Skip to content
ForixDaily ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

  • Beranda
  • Pasar Forex
  • Komoditi
  • Indeks & Saham
  • Ekonomi & Politik
ForixDaily
ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

Nada Hawkish

Nada Hawkish The Fed Bikin Dolar AS Melonjak Pasar Pangkas Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

team, October 10, 2025October 13, 2025

Nada hawkish pejabat The Fed kembali menguatkan Dolar AS. Pasar kini memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga yang lebih agresif di tengah risiko inflasi yang masih tinggi dan perlambatan tenaga kerja.

Dolar AS Menguat di Tengah Nada Hawkish The Fed

Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Kamis (9/10), setelah munculnya komentar bernada lebih hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed). Pernyataan mereka menegaskan bahwa bank sentral masih berhati-hati terhadap risiko inflasi dan belum akan mengambil langkah pelonggaran moneter yang agresif.

Mengutip laporan Reuters, Jumat (10/10), Indeks Dolar (DXY) naik 0,62% menjadi 99,47, memperpanjang reli yang telah terbentuk sejak awal pekan. Kenaikan ini dipicu oleh risalah rapat The Fed bulan lalu yang menunjukkan bahwa para pejabat sepakat risiko terhadap pasar tenaga kerja meningkat, namun mereka tetap menilai inflasi masih perlu diwaspadai.

Risalah Rapat The Fed Isyaratkan Kewaspadaan terhadap Inflasi

Isi risalah rapat terbaru memperlihatkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed menilai tekanan inflasi memang mulai melandai, tetapi belum cukup untuk membenarkan pelonggaran moneter yang cepat. Dengan kata lain, The Fed belum sepenuhnya yakin bahwa inflasi sudah terkendali.

“Kami melihat nada yang lebih hawkish dari pembuat kebijakan The Fed, baik dalam risalah rapat maupun komentar terbaru. Hal itu menekan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga yang lebih besar,” ujar Karl Schamotta, Kepala Strategi Pasar di Corpay.

Pernyataan Schamotta mencerminkan pandangan umum di pasar bahwa The Fed akan tetap berhati-hati, terutama setelah data ekonomi terbaru menunjukkan tanda-tanda ketahanan inflasi di tengah pelemahan tenaga kerja.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Menurun

Sebelum risalah rapat dirilis, pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga lebih dari satu kali hingga akhir tahun ini. Namun kini, peluang pemangkasan agresif mulai menurun.

Pelaku pasar memperkirakan 95% peluang The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 28–29 Oktober. Sementara peluang pemangkasan tambahan pada Desember turun menjadi 82%, dari sebelumnya 90% pekan lalu.

Kondisi ini mencerminkan sikap pasar yang semakin realistis terhadap kebijakan moneter The Fed yang masih cenderung ketat dalam waktu dekat.

Pejabat The Fed Tekankan Kehati-hatian

Beberapa pejabat tinggi The Fed juga memberikan sinyal yang senada.
Gubernur The Fed, Michael Barr, menegaskan bahwa penurunan suku bunga perlu dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan risiko baru bagi stabilitas harga.

“Kami tidak ingin terburu-buru menurunkan suku bunga, karena risiko inflasi masih ada,” tegas Barr.

Sementara itu, Presiden The Fed New York, John Williams, menilai bahwa pelonggaran tambahan mungkin diperlukan menjelang akhir tahun ini, terutama jika pasar tenaga kerja terus menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

“Kami akan terus mengevaluasi data tenaga kerja dan inflasi. Jika perlambatan ekonomi berlanjut, pemangkasan tambahan bisa menjadi opsi,” ujarnya.

Pandangan berbeda di antara pejabat The Fed ini mencerminkan dinamika kebijakan moneter AS yang masih penuh ketidakpastian. Namun satu hal pasti: The Fed tidak ingin kehilangan kendali atas inflasi yang sempat melonjak tinggi pada 2022–2023.

Inflasi Jadi Fokus Utama Bank Sentral

Inflasi masih menjadi isu utama dalam pengambilan kebijakan The Fed. Meskipun data terbaru menunjukkan penurunan bertahap, inflasi inti masih berada di atas target 2% yang ditetapkan bank sentral.

Kondisi ini menempatkan The Fed dalam posisi yang sulit — di satu sisi ingin mendorong pertumbuhan ekonomi melalui suku bunga yang lebih rendah, tetapi di sisi lain masih harus menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi lonjakan inflasi baru.

Investor kini memantau dengan cermat setiap pernyataan pejabat bank sentral, karena sedikit perubahan nada bisa memicu pergerakan besar di pasar mata uang dan obligasi.

Pasar Juga Waspadai Isu Penutupan Pemerintahan AS

Selain kebijakan moneter, pelaku pasar turut memantau potensi penutupan pemerintahan (government shutdown) yang sedang berlangsung di Amerika Serikat. Kondisi ini dipicu oleh ketegangan antara partai politik di Kongres mengenai anggaran negara.

