IHSG ditutup naik 15,48 poin atau 0,32% ke 4.919,77 pada Rabu, 4 November 2026, setelah sempat turun ke sekitar 4.826 di tengah sesi. Nilai transaksi mencapai Rp9,65 triliun dengan volume 250,94 juta lot.
Kenaikan ini terjadi sehari setelah IHSG anjlok 3,78% ke 4.904 pada 3 November, ketika semua sektor ditutup merah dan asing mencatat jual bersih.

Sektor Mana yang Memimpin?
Sektor keuangan naik 1,15%, menjadi penopang utama. Sektor teknologi naik 0,80% dan sektor barang konsumen nonsiklikal naik 0,27%. Saham bank besar menarik minat beli setelah penurunan tajam sehari sebelumnya, karena valuasinya dinilai lebih menarik.
Saham Apa yang Bergerak?

Saham pendorong utama adalah BBRI, BBCA, ANTM, MKNT, dan INDF. ANTM didukung kenaikan emas dunia sekitar 3%. Sebaliknya, BRPT, BRMS, AMMN, VKTR, dan ENRG menjadi penekan. ENRG tertekan penurunan harga minyak yang anjlok 8,7%.
Bagaimana Dibanding Sehari Sebelumnya?
Pada 3 November, IHSG anjlok 3,78% ke 4.904 dengan asing jual bersih Rp575 miliar. Laporan saat itu ada di IHSG ditutup anjlok 3,78% ke 4.904. Pemulihan tipis pada 4 November menunjukkan tekanan jual mulai mereda, meski belum menandakan pembalikan tren.
Bagaimana Pengaruh Pemilu AS?
Hasil pemilu sela AS yang menunjukkan Partai Demokrat menguasai Kongres memicu penguatan bursa global. Dow Jones naik 3,03% pada malam harinya. Pada pagi 4 November, IHSG sempat dibuka di 4.884 di tengah ketidakpastian, seperti dibahas di bursa Asia 4 November 2026.
Bagaimana Data PDB Mendukung?
Pada 5 November, BPS mengumumkan PDB kuartal III tumbuh 5,47%, di atas konsensus 5,20%. Data ini bisa mendukung saham bank dan konsumen yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi. Investor akan melihat apakah data ini memicu arus masuk asing.
Bagaimana Level Teknikal?
| Level | Jenis | Keterangan |
|---|---|---|
| 5.000 | Resistance | Level psikologis |
| 4.994 | Resistance | Sesi I 3 Nov |
| 4.919,77 | Penutupan | 4 November |
| 4.904 | Support | Penutupan 3 Nov |
| 4.826 | Support | Low intraday 4 Nov |
Penembusan kembali di atas 5.000 diperlukan untuk menandakan pemulihan yang lebih kuat. Dasar membaca level ini dijelaskan di support, resistance, dan moving average IHSG.
Bagaimana Peran Rupiah?
Rupiah ditutup di Rp18.168 pada 4 November, lalu dibuka menguat ke Rp18.081 pada 5 November. Penguatan rupiah biasanya mendukung saham, terutama perbankan dan konsumen, karena mengurangi risiko kurs bagi investor asing.
Bagaimana Sentimen Investor?
Volatilitas IHSG dalam beberapa hari terakhir sangat tinggi. Penurunan ke sekitar 4.826 di tengah sesi sebelum ditutup naik menunjukkan adanya pembeli di level rendah. Namun, investor tetap berhati-hati menunggu kejelasan arah dana asing.
Bagaimana Pengaruh Harga Komoditas?
Saham tambang emas didukung kenaikan emas dunia, sementara saham energi tertekan penurunan minyak. Saham batu bara bergerak campuran. Perbedaan arah komoditas membuat kinerja sektor energi dan bahan baku tidak seragam.
Bagaimana Kinerja Indeks Sepekan?
Dalam sepekan terakhir, IHSG bergerak sangat volatil. Pada 29 Oktober, IHSG anjlok 3,49% ke 5.098, lalu turun ke bawah 5.000 pada awal November. Laporan saat itu ada di IHSG 29 Oktober 2026 anjlok 3,49%. Level 4.919,77 masih jauh di bawah posisi akhir Oktober.
Bagaimana Saham Bank Besar?
BBRI dan BBCA memiliki bobot besar di IHSG, sehingga pergerakannya sangat menentukan arah indeks. Kenaikan saham bank pada 4 November menunjukkan investor melihat valuasi menarik setelah penurunan tajam. Data PDB yang kuat bisa memperkuat prospek kredit dan laba bank.
Bagaimana Saham Tambang Emas?
ANTM menjadi salah satu pendorong IHSG seiring kenaikan emas dunia sekitar 3%. Harga emas yang lebih tinggi meningkatkan prospek pendapatan perusahaan tambang emas. Namun, saham AMMN justru menjadi penekan, menunjukkan perbedaan faktor di setiap saham tambang.
Bagaimana Market Breadth?
Selain indeks, investor memperhatikan jumlah saham naik dibanding turun. Market breadth yang membaik menandakan pemulihan lebih luas. Penjelasan cara membacanya ada di market breadth: saham naik vs turun.
Bagaimana Mengelola Risiko?
Volatilitas IHSG yang tinggi menuntut disiplin. Hindari membeli dalam jumlah besar sekaligus, tetapkan batas kerugian, dan diversifikasi ke beberapa sektor. Investor jangka panjang bisa memanfaatkan penurunan untuk membeli bertahap saham berkualitas.
Bagaimana Sektor Teknologi Lokal?
Sektor teknologi naik 0,80%, berbeda dengan saham chip Asia yang tertekan. Saham teknologi Indonesia lebih banyak bergerak di bidang digital dan layanan, sehingga tidak terlalu terpengaruh siklus semikonduktor global.
Bagaimana Sektor Barang Konsumen?
Sektor barang konsumen nonsiklikal naik 0,27%, dipimpin INDF. Saham konsumen biasanya lebih defensif dan dicari saat pasar bergejolak, karena permintaan produknya relatif stabil.
Apa yang Perlu Dipantau?
- Arus dana asing setelah data PDB.
- Pergerakan bursa Asia dan Wall Street.
- Nonfarm payrolls AS pada 6 November.
Data resmi tersedia di Bursa Efek Indonesia dan statistik ekonomi di Badan Pusat Statistik.
Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi transaksi. Investasi saham dan trading berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa volume transaksi IHSG 4 November?
250,94 juta lot.
Di mana IHSG ditutup pada 4 November 2026?
4.919,77, naik 0,32%.
Berapa nilai transaksi IHSG 4 November?
Rp9,65 triliun.
Sektor apa yang memimpin?
Sektor keuangan dengan kenaikan 1,15%.
Saham apa yang menjadi pendorong?
BBRI, BBCA, ANTM, MKNT, dan INDF.
Berapa low intraday IHSG 4 November?
Sekitar 4.826.


