Sydney Tokyo London New York
Ekonomi & Politik

Peluang The Fed Naik Desember 78% Jelang ADP, ISM Jasa, dan Nonfarm Payrolls Pekan Pertama November

Setelah pemilu, fokus pasar kembali ke data ekonomi AS. Ini alasan Fed diperkirakan naik, jadwal data, dan apa artinya bagi rupiah dan pasar Indonesia.

Peluang The Fed Naik Desember 78% Jelang ADP, ISM Jasa, dan Nonfarm Payrolls Pekan Pertama November

Peluang The Fed naik Desember sekitar 78% menurut CME FedWatch menjelang rangkaian data tenaga kerja AS: ADP dan ISM jasa pada 4 November malam WIB, serta nonfarm payrolls pada Jumat, 6 November, yang diperkirakan bertambah sekitar 55 ribu dengan pengangguran 4,2%. Fed menahan suku bunga di 3,75–4,00% pada akhir Oktober.

Hasil awal pemilu sela AS sempat melemahkan dolar, tetapi arah kebijakan Fed tetap lebih ditentukan data inflasi dan tenaga kerja.

Fakta kunci: Peluang The Fed Naik Desember 78% Jelang ADP, ISM Jasa, dan Nonfarm Payrolls Pekan Pertama November
Jadwal data ekonomi AS pekan pertama November 2026 (WIB).

Mengapa Fed Diperkirakan Naik?

Inflasi AS masih jauh di atas target 2%. Inflasi konsumen September tercatat 3,7% dan inflasi PCE kuartal III 3,6%. Indeks harga ISM manufaktur Oktober berada di 75,2, menunjukkan tekanan biaya produksi yang tinggi. Beberapa pejabat Fed menyerukan kenaikan lanjutan untuk mencegah ekspektasi inflasi naik. Data inflasi dibahas di inflasi AS September 2026 3,7% dan PPI 6,3%.

Apa Peran Data Tenaga Kerja?

Indikator inflasi AS yang mendorong ekspektasi kenaikan Fed
Indikator inflasi AS yang menjadi alasan ekspektasi kenaikan.

Fed memiliki mandat ganda: stabilitas harga dan lapangan kerja maksimal. Pasar tenaga kerja yang tetap kuat memberi ruang bagi Fed untuk menaikkan suku bunga tanpa khawatir memicu lonjakan pengangguran. Data yang lemah bisa membuat Fed menunda kenaikan meski inflasi tinggi.

Apa Jadwal Data Pekan Ini?

DataWaktu WIBFokus
ADP4 Nov, 20.15Pekerjaan sektor swasta
ISM jasa4 Nov, 22.00Aktivitas dan harga jasa
Klaim pengangguran5 Nov, 20.30PHK mingguan
Nonfarm payrolls6 Nov, 20.30Pekerjaan, pengangguran, upah

Apa Perkiraan Nonfarm Payrolls?

Pasar memperkirakan penambahan sekitar 55 ribu pekerjaan dengan pengangguran 4,2%. Selain angka utama, pasar memperhatikan pertumbuhan upah per jam dan revisi data bulan sebelumnya. Upah yang tumbuh kuat bisa memperbesar kekhawatiran inflasi jasa. Cara membaca data ekonomi dijelaskan di cara membaca kalender ekonomi forex.

Bagaimana Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi?

PDB AS kuartal III tumbuh 3,4%, di atas perkiraan, dan ISM manufaktur Oktober naik ke 55,5. Ekonomi yang tumbuh kuat bersama inflasi tinggi memperkuat argumen kenaikan suku bunga. Data PDB dibahas di PDB AS kuartal III 2026 tumbuh 3,4%.

Bagaimana Pengaruh Hasil Pemilu?

Hasil awal pemilu yang menunjukkan Demokrat unggul di DPR menurunkan yield karena ekspektasi fiskal lebih terbatas. Kebijakan fiskal yang lebih ketat secara teori bisa mengurangi tekanan inflasi dalam jangka panjang, tetapi dampaknya baru terasa setelah beberapa waktu dan tidak mengubah keputusan Fed dalam waktu dekat.

