Sydney Tokyo London New York
Indeks & Saham

Mengenal Indeks Sektoral IDX-IC: 11 Sektor Saham di BEI dan Cara Memakainya

Bursa Efek Indonesia mengelompokkan saham ke dalam 11 sektor melalui klasifikasi IDX-IC. Begini cara membaca indeks sektoral untuk melihat sektor yang sedang memimpin.

Mengenal Indeks Sektoral IDX-IC: 11 Sektor Saham di BEI dan Cara Memakainya

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengelompokkan saham-saham tercatat berdasarkan bidang usahanya melalui IDX Industrial Classification (IDX-IC). Klasifikasi ini mulai diterapkan pada 2021, menggantikan klasifikasi lama JASICA yang terdiri dari sembilan sektor.

Setiap sektor memiliki indeks sektoral sendiri, sehingga investor dapat melihat sektor mana yang sedang menguat atau melemah.

Fakta kunci: Mengenal Indeks Sektoral IDX-IC: 11 Sektor Saham di BEI dan Cara Memakainya
Pergerakan indeks sektoral IDX-IC.

11 Sektor dalam IDX-IC

Kode Sektor Contoh bidang usaha
A Energi Minyak, gas, batu bara
B Barang Baku Logam, kimia, semen, kertas
C Perindustrian Mesin, alat berat, jasa industri
D Barang Konsumen Primer Makanan, minuman, ritel kebutuhan pokok
E Barang Konsumen Nonprimer Otomotif, ritel, media, pariwisata
F Kesehatan Farmasi, rumah sakit, alat kesehatan
G Keuangan Bank, asuransi, sekuritas
H Properti & Real Estat Pengembang properti, pengelola gedung
I Teknologi Perangkat lunak, layanan internet
J Infrastruktur Telekomunikasi, jalan tol, utilitas
K Transportasi & Logistik Maskapai, pelayaran, logistik

Contoh Membaca Indeks Sektoral

Pada 21 Oktober 2026, IHSG naik 0,94%, tetapi pergerakan antarsektor sangat berbeda:

  • Kesehatan memimpin dengan kenaikan 3,35%.
  • Properti naik 1,77% dan infrastruktur naik 1,47%.
  • Teknologi justru turun 1,12% dan perindustrian turun 0,59%.

Sembilan dari sebelas indeks sektoral menguat pada hari itu. Keesokan harinya, pada sesi I 22 Oktober, giliran sektor energi yang memimpin dengan kenaikan 3,24%, seperti dibahas di IHSG sesi I 22 Oktober 2026.

Kegunaan Indeks Sektoral

1. Melihat sektor yang memimpin. Sektor yang konsisten menguat menunjukkan arus dana sedang masuk ke sektor tersebut.

2. Membandingkan kinerja saham. Saham yang naik 2% saat sektornya naik 5% sebenarnya tertinggal dibanding rekan-rekannya.

3. Membaca siklus ekonomi. Sektor tertentu cenderung unggul pada fase ekonomi berbeda. Saat suku bunga naik, misalnya, sektor keuangan dan energi sering lebih tahan dibanding properti dan teknologi. Strateginya dibahas di rotasi sektor saham.

4. Mengaitkan dengan komoditas. Sektor energi dan barang baku sangat dipengaruhi harga komoditas seperti batu bara, minyak, dan nikel. Kondisi terkini bisa dilihat di HBA periode II Oktober 2026 dan harga nikel LME.

Indeks Sektoral vs Indeks Lain

BEI juga memiliki indeks berdasarkan kriteria lain, seperti LQ45 (likuiditas dan kapitalisasi), IDX30, KOMPAS100, dan indeks syariah seperti ISSI dan JII. Indeks sektoral berbeda karena pengelompokannya berdasarkan bidang usaha, bukan ukuran atau likuiditas.

Tips Memakai Indeks Sektoral

  • Lihat tren beberapa pekan, bukan hanya satu hari.
  • Perhatikan bobot saham besar. Satu atau dua saham besar bisa mendominasi pergerakan indeks sektor.
  • Gabungkan dengan analisis fundamental, karena kenaikan sektor belum tentu dinikmati semua emiten di dalamnya.

Daftar resmi klasifikasi dan data indeks tersedia di Bursa Efek Indonesia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu IDX-IC?

IDX-IC atau IDX Industrial Classification adalah sistem klasifikasi industri Bursa Efek Indonesia yang membagi saham ke dalam 11 sektor dan diterapkan sejak 2021.

Apa saja 11 sektor saham di BEI?

Energi, barang baku, perindustrian, barang konsumen primer, barang konsumen nonprimer, kesehatan, keuangan, properti dan real estat, teknologi, infrastruktur, serta transportasi dan logistik.

Apa kegunaan indeks sektoral?

Indeks sektoral membantu melihat sektor yang sedang memimpin, membandingkan kinerja saham dengan sektornya, dan membaca siklus ekonomi.