Sydney Tokyo London New York
Pasar Forex

Mata Uang Asia 28 Oktober 2026: Won Melemah 0,79%, Ringgit Menguat, Rupiah Catat Penutupan Terlemah

Mata uang Asia bergerak tidak seragam menjelang keputusan The Fed. Rupiah dan won tertekan, sementara ringgit dan peso Filipina menguat.

Mata Uang Asia 28 Oktober 2026: Won Melemah 0,79%, Ringgit Menguat, Rupiah Catat Penutupan Terlemah

Mata uang Asia bergerak tidak seragam pada 28 Oktober 2026: won Korea Selatan melemah 0,79%, rupiah turun 0,15% ke Rp18.184 per dolar AS, sementara ringgit Malaysia menguat 0,26% dan peso Filipina 0,24%. Perbedaan arah ini menunjukkan bahwa faktor domestik, seperti arus dana asing, harga energi, dan kebutuhan dolar akhir bulan, lebih menentukan daripada pergerakan dolar AS secara umum menjelang keputusan The Fed.

Fakta kunci: Mata Uang Asia 28 Oktober 2026: Won Melemah 0,79%, Ringgit Menguat, Rupiah Catat Penutupan Terlemah
Perubahan mata uang Asia terhadap dolar AS pada 28 Oktober 2026.

Bagaimana Pergerakan Mata Uang Asia?

Mata uangPerubahan terhadap USDArah
Ringgit Malaysia+0,26%Menguat
Peso Filipina+0,24%Menguat
Dolar Taiwan+0,19%Menguat
Yen Jepang+0,09%Menguat
Baht Thailand−0,03%Melemah
Dolar Singapura−0,08%Melemah
Rupee India−0,08%Melemah
Rupiah−0,15%Melemah
Won Korea Selatan−0,79%Melemah

Data mengacu pada laporan Kontan. Indeks dolar saat sesi Asia berada di sekitar 102,44–102,46. Perbandingan sebelumnya ada di mata uang Asia 27 Oktober.

Apakah Rupiah Mencetak Rekor Terlemah?

Penutupan rupiah dan rekor sebelumnya
Penutupan rupiah 28 Oktober dibanding rekor sebelumnya.

Menurut Kontan, rupiah spot ditutup di Rp18.184 per dolar AS, melemah 0,15%. Sumber data lain mencatat penutupan di Rp18.175, melemah 0,17%, dan menyebutnya sebagai penutupan terlemah sepanjang sejarah, melampaui rekor sebelumnya Rp18.170 pada 8 Juni 2026. Rupiah dibuka di sekitar Rp18.152 sebelum melemah sepanjang hari. Perbedaan angka antar-sumber biasanya terjadi karena waktu pencatatan dan metode yang berbeda.

Apa Penyebab Pelemahan Rupiah?

Faktor penekan rupiah menurut Bank Indonesia dan analis
Faktor yang menekan rupiah pada 28 Oktober 2026.

Bank Indonesia menyebut ketidakpastian di Timur Tengah sebagai salah satu faktor utama. Laporan pasar juga menyoroti:

  1. Harga minyak tinggi. WTI kembali ke sekitar US$102,78. Indonesia sebagai importir minyak membutuhkan lebih banyak dolar.
  2. Kekhawatiran terkait MSCI. Ketidakpastian klasifikasi pasar memengaruhi arus dana asing.
  3. Permintaan dolar akhir bulan dari korporasi untuk pembayaran utang dan impor.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan yakin rupiah tidak akan menembus Rp19.000. Latar belakang kebijakan BI dibahas di rupiah tembus Rp18.000 usai BI tahan suku bunga.

Mengapa Won Melemah Paling Dalam?

Won Korea Selatan sangat sensitif terhadap sentimen sektor teknologi dan semikonduktor, karena ekspor chip mendominasi perekonomian Korea. Menjelang laporan keuangan raksasa teknologi AS dan Korea, investor bersikap hati-hati. Selain itu, Korea adalah importir energi besar, sehingga harga minyak di atas US$100 menambah tekanan pada neraca perdagangan.

Mengapa Ringgit dan Peso Filipina Menguat?

Malaysia adalah eksportir minyak dan gas, sehingga harga energi yang tinggi justru memperbaiki pendapatan ekspornya. Hal ini menjelaskan mengapa ringgit cenderung lebih tangguh dibanding mata uang importir energi seperti rupiah dan won. Peso Filipina menguat seiring arus masuk dan penyesuaian posisi menjelang keputusan Fed.

