Sydney Tokyo London New York
Indeks & Saham

IHSG 29 Oktober 2026 Anjlok 3,49% ke 5.098: Sektor Industri Turun 4,64%, BBCA Paling Membebani

IHSG kembali menjadi bursa terburuk di Asia pada 29 Oktober 2026. Ini rincian sektor, saham penekan utama, dan arus dana asing.

IHSG 29 Oktober 2026 Anjlok 3,49% ke 5.098: Sektor Industri Turun 4,64%, BBCA Paling Membebani

IHSG anjlok 3,49% dan ditutup di level terendah hariannya, 5.098, pada Kamis, 29 Oktober 2026, menjadikannya bursa dengan kinerja terburuk di Asia hari itu. Semua sektor melemah, dengan sektor industri turun paling dalam sebesar 4,64% dan bahan baku 4,52%. Saham BBCA turun 4,27% dan menjadi penekan terbesar indeks dengan kontribusi sekitar 20,49 poin. Tekanan dikaitkan dengan kekhawatiran MSCI menurunkan status Indonesia menjadi standalone market, kenaikan yield SBN, dan pelemahan rupiah ke rekor terendah sehari sebelumnya.

Fakta kunci: IHSG 29 Oktober 2026 Anjlok 3,49% ke 5.098: Sektor Industri Turun 4,64%, BBCA Paling Membebani
Penurunan sektor saham di BEI pada 29 Oktober 2026.

Bagaimana Perjalanan IHSG Sepanjang Hari?

IHSG sempat dibuka di sekitar 5.320, tetapi langsung tertekan. Pada akhir sesi pertama, indeks sudah turun 2,64% atau 139,49 poin ke 5.142,82, dengan nilai transaksi lebih dari Rp5,85 triliun. Tekanan berlanjut di sesi kedua hingga indeks ditutup di titik terendah harian. Sehari sebelumnya, IHSG dibuka melemah ke 5.249, seperti dibahas di IHSG dibuka melemah 28 Oktober.

Sektor Apa yang Paling Tertekan?

SektorPerubahan 29 Okt 2026
Industri−4,64%
Bahan baku−4,52%
Infrastruktur−4,24%
Energi−3,28%
Konsumer non-primer−2,54%

Pada sesi pertama, sektor teknologi, keuangan, dan properti masing-masing turun sekitar 2,19–2,40%. Penjelasan klasifikasi sektor ada di indeks sektoral IDX-IC.

Saham Apa yang Paling Membebani Indeks?

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia pada 29 Oktober 2026
Aktivitas perdagangan BEI sepanjang sesi 29 Oktober 2026.
  • BBCA turun 4,27% dan mengurangi sekitar 20,49 poin indeks.
  • BBRI turun 2,05% dan mengurangi sekitar 8,84 poin.
  • SOFA dan IDEA terkena auto reject bawah setelah turun 10%.
  • MEJA turun 9,91%.

Saham bank besar memiliki bobot terbesar di IHSG dan juga banyak dimiliki investor asing, sehingga paling terdampak saat dana asing keluar. Sehari sebelumnya, investor asing justru mencatat beli bersih di BBCA, seperti dibahas di saham net buy asing 28 Oktober.

Bagaimana Arus Dana Asing?

Pada sesi pertama, investor asing menjual saham senilai lebih dari Rp2,4 triliun dan membeli sekitar Rp1,49 triliun, sehingga mencatat jual bersih sekitar Rp912 miliar, setara sekitar 1,2 miliar saham. Arus keluar ini sejalan dengan kekhawatiran penurunan status Indonesia di indeks MSCI.

Apa Penyebab Utama Penurunan?

  • Isu MSCI: MSCI meluncurkan konsultasi pada 16 Oktober untuk mengubah status Indonesia menjadi standalone market. Keputusan akhir dijadwalkan sekitar Juni 2027.
  • Pelemahan rupiah: rupiah sempat mencatat rekor penutupan terlemah sehari sebelumnya.
  • Kenaikan yield SBN: biaya dana dan premi risiko meningkat.
  • Kekhawatiran inflasi impor akibat harga minyak tinggi dan rupiah lemah.

