Sydney Tokyo London New York
Indeks & Saham

Cara Ikut IPO Saham lewat e-IPO untuk Pemula: Tahapan, Penjatahan, dan Risikonya

Penawaran umum perdana (IPO) memberi kesempatan membeli saham sebelum tercatat di bursa. Ini cara ikut IPO melalui sistem e-IPO dan hal yang perlu diwaspadai.

Cara Ikut IPO Saham lewat e-IPO untuk Pemula: Tahapan, Penjatahan, dan Risikonya

Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana adalah saat perusahaan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik sebelum tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejak 2020, pemesanan saham IPO dilakukan melalui sistem elektronik bernama e-IPO.

Bagi pemula, IPO sering terlihat menarik karena kisah saham yang melonjak di hari pertama. Namun ada juga saham yang turun setelah pencatatan.

Fakta kunci: Cara Ikut IPO Saham lewat e-IPO untuk Pemula: Tahapan, Penjatahan, dan Risikonya
Tahapan mengikuti IPO saham.

Syarat Ikut IPO

  1. Rekening efek di perusahaan sekuritas yang menjadi peserta sistem e-IPO.
  2. Rekening Dana Nasabah (RDN) untuk menempatkan dana pesanan.
  3. Akun e-IPO yang terhubung dengan rekening efek.
  4. Dana yang cukup di RDN sesuai jumlah pesanan.

Tahapan IPO

1. Bookbuilding (penawaran awal). Perusahaan dan penjamin emisi menawarkan rentang harga untuk mengukur minat investor. Investor dapat menyampaikan minat melalui e-IPO.

2. Penetapan harga. Setelah bookbuilding, harga final ditetapkan dan pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh OJK.

3. Masa penawaran umum. Investor memesan saham melalui e-IPO dan dana di RDN akan dibekukan sesuai pesanan.

4. Penjatahan. Saham dialokasikan kepada pemesan. Dana yang tidak mendapat jatah dikembalikan.

5. Distribusi dan pencatatan. Saham masuk ke rekening efek, lalu mulai diperdagangkan di bursa pada hari pencatatan.

Penjatahan Pasti vs Terpusat

  • Penjatahan pasti (fixed allotment): saham dialokasikan oleh penjamin emisi kepada investor tertentu, biasanya investor institusi.
  • Penjatahan terpusat (pooling): alokasi untuk investor ritel yang dibagi secara proporsional jika permintaan melebihi saham yang tersedia (oversubscribed).

Jika IPO kelebihan permintaan berkali-kali lipat, investor ritel mungkin hanya mendapat sedikit lot dari jumlah yang dipesan.

Risiko yang Perlu Dipahami

  • Harga bisa turun setelah pencatatan. Tidak semua IPO naik di hari pertama.
  • Informasi terbatas. Perusahaan baru melantai belum memiliki rekam jejak harga di bursa.
  • Valuasi tinggi. Harga IPO bisa mencerminkan ekspektasi yang terlalu optimistis.
  • Likuiditas rendah. Saham dengan porsi publik kecil bisa sulit dijual saat pasar lesu.
  • Batas ARB. Saham baru tetap tunduk pada aturan batas penurunan harian. Hingga 31 Desember 2026, BEI menetapkan batas ARB 7%, seperti disinggung di IHSG sesi I 22 Oktober 2026.

Cara Menilai IPO

  1. Baca prospektus, terutama penggunaan dana IPO, kinerja keuangan, dan risiko usaha.
  2. Bandingkan valuasi dengan perusahaan sejenis yang sudah tercatat di sektor yang sama. Klasifikasi sektor dijelaskan di indeks sektoral IDX-IC.
  3. Perhatikan pemegang saham pengendali dan rencana penjualan saham mereka setelah IPO.
  4. Cermati kondisi pasar. IPO di tengah pasar yang bergejolak, seperti setelah guncangan reklasifikasi MSCI pada Oktober 2026, memiliki risiko lebih tinggi.

Jangan Ikut Hanya karena Ramai

Keputusan ikut IPO sebaiknya didasarkan pada kualitas bisnis dan valuasi, serta kondisi pasar secara umum seperti tekanan yield Treasury di atas 5%, bukan karena ramai dibicarakan di media sosial. Waspadai juga tawaran “jatah IPO pasti” dari pihak tidak resmi, karena pemesanan resmi hanya melalui e-IPO dan sekuritas terdaftar.

Informasi IPO yang sedang berlangsung tersedia di e-IPO, dan daftar sekuritas berizin dapat dicek di OJK.

Konten ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara ikut IPO saham?

Siapkan rekening efek di sekuritas peserta e-IPO dan RDN, buat akun e-IPO, lalu pesan saham pada masa penawaran umum dengan dana yang cukup di RDN.

Apa itu penjatahan terpusat dalam IPO?

Penjatahan terpusat adalah alokasi saham untuk investor ritel yang dibagi secara proporsional ketika permintaan melebihi jumlah saham yang tersedia.

Apakah saham IPO selalu naik di hari pertama?

Tidak. Banyak saham IPO naik di hari pertama, tetapi ada juga yang turun setelah pencatatan, terutama jika valuasinya terlalu tinggi atau kondisi pasar lesu.