Bagaimana Mata Uang Asia Setelah FOMC?

The Fed menahan suku bunga di 3,75%–4,00% dengan dua dissent yang menginginkan kenaikan. Indeks dolar justru turun tipis ke 102,16 setelah rapat karena kenaikan Desember sudah diperhitungkan. Bagi mata uang Asia, ini memberi sedikit ruang bernapas, tetapi tekanan dari harga minyak dan ekspektasi kenaikan Desember tetap ada.

Apa Arti Perbedaan Ini bagi Trader?

KelompokContohSensitivitas utama
Eksportir energiRinggitHarga minyak naik = positif
Importir energiRupiah, won, rupeeHarga minyak naik = negatif
Aset aman regionalYen, dolar SingapuraSentimen risiko global
Berbasis teknologiWon, dolar TaiwanSiklus semikonduktor

Memahami pengelompokan ini membantu trader memilih pasangan yang sesuai dengan pandangan terhadap minyak atau teknologi, dan menghindari eksposur ganda tanpa sadar.

Bagaimana Rupiah Dibanding Awal Tahun?

Rupiah sudah melemah cukup jauh sepanjang 2026. Rekor penutupan sebelumnya, Rp18.170, tercatat pada 8 Juni 2026, dan kini terlampaui tipis. Pelemahan bertahap ini mencerminkan kombinasi harga energi yang tinggi, suku bunga global yang naik, dan arus dana asing yang berfluktuasi. Bank Indonesia menahan BI Rate di 5,75% sambil fokus pada stabilisasi kurs, karena menaikkan suku bunga dapat membebani pertumbuhan ekonomi.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

  • Harga barang impor dan bahan baku industri cenderung naik.
  • Biaya perjalanan dan pendidikan ke luar negeri menjadi lebih mahal.
  • Pekerja migran dan eksportir menerima nilai rupiah lebih besar dari pendapatan dolar.
  • Perusahaan dengan utang dolar menghadapi beban cicilan yang lebih berat dalam rupiah.

Mengapa Pergerakan Akhir Bulan Perlu Diwaspadai?

Menjelang akhir bulan, korporasi biasanya membutuhkan dolar untuk membayar impor, bunga, dan pokok utang luar negeri. Permintaan musiman ini sering menekan rupiah pada beberapa hari terakhir setiap bulan, lalu mereda pada awal bulan berikutnya. Pola ini dapat membantu menjelaskan sebagian pelemahan rupiah pada 28 Oktober.

Apa yang Perlu Dipantau Selanjutnya?

  • Arah harga minyak dan perkembangan Timur Tengah.
  • Arus dana asing di pasar saham dan obligasi Indonesia.
  • Data PCE AS dan peluang kenaikan Fed Desember.
  • Keputusan MSCI terkait pasar Indonesia.
  • Langkah stabilisasi Bank Indonesia, termasuk intervensi di pasar spot dan DNDF.

Konteks kebijakan bank sentral global ada di peta kebijakan bank sentral pekan 27–30 Oktober. Kurs referensi resmi tersedia di Bank Indonesia JISDOR dan data kurs regional di Trading Economics.

Konten ini bersifat informasi dan edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual instrumen keuangan. Trading forex berisiko tinggi; pertimbangkan kemampuan finansial Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mata uang Asia apa yang paling melemah pada 28 Oktober 2026?

Won Korea Selatan melemah paling dalam, sekitar 0,79% terhadap dolar AS.

Berapa penutupan rupiah pada 28 Oktober 2026?

Kontan mencatat Rp18.184 per dolar AS (−0,15%). Sumber lain mencatat Rp18.175 (−0,17%) sebagai rekor penutupan terlemah.

Mengapa ringgit menguat saat rupiah melemah?

Malaysia adalah eksportir minyak dan gas, sehingga harga energi tinggi memperbaiki pendapatan ekspornya, sementara Indonesia adalah importir minyak.

Apa penyebab pelemahan rupiah menurut Bank Indonesia?

Ketidakpastian di Timur Tengah, ditambah harga minyak tinggi, kekhawatiran terkait MSCI, dan permintaan dolar akhir bulan.

Apakah rupiah akan menembus Rp19.000?

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan yakin rupiah tidak akan menembus Rp19.000, tetapi arah kurs tetap bergantung pada faktor global dan domestik.