Skenario Data dan Dampaknya

Jika payrolls jauh di atas perkiraan dan upah naik kuat, peluang kenaikan Fed bisa naik di atas 80%, dolar menguat, dan tekanan pada rupiah bertambah. Jika data sesuai perkiraan, peluang bertahan di sekitar 78%. Jika data jauh lebih lemah, peluang kenaikan bisa turun, dolar melemah, dan emas berpeluang menguji US$4.000.

Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Kenaikan suku bunga Fed memperlebar selisih dengan BI Rate 5,75%, yang bisa mendorong dana keluar dari aset rupiah. Bank Indonesia akan mempertimbangkan arah Fed dalam RDG 17–18 November. Kaitannya dibahas di suku bunga riil Indonesia 2,47%.

Bagaimana Pandangan Pejabat Fed?

Pejabat Fed tidak satu suara. Sebagian menekankan risiko inflasi yang bertahan dan mendukung kenaikan lanjutan, sementara yang lain melihat tanda pelemahan pasar tenaga kerja dan meminta kehati-hatian. Data pekan ini bisa menentukan pandangan mana yang lebih dominan.

Bagaimana Dot Plot Fed?

Rapat Desember akan disertai proyeksi ekonomi dan dot plot terbaru yang menunjukkan perkiraan suku bunga tiap anggota FOMC. Dot plot sering lebih menggerakkan pasar dibanding keputusan suku bunga, karena memberi petunjuk jalur kebijakan 2027. Cara membacanya ada di cara membaca dot plot The Fed.

Bagaimana Pengaruh Harga Energi?

Harga minyak yang turun dari di atas US$113 pada 30 Oktober ke sekitar US$103 pada 3 November bisa sedikit mengurangi tekanan inflasi energi. Namun, Fed lebih memperhatikan inflasi inti yang tidak memasukkan energi dan pangan, sehingga penurunan minyak tidak otomatis mengubah arah kebijakan.

Bagaimana Pasar Memperhitungkan Kenaikan?

Peluang 78% berarti pasar sudah memperhitungkan sebagian besar kemungkinan kenaikan. Akibatnya, keputusan naik pada Desember mungkin tidak terlalu mengejutkan. Yang lebih menentukan reaksi pasar adalah pesan tentang kenaikan lanjutan pada 2027.

Bagaimana Dampak ke Pasar Saham?

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya pinjaman perusahaan dan menurunkan valuasi saham, terutama saham pertumbuhan. Sebaliknya, saham bank bisa diuntungkan dari margin bunga yang lebih lebar. Data pekan ini bisa memicu rotasi sektor di pasar saham AS.

Apa yang Perlu Dipantau?

  • ADP dan ISM jasa pada 4 November malam WIB.
  • Nonfarm payrolls, pengangguran, dan upah pada 6 November.
  • Pernyataan pejabat Fed setelah data.
  • Pergerakan yield Treasury dan dolar.

Data resmi tersedia di U.S. Bureau of Labor Statistics dan Federal Reserve.

Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi investasi. Investasi saham mengandung risiko.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu dot plot?

Grafik perkiraan suku bunga masing-masing anggota FOMC yang dirilis bersama proyeksi ekonomi.

Berapa peluang Fed naik Desember 2026?

Sekitar 78% menurut CME FedWatch.

Berapa suku bunga Fed saat ini?

3,75–4,00%.

Kapan nonfarm payrolls dirilis?

Jumat, 6 November 2026 pukul 20.30 WIB.

Mengapa Fed diperkirakan naik?

Karena inflasi masih jauh di atas target 2% dan ekonomi tumbuh kuat.

Apa dampaknya bagi rupiah?

Kenaikan Fed memperlebar selisih suku bunga dan bisa menekan rupiah.