Pertamina menegaskan komitmen kuat pada keterbukaan informasi publik melalui transformasi tata kelola, inovasi digital, dan penguatan layanan inklusif. Langkah ini menjadi fondasi peningkatan kepercayaan masyarakat serta mendukung agenda energi berkelanjutan Indonesia.
Pertamina Tegaskan Transparansi sebagai Pilar Utama untuk Memperkuat Hubungan dengan Publik
PT Pertamina (Persero) kembali menekankan pentingnya prinsip keterbukaan informasi publik sebagai pondasi untuk membangun kepercayaan masyarakat. Dalam berbagai langkah transformasi yang telah dijalankan, perusahaan energi milik negara ini terus mendorong tata kelola yang lebih modern, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan publik. Mulai dari pembenahan sistem manajemen hingga digitalisasi layanan informasi, semua diarahkan untuk menciptakan iklim komunikasi yang lebih terbuka dan mudah diakses.
Komitmen ini sekaligus menunjukkan keseriusan Pertamina dalam menjaga hubungan yang konstruktif dengan masyarakat. Di tengah intensitas kebutuhan energi nasional dan dinamika industri global, kepercayaan publik terhadap BUMN energi menjadi faktor strategis dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan sektor energi nasional.
Dukungan Penuh terhadap Monev Keterbukaan Informasi Publik 2025
Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa perusahaan mendukung penuh pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia. Dalam presentasi uji publik di hadapan tim penilai di Jakarta pada Kamis (20/11), Simon menekankan bahwa akses informasi yang mudah dan transparan bukan hanya kewajiban regulatif, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat.
“Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung keterbukaan informasi dalam rangka memberikan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Simon.
Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi merupakan instrumen penting untuk memperkuat edukasi publik mengenai peran Pertamina sebagai penjaga ketahanan energi nasional. Transparansi ini selaras dengan visi besar pemerintah dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya mengenai upaya mewujudkan swasembada energi di masa mendatang.
Transparansi untuk Membangun Kepercayaan Publik dan Edukasi Energi
Simon menegaskan bahwa keterbukaan informasi tidak hanya berfungsi sebagai kanal komunikasi, tetapi juga sebagai medium edukasi yang memperkenalkan masyarakat pada berbagai program dan investasi strategis Pertamina dalam menjaga pasokan energi. Dengan semakin kompleksnya tantangan energi global, pemahaman publik terhadap langkah-langkah Pertamina menjadi penting untuk memperkuat dukungan terhadap kebijakan energi nasional.
“Pertamina siap menunjukkan langkah nyata dalam penyediaan informasi dan meningkatkan pelayanan informasi kepada masyarakat. Kami melayani sepenuh hati,” tutur Simon.
Keterlibatan Subholding dan Layanan Informasi yang Inklusif
Pertamina memastikan bahwa seluruh subholding dan lini bisnis terkait ikut terlibat aktif dalam mengimplementasikan kebijakan keterbukaan informasi publik. Komitmen ini mencakup:
-
Standar pelayanan yang seragam di seluruh unit usaha
-
Integrasi proses keterbukaan informasi dengan tata kelola digital modern
-
Peningkatan akses informasi bagi penyandang disabilitas
-
Pengembangan layanan informasi berbasis teknologi untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat, tanpa kecuali, dapat mengakses informasi yang akurat dan mudah dipahami
Inklusi digital menjadi salah satu fokus utama, mengingat karakteristik masyarakat Indonesia yang beragam. Pertamina berupaya memastikan bahwa tidak ada kelompok yang tertinggal dalam memperoleh informasi penting terkait energi.
Kolaborasi dengan Komisi Informasi Pusat dan Peran Masyarakat
Simon juga menegaskan bahwa keberhasilan implementasi keterbukaan informasi publik tidak dapat dicapai tanpa dukungan aktif Komisi Informasi Pusat RI serta partisipasi masyarakat. Kerja sama ini menjadi elemen penting dalam memperkuat ekosistem transparansi di Indonesia.
“Dengan dukungan Komisi Informasi Pusat RI dan masyarakat, Pertamina terus meningkatkan layanan keterbukaan informasi publik dan berkontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya menjalankan kebijakan internal, tetapi juga membangun kolaborasi strategis dengan lembaga independen dan publik sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik.
Komitmen Menuju Transisi Energi dan ESG
Sebagai salah satu perusahaan energi terbesar di Asia Tenggara, Pertamina juga membawa visi besar dalam mendukung percepatan transisi energi nasional. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk mendukung target Net Zero Emission 2060, selaras dengan kebijakan pemerintah.
Berbagai program transisi energi terus digulirkan, termasuk:
-
Pengembangan energi baru dan terbarukan
-
Peningkatan efisiensi operasional
-
Investasi pada teknologi ramah lingkungan
-
Penguatan rantai pasok energi rendah karbon
Seluruh langkah tersebut terintegrasi dalam penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) sebagai standar operasional di seluruh bisnis dan operasi Pertamina.
Dengan mengadopsi prinsip ESG secara konsisten, Pertamina berupaya memberikan dampak positif tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesejahteraan sosial dan tata kelola perusahaan. Hal ini menjadi bukti bahwa transparansi dan keberlanjutan menjadi dua pilar utama dalam strategi perusahaan menuju masa depan energi yang lebih hijau.

Comment