Sydney Tokyo London New York
Pasar Forex

Mata Uang Asia 3 November 2026: Yuan Turun Terbesar sejak Juni, Won Tertekan, Rupiah Rp18.149

Pergerakan mata uang Asia pada hari pemilu sela AS dipengaruhi kebijakan PBOC, aksi jual saham Korea, dan penurunan harga minyak. Ini rinciannya.

Mata Uang Asia 3 November 2026: Yuan Turun Terbesar sejak Juni, Won Tertekan, Rupiah Rp18.149

Mata uang Asia 3 November 2026 bergerak beragam: yuan offshore turun 0,26% ke 6,6642 per dolar, penurunan harian terbesar sejak Juni, won Korea tertekan oleh anjloknya KOSPI sekitar 3,7%, sementara rupiah dibuka menguat tipis 7 poin ke Rp18.149 per dolar. Rupiah sebelumnya ditutup melemah 9 poin ke Rp18.156 pada 2 November.

Pergerakan ini terjadi pada hari pemungutan suara pemilu sela AS, bersamaan dengan keputusan RBA menaikkan suku bunga ke 4,85% dan kebijakan baru bank sentral Tiongkok.

Fakta kunci: Mata Uang Asia 3 November 2026: Yuan Turun Terbesar sejak Juni, Won Tertekan, Rupiah Rp18.149
Pergerakan mata uang dan bursa Asia, 3 November 2026.

Mengapa Yuan Melemah?

People’s Bank of China menaikkan rasio giro wajib minimum valas dari 4% ke 6% mulai 15 November, sehingga dolar di pasar domestik Tiongkok berkurang. PBOC juga menetapkan kurs tengah di 6,7150, jauh lebih lemah dari perkiraan pasar 6,6489. Langkah ini menunjukkan PBOC ingin memperlambat penguatan yuan. Penjelasan konsep giro wajib minimum ada di apa itu giro wajib minimum (GWM).

Mengapa Won Tertekan?

Faktor penggerak mata uang Asia pada 3 November 2026
Faktor utama yang menggerakkan mata uang Asia pada 3 November.

KOSPI anjlok sekitar 3,7% dan Kosdaq 3,8% pada 3 November, melanjutkan penurunan 1,6% pada hari sebelumnya. Aksi jual saham teknologi dan semikonduktor di AS, termasuk tekanan pada Marvell dan Oracle, merambat ke Korea. Dana asing yang keluar dari saham Korea menekan won. Pelemahan yuan juga menambah tekanan karena Korea bersaing dengan Tiongkok di pasar ekspor.

Mengapa Rupiah Relatif Stabil?

Analis Ibrahim Assuaibi dari Traze Andalan Futures menyebut keputusan Presiden Trump memberi lebih banyak waktu bagi diplomasi dengan Iran meredakan ketegangan, meski risiko geopolitik belum hilang. Harga minyak yang anjlok lebih dari 7% pada 2 November mengurangi kebutuhan dolar untuk impor energi. Data domestik juga mendukung: inflasi Oktober 3,23%, PMI manufaktur 54,0, dan surplus perdagangan September US$3,36 miliar. Pembukaan rupiah sebelumnya dibahas di rupiah dibuka Rp18.149 pada 2 November 2026.

Mata uangPergerakan 3 Nov 2026Faktor utama
RupiahMenguat tipis ke Rp18.149Minyak turun, data domestik
Yuan offshoreTurun 0,26% ke 6,6642Kebijakan PBOC
WonTertekanKOSPI anjlok
Dolar AustraliaMelemahRBA naik tetapi voting terbelah

Bagaimana Dolar Australia Bereaksi?

RBA menaikkan suku bunga ke 4,85% dengan voting 6–3, tetapi dolar Australia justru melemah karena kenaikan sudah diperkirakan dan sentimen Asia lemah. Ini menunjukkan sentimen risiko kawasan lebih dominan dibanding keputusan suku bunga pada hari tersebut.