Apa Arti Auto Reject Bawah?

Auto reject bawah (ARB) adalah batas penurunan harga harian yang ditetapkan bursa. Ketika harga menyentuh batas ini, order jual di bawah batas tidak dapat diproses, sehingga saham sulit dijual pada hari itu. Banyaknya saham yang terkena ARB menandakan tekanan jual yang ekstrem.

Bagaimana Membaca Market Breadth Hari Itu?

Ketika semua sektor turun dan saham berkapitalisasi besar ikut jatuh, market breadth sangat negatif. Ini berbeda dengan hari ketika indeks turun hanya karena beberapa saham besar. Cara membaca indikator ini dibahas di market breadth saham naik vs turun.

Bagaimana Kinerja IHSG Sepanjang 2026?

IHSG sudah turun lebih dari 30% sejak awal tahun, menjadi salah satu kinerja terburuk di antara pasar saham negara berkembang di Asia. Pada 16 Oktober, IHSG bahkan turun sekitar 11% dalam sehari setelah pengumuman MSCI, penurunan harian terbesar dalam 28 tahun.

Apa yang Perlu Dipantau Investor?

  • Data arus dana asing harian.
  • Langkah otoritas soal free float minimum dan transparansi kepemilikan.
  • Pergerakan rupiah dan yield SBN.
  • Data inflasi Oktober dan pertumbuhan ekonomi kuartal III yang dirilis BPS awal November.

Bagaimana Investor Ritel Menyikapinya?

Penurunan tajam bisa memicu kepanikan. Investor sebaiknya meninjau ulang tujuan dan profil risiko, menghindari keputusan karena emosi, dan tidak memakai dana jangka pendek untuk membeli saham. Jika ingin membeli, lakukan bertahap dan pilih saham dengan fundamental yang jelas.

Bagaimana Perbandingan dengan Bursa Asia Lain?

Pada 29 Oktober, IHSG menjadi bursa dengan penurunan terdalam di Asia. Bursa lain di kawasan bergerak lebih tenang karena tidak menghadapi risiko penurunan status di indeks MSCI. Perbedaan ini menegaskan bahwa tekanan pada IHSG lebih banyak bersumber dari faktor domestik dan struktur pasar, bukan dari sentimen regional. Pergerakan bursa Asia sebelumnya dibahas di bursa Asia 27 Oktober.

Apakah IHSG Bisa Pulih?

Pemulihan bergantung pada meredanya kekhawatiran MSCI, stabilnya rupiah, dan kembalinya dana asing. Dalam jangka pendek, rebound teknikal sering terjadi setelah penurunan tajam, tetapi tanpa perubahan sentimen, rebound bisa berumur pendek.

Data resmi perdagangan dapat dipantau di Bursa Efek Indonesia, sedangkan pengumuman klasifikasi pasar tersedia di MSCI.

Konten ini bersifat informasi dan edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Harga saham dapat naik dan turun; keputusan investasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa penutupan IHSG pada 29 Oktober 2026?

IHSG ditutup di 5.098, turun 3,49%, di level terendah hariannya.

Sektor apa yang paling turun pada 29 Oktober?

Sektor industri turun 4,64%, disusul bahan baku 4,52% dan infrastruktur 4,24%.

Saham apa yang paling membebani IHSG?

BBCA turun 4,27% dan mengurangi sekitar 20,49 poin indeks, disusul BBRI yang turun 2,05%.

Berapa jual bersih asing pada sesi pertama?

Sekitar Rp912 miliar, setara sekitar 1,2 miliar saham.

Apa penyebab utama penurunan IHSG?

Kekhawatiran MSCI menurunkan status Indonesia ke standalone market, pelemahan rupiah, kenaikan yield SBN, dan kekhawatiran inflasi impor.