Sydney Tokyo London New York
Indeks & Saham

Wall Street 29 Oktober 2026: Nasdaq Turun 1,4%, Alphabet Anjlok, Crocs dan Carvana Melonjak

Musim laporan keuangan membuat pergerakan saham AS sangat beragam. Alphabet menekan Nasdaq, sementara sejumlah saham lain melonjak tajam.

Wall Street 29 Oktober 2026: Nasdaq Turun 1,4%, Alphabet Anjlok, Crocs dan Carvana Melonjak

Wall Street ditutup melemah pada 29 Oktober 2026: Nasdaq turun sekitar 1,4% dan S&P 500 melemah 0,3%, terutama karena saham Alphabet anjlok sekitar 12% setelah laporan keuangan yang mengecewakan. Menariknya, sekitar 81% saham di S&P 500 justru naik, menunjukkan tekanan terpusat di saham teknologi berbobot besar. Di sisi lain, Crocs melonjak sekitar 23% dan Carvana sekitar 15% setelah laporan kuartalan yang kuat.

Fakta kunci: Wall Street 29 Oktober 2026: Nasdaq Turun 1,4%, Alphabet Anjlok, Crocs dan Carvana Melonjak
Saham AS dengan pergerakan besar pada 29 Oktober 2026.

Mengapa Nasdaq Turun Lebih Dalam?

Alphabet melaporkan pendapatan dan laba di bawah perkiraan, pertumbuhan iklan pencarian yang melambat, dan arus kas bebas negatif akibat belanja AI yang besar. Karena Alphabet berbobot besar di Nasdaq, penurunannya langsung menekan indeks. Saham terkait infrastruktur AI seperti Marvell juga turun lebih dari 13%. Konteks belanja AI dan arus kas dibahas di cara membaca arus kas bebas.

Mengapa S&P 500 Hanya Turun 0,3%?

Sekitar 406 dari 500 saham di S&P 500, atau sekitar 81%, justru naik. Indeks tetap turun karena saham teknologi besar memiliki bobot sangat tinggi. Kondisi ini menunjukkan perbedaan antara kinerja indeks berbobot kapitalisasi dan kinerja rata-rata saham. Konsep market breadth dibahas di market breadth saham naik vs turun.

Saham Apa yang Bergerak Paling Besar?

Pergerakan indeks saham AS pada 29 Oktober 2026
Indeks teknologi turun lebih dalam dibanding indeks luas.
SahamPergerakanPenyebab
Crocssekitar +23%Laporan kuartalan kuat
Carvanasekitar +15%Pendapatan kuartal III rekor US$8,04 miliar
DoorDashsekitar +5%Rencana akuisisi Instacart sekitar US$17 miliar
Alphabetsekitar −12%Pendapatan meleset, arus kas bebas negatif
Marvellsekitar −13%Kekhawatiran belanja AI
Fortinetsekitar −23%Reaksi negatif terhadap laporan
ServiceNowsekitar −25%Reaksi negatif terhadap laporan

Bagaimana Kinerja Big Tech Lain?

Microsoft melaporkan laba di atas perkiraan dengan pertumbuhan Azure 48%. Sahamnya sempat naik di pra-pasar lalu bergerak datar. Meta naik tipis, sedangkan Amazon dan Intel melemah setelah jam bursa karena laporan yang dirilis setelah pasar tutup. Investor kini lebih selektif dalam menilai monetisasi AI masing-masing perusahaan.

Bagaimana Data Ekonomi Memengaruhi Pasar?

Data PDB AS kuartal III tumbuh 3,4%, di atas perkiraan, dan inflasi PCE September 3,6%. Data ini memperkecil peluang penurunan suku bunga, tetapi yield Treasury justru turun ke sekitar 4,9% pada 30 Oktober karena permintaan aset aman. The Fed sebelumnya menahan suku bunga di 3,75–4,00%. Hubungan yield dan valuasi saham dibahas di premi risiko saham S&P 500.