Bagaimana Pengaruh Libur Jepang?

Pasar Jepang libur untuk Hari Kebudayaan, sehingga likuiditas sesi Asia lebih tipis. USD/JPY bergerak di sekitar 157,8 setelah Jepang kembali memperingatkan soal pergerakan yen. Likuiditas tipis bisa memperbesar pergerakan mata uang Asia saat ada berita besar.

Apa Arti bagi Rupiah ke Depan?

Rupiah berada dekat rekor penutupan terlemah Rp18.175 pada 28 Oktober. Jika yuan terus melemah dan arus dana keluar dari saham Asia berlanjut, rupiah bisa kembali tertekan. Sebaliknya, minyak yang bertahan rendah dan data domestik yang solid bisa membantu rupiah stabil. Pergerakan mata uang Asia akhir Oktober dibahas di mata uang Asia 29 Oktober 2026.

Bagaimana Perbandingan dengan Akhir Oktober?

Pada 29 Oktober, won sempat menguat 0,54% dan rupiah naik ke Rp18.137 setelah The Fed menahan suku bunga. Sepekan kemudian kondisinya berbalik untuk won karena aksi jual saham teknologi, sementara rupiah relatif bertahan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa won lebih sensitif terhadap arus dana di pasar saham, sedangkan rupiah lebih dipengaruhi harga energi, neraca perdagangan, dan kebijakan Bank Indonesia.

Apa Peran Bank Indonesia?

Bank Indonesia biasanya hadir di pasar valas, pasar DNDF, dan pasar obligasi saat volatilitas meningkat. Kehadiran ini bertujuan meredam pergerakan berlebihan, bukan menahan rupiah di level tertentu. Cadangan devisa yang memadai memberi ruang bagi intervensi tersebut. Cara kerja intervensi dijelaskan di intervensi valas bank sentral: cara kerja dan dampak.

Bagaimana Korelasi Antarmata Uang Asia?

Mata uang Asia sering bergerak searah karena dipengaruhi faktor yang sama, seperti dolar AS, yuan, dan sentimen risiko global. Ketika yuan melemah tajam, mata uang lain di kawasan cenderung ikut tertekan karena pelaku pasar khawatir daya saing ekspor berubah. Pemahaman korelasi ini membantu trader menghindari posisi ganda dengan risiko yang sama, seperti dibahas di korelasi pasangan mata uang forex.

Apa yang Perlu Dipantau?

  • Hasil pemilu sela AS mulai Rabu pagi WIB.
  • Fixing harian PBOC setiap pagi.
  • Arus dana asing di pasar saham Indonesia.
  • Data tenaga kerja AS pada Jumat.

Bagaimana Pelaku Usaha Menyikapinya?

Importir yang membutuhkan dolar bisa memanfaatkan momen stabil untuk melakukan lindung nilai sebagian kebutuhan. Eksportir dapat mempertimbangkan konversi bertahap. Instrumen lindung nilai seperti DNDF yang disediakan Bank Indonesia membantu mengurangi risiko kurs.

Kurs referensi tersedia di Bank Indonesia dan informasi kebijakan Tiongkok di People’s Bank of China.

Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi transaksi. Trading forex dan komoditas berisiko tinggi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa rupiah pada 3 November 2026?

Dibuka menguat tipis ke Rp18.149 per dolar dari penutupan Rp18.156.

Mengapa yuan melemah?

Karena PBOC menaikkan GWM valas ke 6% dan menetapkan kurs tengah lebih lemah dari perkiraan.

Mengapa won tertekan?

Karena KOSPI anjlok sekitar 3,7% akibat aksi jual saham teknologi.

Apa yang membantu rupiah?

Penurunan harga minyak dan data domestik seperti inflasi 3,23% dan PMI 54,0.

Berapa rekor penutupan terlemah rupiah?

Rp18.175 per dolar pada 28 Oktober 2026.