Menteri Perhubungan AS, Sean Duffy, bahkan memperingatkan bahwa absensi berulang dari para pengatur lalu lintas udara mulai menyebabkan gangguan besar penerbangan di sejumlah wilayah.
Hal ini menambah tekanan terhadap sektor transportasi dan pariwisata AS, yang sebelumnya sudah terpengaruh oleh ketidakpastian ekonomi.

Investor Fokus pada Data Ekonomi Berikutnya

Ke depan, pelaku pasar akan menunggu rilis data penting seperti inflasi konsumen (CPI), pengangguran, dan penjualan ritel untuk melihat arah kebijakan The Fed selanjutnya. Jika data menunjukkan inflasi masih bertahan tinggi, maka peluang penurunan suku bunga lanjutan bisa semakin kecil.

Sebaliknya, bila data memperlihatkan perlambatan yang lebih tajam di sektor tenaga kerja, maka tekanan terhadap The Fed untuk memangkas suku bunga bisa meningkat.

Namun untuk saat ini, nada kebijakan The Fed masih jelas: lebih hawkish, lebih hati-hati, dan berorientasi pada stabilitas harga.

Dolar Masih Punya Tenaga untuk Menguat

Dengan nada hawkish yang kembali digaungkan oleh pejabat The Fed, Dolar AS kemungkinan masih punya ruang untuk menguat dalam jangka pendek.
Pasar kini menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter yang lebih konservatif.

Meskipun ada risiko perlambatan ekonomi, investor tampaknya lebih percaya bahwa The Fed akan tetap fokus pada pengendalian inflasi ketimbang mempercepat pemangkasan suku bunga.
Akibatnya, permintaan terhadap Dolar sebagai aset safe haven meningkat, terutama di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi global yang terus berlangsung.

Pasar Forex DolarASEkonomiASSukuBunga

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Pasar Forex USD/CNH

USD/CNH Masih dalam Kisaran Ketat: Momentum Kenaikan Menguat, 7,1480 Jadi Level Kunci Menurut UOB Group

October 7, 2025October 8, 2025

USD/CNH diperkirakan tetap bergerak dalam kisaran 7,1340–7,1480. Analis UOB Group menilai momentum bullish mulai terbentuk, namun kenaikan berkelanjutan baru akan terkonfirmasi jika menembus di atas 7,1480. Pasangan USD/CNH menunjukkan pergerakan stabil namun tetap dalam kisaran sempit antara 7,1340 dan 7,1480, sesuai analisis terbaru dari UOB Group. Menurut analis valas Quek…

Read More
Pasar Forex penurunan

GBP/USD Mengalami Penurunan Hingga ke 1,3150

November 14, 2025

Pound Sterling mengalami penurunan setelah pemerintah Inggris membatalkan rencana kenaikan tarif pajak penghasilan. Kombinasi kekhawatiran fiskal, potensi pemotongan suku bunga BoE, serta pelemahan Dolar AS mendorong GBP/USD turun menuju 1,3150. Analisis lengkap pergerakan dan sentimen pasar terbaru. Pound Tertekan Setelah Inggris Membatalkan Rencana Kenaikan Pajak Pasangan mata uang GBP/USD kembali…

Read More
Pasar Forex data

CAD Menguat Kencang: Data Tenaga Kerja Kanada yang Solid Tekan USD dan Ubah Arah Pasar – Analisis Scotiabank

December 8, 2025

Dolar Kanada (CAD) menguat tajam setelah data lapangan pekerjaan Kanada mencatat kinerja solid, mematahkan tren bullish USD dan memicu perubahan ekspektasi kebijakan moneter. Simak analisis lengkap pergerakan CAD, prospek suku bunga, dan level teknikal kunci menurut Scotiabank. CAD Melonjak Setelah Data Pekerjaan Kanada Menguat, Sementara Pasar Tenaga Kerja AS Melemah…

Read More

Comment

  1. Pingback: Dolar AS Menguat di Atas 98,50: Optimisme Trump Soal Tiongkok Dorong Sentimen Pasar - ForixDaily

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Mal Pelayanan Publik Cikampek, Perluas Akses Layanan Warga Karawang
  • Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba
  • Pound Sterling Menguat di Tengah Lonjakan Harga Ritel Inggris: Sinyal Bullish Baru bagi GBP
  • IHSG Terkoreksi Tajam di Awal Pekan, Analis Ungkap Aksi Profit Taking hingga Sentimen Global
  • GBP/USD Bertahan Bullish, Mengincar 1,3700 di Tengah Tekanan Dolar dan Data Inggris yang Solid

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
©2026 ForixDaily | WordPress Theme by SuperbThemes