Bagaimana Sektor Kesehatan Bergerak?

Eli Lilly melaporkan laba per saham disesuaikan US$7,48, di atas perkiraan US$6,26, dan menaikkan proyeksi pendapatan 2026 ke US$91–92 miliar. Kinerja ini menjadi kontras dengan tekanan di saham teknologi.

Apa Dampaknya bagi Bursa Asia dan Indonesia?

Penurunan saham teknologi AS biasanya memengaruhi bursa Asia yang banyak berisi saham teknologi, seperti Taiwan dan Korea. Bagi IHSG, pengaruhnya lebih tidak langsung karena bursa Indonesia lebih didominasi sektor keuangan dan komoditas. Pada 29 Oktober, IHSG justru anjlok 3,49% karena faktor domestik terkait isu MSCI. Hubungan indeks global dan IHSG dibahas di indeks saham global dan pengaruhnya ke IHSG.

Apa yang Perlu Dipantau Selanjutnya?

  • Laporan keuangan perusahaan teknologi lain, termasuk Nvidia pada November.
  • Data tenaga kerja AS pada 6 November pukul 20.30 WIB.
  • Pemilu sela AS pada 3 November.
  • Mulai 2 November, bursa AS dibuka pukul 21.30 WIB karena AS kembali ke waktu standar.

Apa Pelajaran bagi Investor?

Musim laporan keuangan dapat menghasilkan pergerakan ekstrem pada satu saham, baik naik maupun turun. Diversifikasi dan ukuran posisi yang wajar membantu mengurangi risiko satu laporan keuangan yang mengecewakan.

Mengapa Reaksi Laporan Keuangan Begitu Ekstrem?

Pada musim laporan keuangan, harga saham bergerak berdasarkan selisih antara hasil aktual dan ekspektasi, serta panduan ke depan. Ketika valuasi sudah tinggi, sedikit kekecewaan dapat memicu penurunan dua digit, seperti yang dialami ServiceNow dan Fortinet. Sebaliknya, hasil yang jauh di atas perkiraan pada saham yang sebelumnya diremehkan bisa memicu lonjakan besar, seperti Crocs. Karena itu, investor yang memegang saham menjelang laporan keuangan perlu siap menghadapi gap harga yang lebar.

Bagaimana Investor Indonesia Mengakses Saham AS?

Investor Indonesia dapat membeli saham AS melalui perusahaan efek yang menyediakan layanan saham global atau melalui reksa dana global. Perhatikan biaya, pajak, dan risiko kurs, karena hasil dalam rupiah juga dipengaruhi pergerakan dolar AS.

Data resmi laporan perusahaan AS tersedia di SEC EDGAR, sedangkan data PDB AS dapat dibaca di Bureau of Economic Analysis.

Konten ini bersifat informasi dan edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Harga saham dapat naik dan turun; keputusan investasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa pendapatan Carvana kuartal III 2026?

Carvana mencatat pendapatan kuartalan rekor sekitar US$8,04 miliar, dan sahamnya naik sekitar 15%.

Berapa penurunan Nasdaq pada 29 Oktober 2026?

Nasdaq turun sekitar 1,4%, sementara S&P 500 turun sekitar 0,3%.

Mengapa S&P 500 turun meski mayoritas saham naik?

Karena saham teknologi besar seperti Alphabet berbobot sangat tinggi, sehingga penurunannya menekan indeks meski sekitar 81% saham naik.

Saham apa yang melonjak pada 29 Oktober 2026?

Crocs naik sekitar 23%, Carvana sekitar 15%, dan DoorDash sekitar 5% setelah mengumumkan akuisisi Instacart.

Saham apa yang anjlok paling dalam?

ServiceNow sekitar 25%, Fortinet sekitar 23%, Marvell lebih dari 13%, dan Alphabet sekitar 12%.

Jam berapa bursa AS dibuka mulai November 2026?

Pukul 21.30 WIB, karena AS kembali ke waktu standar pada 1 November.