Giro Wajib Minimum (GWM) adalah jumlah dana minimum yang wajib dipelihara bank dalam bentuk giro di Bank Indonesia, dihitung sebagai persentase dari dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun bank. DPK mencakup tabungan, giro, dan deposito nasabah.
Di banyak negara, konsep ini dikenal sebagai reserve requirement atau cadangan wajib.
Fungsi GWM
1. Alat kebijakan moneter. Dengan mengubah persentase GWM, BI dapat mengatur jumlah uang yang beredar di perbankan.
- GWM dinaikkan: dana bank yang bisa disalurkan berkurang, sehingga likuiditas mengetat.
- GWM diturunkan: dana yang bisa disalurkan bertambah, sehingga likuiditas melonggar.
2. Menjaga likuiditas bank. GWM memastikan bank memiliki cadangan untuk memenuhi penarikan dana nasabah.
3. Mendukung stabilitas sistem keuangan. Cadangan yang memadai membantu mencegah gangguan likuiditas yang meluas.
Jenis GWM
- GWM rupiah: dihitung dari DPK dalam rupiah dan disimpan dalam rupiah.
- GWM valuta asing: dihitung dari DPK dalam valas dan disimpan dalam valas.
Ketentuannya berbeda untuk bank umum konvensional dan bank syariah.
Contoh Perhitungan
Misalkan sebuah bank menghimpun DPK rupiah Rp100 triliun:
- Dengan GWM 9%, bank wajib menyimpan Rp9 triliun di BI.
- Dengan GWM 7%, kewajibannya turun menjadi Rp7 triliun.
- Selisih Rp2 triliun dapat digunakan bank untuk kredit atau penempatan lain.
Contoh nyata: pada RDG Oktober 2026, BI memangkas GWM rupiah bank konvensional dari 9% menjadi 7% secara bertahap pada November dan Desember 2026. Rinciannya di BI pangkas GWM ke 7%.
GWM dan Insentif Makroprudensial
BI juga menggunakan GWM sebagai insentif. Melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), bank yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas mendapat pengurangan kewajiban giro. Pada Oktober 2026, BI menetapkan KLM sebesar 5% mulai 1 Desember 2026.
Pengaruh GWM ke Ekonomi
| Kebijakan | Dampak ke likuiditas | Dampak umum |
|---|---|---|
| GWM naik | Mengetat | Kredit melambat, inflasi tertahan |
| GWM turun | Melonggar | Kredit berpotensi naik, ekonomi terdorong |
Namun dampaknya tidak otomatis. Jika permintaan kredit lemah, tambahan likuiditas bisa mengendap di instrumen pasar uang. Dampaknya terhadap saham perbankan dibahas di saham bank BUMN menguat usai GWM dipangkas.
GWM vs BI-Rate
- BI-Rate memengaruhi harga uang (suku bunga).
- GWM memengaruhi jumlah uang yang tersedia di perbankan.
Keduanya bisa digunakan bersamaan dalam arah berbeda. Pada Oktober 2026, BI menahan BI-Rate dan menaikkan Deposit Facility, tetapi memangkas GWM. Penjelasan koridor suku bunga ada di koridor suku bunga BI.
Ketentuan resmi GWM dapat dibaca di situs Bank Indonesia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Giro Wajib Minimum?
Giro Wajib Minimum (GWM) adalah dana minimum yang wajib disimpan bank dalam bentuk giro di Bank Indonesia, dihitung sebagai persentase dari dana pihak ketiga.
Apa dampak penurunan GWM?
Penurunan GWM menambah likuiditas bank sehingga dana yang bisa disalurkan sebagai kredit bertambah, berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi.
Apa bedanya GWM dan BI-Rate?
BI-Rate memengaruhi harga uang atau suku bunga, sedangkan GWM memengaruhi jumlah uang yang tersedia di perbankan.


