Sydney Tokyo London New York
Indeks & Saham

Saham Net Buy Asing 2 November 2026: TPIA, BUMI, PTRO Teratas meski Asing Jual Bersih Rp112 Miliar

Meski secara total menjual, investor asing tetap membeli sejumlah saham pada 2 November 2026. Ini daftar 10 saham net buy asing terbesar dan cara membacanya.

Saham Net Buy Asing 2 November 2026: TPIA, BUMI, PTRO Teratas meski Asing Jual Bersih Rp112 Miliar

Saham net buy asing 2 November 2026 dipimpin TPIA sebesar Rp47,65 miliar, disusul BUMI Rp46,75 miliar dan PTRO Rp38,87 miliar, meski secara total investor asing mencatat jual bersih Rp112,47 miliar. Di pasar reguler, asing menjual bersih Rp375,54 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai tercatat beli bersih Rp263,07 miliar.

IHSG sendiri ditutup naik 0,79% ke 5.096,83 pada hari itu, didukung sektor bahan baku dan energi.

Fakta kunci: Saham Net Buy Asing 2 November 2026: TPIA, BUMI, PTRO Teratas meski Asing Jual Bersih Rp112 Miliar
10 saham dengan net buy asing terbesar, 2 November 2026.

Daftar 10 Saham Net Buy Asing Terbesar

NoSahamNet buy (Rp miliar)
1TPIA47,65
2BUMI46,75
3PTRO38,87
4BRMS32,15
5BBRI31,40
6EMAS25,11
7CUAN22,48
8DEWA21,63
9DSSA19,88
10ASII17,62

Mengapa Asing Jual Bersih tetapi Membeli Saham Tertentu?

Komposisi transaksi investor asing per pasar 2 November 2026
Transaksi asing di pasar reguler dan negosiasi.

Jual bersih total menunjukkan arah umum, tetapi investor asing tetap selektif. Mereka bisa mengurangi kepemilikan di saham tertentu sambil menambah di saham lain yang dinilai menarik. Pada 2 November, pembelian terkonsentrasi di saham bahan baku, energi, dan tambang, sejalan dengan sektor yang memimpin kenaikan IHSG. Data sebelumnya bisa dibandingkan di saham net buy asing 30 Oktober 2026.

Apa Beda Pasar Reguler dan Negosiasi?

Pasar reguler adalah tempat transaksi saham sehari-hari dengan mekanisme lelang terbuka. Pasar negosiasi dipakai untuk transaksi dalam jumlah besar yang disepakati langsung antara pembeli dan penjual, sering kali untuk tujuan tertentu seperti pengalihan kepemilikan. Karena itu, pasar reguler lebih mencerminkan minat harian investor. Jual bersih Rp375,54 miliar di pasar reguler menunjukkan tekanan jual yang lebih besar dibanding angka total.

Mengapa BBRI Masuk Daftar Beli?

BBRI sebelumnya sering masuk daftar jual bersih asing. Pada 2 November, BBRI dibeli bersih Rp31,40 miliar. Namun, pada 3 November, BBRI menjadi salah satu penekan IHSG saat indeks turun sekitar 2% pada sesi I. Ini menunjukkan arus asing harian bisa berubah cepat dan tidak selalu menentukan arah harga keesokan harinya.

Bagaimana Membaca Data Net Buy?

Net buy asing berguna sebagai petunjuk minat investor institusi global, tetapi tidak bisa dijadikan satu-satunya dasar keputusan. Data satu hari bisa dipengaruhi transaksi besar tertentu. Yang lebih berguna adalah melihat tren selama beberapa hari atau pekan. Saham yang konsisten dibeli asing dalam waktu lama biasanya lebih menarik dicermati dibanding saham yang hanya muncul sekali.

Bagaimana Kaitannya dengan Rupiah?

Arus dana asing di pasar saham memengaruhi permintaan rupiah. Ketika asing menjual bersih, mereka menukar rupiah ke dolar, sehingga rupiah bisa tertekan. Rupiah ditutup Rp18.156 per dolar pada 2 November, sedikit melemah. Pergerakan rupiah dibahas di mata uang Asia 3 November 2026.

Mengapa Saham Tambang Diminati?

BUMI, BRMS, EMAS, dan DEWA terkait sektor tambang batu bara dan emas. Pada 2 November, sektor bahan baku naik 2,12% dan energi 1,53%. Harga emas dunia yang memantul 1,9% dan harga komoditas yang masih tinggi menjadi alasan investor membeli saham tambang. Namun, penurunan minyak lebih dari 7% pada hari yang sama bisa menekan saham energi dalam jangka pendek.

Bagaimana Perbandingan dengan Pekan Sebelumnya?

Pada 30 Oktober, saham net buy asing dipimpin GOTO, BUMI, dan MDKA, sementara BBRI, TLKM, dan AMMN dijual bersih. BUMI muncul di kedua daftar, menunjukkan minat asing yang cukup konsisten. Sebaliknya, BBRI berbalik dari daftar jual ke daftar beli, yang menandakan perubahan pandangan jangka pendek terhadap saham perbankan.

Bagaimana IHSG Bergerak Keesokan Harinya?

Pada 3 November, IHSG anjlok sekitar 2% pada sesi I ke 4.994,43, dipimpin sektor infrastruktur, bahan baku, dan energi. Saham BBRI, ASII, dan BRMS yang dibeli asing pada 2 November justru ikut menekan indeks. Rinciannya ada di IHSG anjlok 2% sesi I 3 November 2026.

Bagaimana Memakai Data Ini dalam Analisis?

Data net buy asing sebaiknya dipadukan dengan analisis fundamental dan teknikal. Misalnya, saham yang dibeli asing dan juga menunjukkan pertumbuhan laba yang baik memiliki alasan lebih kuat untuk dicermati. Cara membaca jumlah saham naik dan turun juga membantu, seperti dibahas di market breadth saham.

Apa Itu TPIA?

TPIA adalah kode saham Chandra Asri Pacific, produsen petrokimia terbesar di Indonesia. Perusahaan ini juga mengembangkan bisnis infrastruktur energi dan air. Pembelian asing di TPIA menunjukkan minat terhadap saham industri dasar berkapitalisasi besar. Namun, investor perlu memperhatikan valuasi yang sudah tinggi.

Apa yang Perlu Dipantau?

  • Apakah pembelian TPIA, BUMI, dan PTRO berlanjut.
  • Arah arus asing setelah IHSG turun pada 3 November.
  • Hasil pemilu sela AS dan dampaknya ke pasar negara berkembang.
  • Data PDB Indonesia kuartal III.

Data transaksi tersedia di Bursa Efek Indonesia dan informasi pasar modal di KSEI.

Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi investasi. Investasi saham mengandung risiko.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Saham apa net buy asing terbesar pada 2 November 2026?

TPIA Rp47,65 miliar, disusul BUMI Rp46,75 miliar dan PTRO Rp38,87 miliar.

Berapa jual bersih asing pada 2 November 2026?

Rp112,47 miliar secara total, dengan jual bersih Rp375,54 miliar di pasar reguler.

Apa beda pasar reguler dan negosiasi?

Pasar reguler untuk transaksi harian terbuka, pasar negosiasi untuk transaksi besar yang disepakati langsung.

Apakah net buy asing menjamin harga naik?

Tidak; data satu hari bisa berubah cepat dan perlu dilihat trennya.

Bagaimana arus asing memengaruhi rupiah?

Jual bersih asing menambah permintaan dolar sehingga rupiah bisa tertekan.