anggaran.
- Dolar dan imbal hasil obligasi dapat bergerak mengikuti ekspektasi kebijakan fiskal dan tekanan terhadap The Fed.
- Aset aman seperti emas dapat diminati jika ketidakpastian meningkat. Lihat faktor penggerak harga emas.
Waktu yang Berdekatan dengan Agenda Besar
Pemilu sela berlangsung hanya enam hari setelah FOMC The Fed (27–28 Oktober) dan dua hari sebelum keputusan Bank of England (5 November). Kombinasi ini membuat awal November berpotensi sangat bergejolak, seperti dibahas di pekan super bank sentral.
Bagi Investor Indonesia
Dampak pemilu AS ke Indonesia biasanya datang melalui dolar AS, imbal hasil obligasi AS, dan sentimen risiko global. Jika ketidakpastian meningkat, dana asing cenderung keluar dari pasar berkembang, menekan rupiah dan IHSG.
Informasi resmi penyelenggaraan pemilu AS tersedia di U.S. Election Assistance Commission.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan pemilu sela AS 2026?
Pemilu sela AS digelar pada 3 November 2026, dengan pemungutan suara awal sudah dibuka di lebih dari 40 negara bagian.
Apa yang dipilih dalam pemilu sela AS?
Pemilu sela memilih seluruh anggota DPR AS, sekitar sepertiga anggota Senat, serta berbagai jabatan di tingkat negara bagian.
Bagaimana pemilu sela AS memengaruhi pasar?
Hasilnya dapat memengaruhi kebijakan fiskal, perdagangan, dan nominasi pejabat The Fed, sehingga berdampak pada dolar AS, imbal hasil obligasi, dan sentimen risiko global.


