Sydney Tokyo London New York
Pasar Forex

Korelasi Pasangan Mata Uang Forex: Cara Membaca dan Memakainya untuk Mengelola Risiko

Pasangan mata uang sering bergerak searah atau berlawanan. Memahami korelasi membantu trader menghindari risiko ganda tanpa disadari.

Korelasi Pasangan Mata Uang Forex: Cara Membaca dan Memakainya untuk Mengelola Risiko

Dalam pasar forex, setiap transaksi melibatkan dua mata uang. Karena satu mata uang bisa muncul di banyak pasangan, pergerakan antarpasangan sering saling berkaitan. Hubungan ini disebut korelasi.

Trader yang tidak memahami korelasi bisa merasa memiliki beberapa posisi berbeda, padahal sebenarnya bertaruh pada satu arah yang sama.

Fakta kunci: Korelasi Pasangan Mata Uang Forex: Cara Membaca dan Memakainya untuk Mengelola Risiko
Skala korelasi dan contoh pasangan mata uang.

Arti Angka Korelasi

Korelasi diukur dengan koefisien antara −1 dan +1:

NilaiArti
+0,8 hingga +1Sangat searah
+0,5 hingga +0,8Cukup searah
−0,5 hingga +0,5Hubungan lemah
−0,8 hingga −0,5Cukup berlawanan
−1 hingga −0,8Sangat berlawanan

Korelasi dihitung dari data historis dalam periode tertentu, misalnya 20, 50, atau 100 hari.

Contoh Korelasi yang Sering Muncul

1. EUR/USD dan GBP/USD (positif). Keduanya memiliki dolar AS sebagai mata uang kutipan dan dipengaruhi kondisi ekonomi Eropa. Ketika dolar melemah, keduanya cenderung naik bersama.

2. EUR/USD dan USD/CHF (negatif). Posisi dolar AS berada di sisi berbeda. Ketika dolar menguat, EUR/USD turun sementara USD/CHF naik.

3. AUD/USD dan harga komoditas. Australia adalah eksportir besar bijih besi, batu bara, dan logam. Kenaikan harga komoditas sering menopang dolar Australia. Pergerakannya pernah diulas di dolar Australia tangguh.

4. USD/CAD dan harga minyak. Kanada adalah eksportir minyak. Kenaikan harga minyak cenderung menguatkan dolar Kanada, sehingga USD/CAD turun. Kondisi minyak terkini dibahas di harga minyak Brent dekat US$110.

5. USD/JPY dan imbal hasil obligasi AS. Imbal hasil AS yang lebih tinggi memperlebar selisih bunga dengan Jepang, sehingga USD/JPY cenderung naik.

Cara Memakai Korelasi

Menghindari risiko ganda. Membuka posisi beli EUR/USD dan beli GBP/USD dengan masing-masing risiko 1% secara efektif mendekati risiko 2% pada satu ide: dolar melemah. Kaitkan dengan cara menghitung ukuran posisi.

Konfirmasi sinyal. Jika EUR/USD menembus resistance tetapi GBP/USD dan indeks dolar tidak mengonfirmasi, sinyal tersebut perlu diwaspadai. Indeks dolar dijelaskan di apa itu DXY.

Diversifikasi. Memilih pasangan dengan korelasi rendah membantu menyebar risiko.

Korelasi Bisa Berubah

Korelasi bukan hukum tetap. Peristiwa besar seperti keputusan bank sentral yang berbeda arah, intervensi, atau krisis politik dapat memutus korelasi lama. Contohnya, ketika politik Prancis menekan euro, EUR/USD dapat bergerak berbeda dari GBP/USD. Karena itu, korelasi perlu dicek ulang secara berkala.

Korelasi Bukan Sebab-Akibat

Dua pasangan yang bergerak searah belum tentu saling memengaruhi. Keduanya mungkin sama-sama digerakkan faktor ketiga, misalnya dolar AS. Gunakan korelasi sebagai alat bantu, bukan satu-satunya dasar keputusan.

Penjelasan dasar koefisien korelasi tersedia di Investopedia.

Konten ini bersifat informasi dan edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual instrumen keuangan. Trading forex berisiko tinggi; pertimbangkan kemampuan finansial Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu korelasi dalam forex?

Korelasi adalah ukuran seberapa searah atau berlawanan dua pasangan mata uang bergerak, dinyatakan dengan koefisien antara −1 dan +1.

Pasangan mata uang apa yang berkorelasi negatif?

Contoh yang umum adalah EUR/USD dan USD/CHF, karena posisi dolar AS berada di sisi yang berbeda.

Apakah korelasi forex selalu tetap?

Tidak. Korelasi berubah mengikuti kondisi pasar dan peristiwa besar, sehingga perlu dicek ulang secara berkala.