Pada penutupan 30 Oktober 2026, indeks saham utama dunia berada di posisi berikut: Nikkei 225 sekitar 63.290, DAX Jerman 25.818, FTSE 100 Inggris 10.730, CAC 40 Prancis 7.969, Hang Seng 23.294, Sensex India 74.460, S&P 500 sekitar 7.580, dan IHSG 5.057.
Kinerja Oktober sangat berbeda antarnegara: indeks Stoxx 600 Eropa masih naik sekitar 1,9% sepanjang bulan, sementara IHSG turun 16,70%. Perbedaan ini mencerminkan faktor lokal seperti arus dana asing, kurs mata uang, dan komposisi sektor indeks.

Bagaimana Posisi Indeks Utama?
| Indeks | Negara/wilayah | Penutupan 30 Okt |
|---|---|---|
| S&P 500 | AS | sekitar 7.580 |
| Dow Jones | AS | sekitar 51.770 |
| Nasdaq Composite | AS | sekitar 25.437 |
| Nikkei 225 | Jepang | sekitar 63.290 |
| Hang Seng | Hong Kong | sekitar 23.294 |
| DAX | Jerman | sekitar 25.818 |
| FTSE 100 | Inggris | sekitar 10.730 |
| CAC 40 | Prancis | sekitar 7.969 |
| Sensex | India | sekitar 74.460 |
| IHSG | Indonesia | 5.057,05 |
Mengapa Kinerja Bursa Berbeda-beda?

Komposisi sektor. Indeks yang didominasi saham teknologi, seperti Nasdaq dan KOSPI, lebih terdampak aksi jual teknologi akhir Oktober. Indeks dengan bobot besar di sektor farmasi, energi, atau perbankan, seperti FTSE 100, lebih tahan.
Arus dana asing. Bursa negara berkembang seperti Indonesia sangat dipengaruhi arus dana asing. Jual bersih asing sekitar Rp3 triliun sepekan menekan IHSG. Sebaliknya, bursa negara maju lebih didominasi investor domestik dan institusi besar.
Kurs mata uang. Rupiah melemah sekitar 1,41% sepanjang Oktober, mengurangi imbal hasil investor asing dalam dolar dan mendorong penjualan. Euro yang melemah justru bisa membantu eksportir Eropa.
Faktor domestik. Isu klasifikasi pasar dan likuiditas membebani bursa Indonesia, seperti dibahas di IHSG 29 Oktober anjlok 3,49%.
Bagaimana Kondisi Bursa Asia di Awal November?
Pada Senin, 2 November, KOSPI turun 1,6% ke 5.637,77, Topix turun 0,7%, dan ASX 200 turun 0,3% ke 8.878,70. Bursa Jepang libur pada Selasa, 3 November. Bursa Tiongkok dibayangi PMI manufaktur resmi yang turun ke 49,3.
Apa yang Bisa Dipelajari Investor Indonesia?
- Diversifikasi geografis dapat mengurangi risiko jika satu bursa tertekan faktor lokal, misalnya melalui reksa dana global.
- Perhatikan risiko kurs: berinvestasi di luar negeri berarti menghadapi pergerakan mata uang.
- Pahami komposisi indeks: indeks yang sama-sama “naik” bisa didorong sektor berbeda.
- Jangan mengejar kinerja masa lalu: bursa yang naik tinggi bisa terkoreksi, seperti KOSPI yang sensitif terhadap saham cip.
Apa Arti Level Indeks yang Tinggi?
Level indeks yang tinggi, seperti Nikkei di atas 63.000 atau Dow di atas 51.000, tidak otomatis berarti pasar mahal. Level indeks bergantung pada cara penghitungan dan sejarah masing-masing indeks. Untuk menilai murah atau mahal, investor biasanya melihat rasio valuasi seperti PER dan pertumbuhan laba, bukan angka indeks. Perbandingan antarindeks juga sebaiknya memakai persentase perubahan, bukan selisih poin, karena basis setiap indeks berbeda. Misalnya, kenaikan 500 poin pada Dow bernilai persentase jauh lebih kecil dibanding 500 poin pada IHSG.
Bagaimana Mengikuti Pergerakan Indeks Dunia?
Investor dapat memantau penutupan indeks utama setiap hari melalui situs bursa atau penyedia data keuangan. Karena zona waktu berbeda, urutan pembukaan pasar dimulai dari Asia-Pasifik, lalu Eropa, kemudian AS. Pergerakan Wall Street malam hari sering memengaruhi pembukaan bursa Asia keesokan paginya. Cara membaca aktivitas transaksi bursa dibahas di volume, nilai, dan frekuensi transaksi saham.
Bagaimana Peran Harga Energi?
Harga minyak yang tinggi memengaruhi bursa secara berbeda. Bursa dengan banyak saham energi, seperti FTSE 100, cenderung lebih tahan, sementara bursa negara pengimpor energi bisa tertekan karena biaya produksi dan inflasi naik. Pada Oktober, WTI naik sekitar 15,2%, yang ikut menjelaskan perbedaan kinerja antarbursa. Analisis minyak terbaru ada di harga minyak awal November 2026. Di Indonesia, saham energi seperti PGAS dan PTBA justru menguat di tengah penurunan IHSG, menunjukkan rotasi sektor yang dipengaruhi harga komoditas.
Bagaimana Perbandingan dengan Wall Street?
Wall Street mencatat hari terburuk sejak Juni pada 30 Oktober, sementara bursa Eropa hanya turun tipis. Rinciannya ada di Wall Street 30 Oktober 2026, sedangkan arus asing di BEI dibahas di saham net buy asing 30 Oktober.
Apa Agenda yang Bisa Menggerakkan Bursa Dunia Pekan Ini?
Pemilu sela AS, keputusan RBA dan Bank of England, inflasi zona euro, laporan keuangan perusahaan besar seperti Apple, Toyota, dan Sony, serta data tenaga kerja AS pada Jumat.
Data indeks resmi tersedia di Bursa Efek Indonesia dan Japan Exchange Group.
Konten ini bersifat informasi dan edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Investasi saham mengandung risiko; lakukan analisis sendiri sebelum mengambil keputusan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa posisi FTSE 100 pada 30 Oktober 2026?
Sekitar 10.730, naik tipis berkat saham farmasi.
Berapa posisi Nikkei pada 30 Oktober 2026?
Sekitar 63.290.
Berapa posisi DAX pada 30 Oktober 2026?
Sekitar 25.818.
Berapa penutupan IHSG pada 30 Oktober 2026?
5.057,05, turun 16,70% sepanjang Oktober.
Bagaimana kinerja bursa Eropa sepanjang Oktober?
Indeks Stoxx 600 masih naik sekitar 1,9% sepanjang bulan.
Mengapa IHSG turun jauh lebih dalam dibanding bursa lain?
Karena arus keluar dana asing, pelemahan rupiah, dan faktor domestik seperti isu klasifikasi pasar.


