Harga emas dunia turun lebih dari 6% sepanjang Oktober 2026, mencatat penurunan bulan Oktober terburuk sejak 2008, dengan penurunan sekitar 3,7% pada hari terakhir bulan itu ke kisaran US$3.876 per ons, level terendah dalam setahun.
Penurunan ini dipicu ekspektasi suku bunga AS yang tinggi dan aksi jual aset likuid setelah saham teknologi jatuh. Meski sama-sama terjadi di bulan Oktober, kondisi 2026 berbeda dengan krisis 2008, terutama dari sisi suku bunga dan inflasi, sehingga pelajarannya juga perlu dibaca dengan hati-hati.

Apa yang Terjadi pada Oktober 2026?
Emas sempat berada di sekitar US$4.060 pada 28 Oktober, menjelang keputusan The Fed. Setelah The Fed menahan suku bunga dengan dua anggota memilih kenaikan, lalu data PDB AS 3,4% dan PCE 3,6% dirilis, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember sekitar 75%. Pada 30 Oktober, saham teknologi AS jatuh tajam, dengan Nasdaq turun 2,9%, dan sebagian investor menjual emas untuk memenuhi kebutuhan margin. Emas pun jatuh sekitar 3,7% dalam sehari. Analisis proyeksi emas setelah FOMC ada di proyeksi harga emas akhir 2026 dan 2027.
Apa yang Terjadi pada Oktober 2008?
Oktober 2008 adalah puncak krisis keuangan global setelah runtuhnya bank investasi besar di AS. Pasar saham jatuh tajam di seluruh dunia, dan investor menjual hampir semua aset untuk mendapatkan uang tunai. Emas sempat turun bersama aset lain meski dikenal sebagai aset aman. Setelah kepanikan mereda dan bank sentral memangkas suku bunga serta mencetak likuiditas, emas naik kuat dalam beberapa tahun berikutnya.
Apa Persamaan dan Perbedaannya?

Persamaan: pada kedua periode, emas turun bersama saham karena kebutuhan likuiditas. Investor yang terkena kerugian menjual aset yang paling mudah dicairkan, termasuk emas.
Perbedaan: pada 2008, bank sentral menurunkan suku bunga secara agresif dan inflasi turun, yang kemudian sangat mendukung emas. Pada 2026, inflasi justru tinggi akibat harga energi, dan bank sentral cenderung menaikkan suku bunga. Suku bunga yang tinggi menambah biaya peluang memegang emas, sehingga pemulihan emas mungkin tidak secepat setelah 2008.
| Aspek | 2008 | 2026 |
|---|---|---|
| Arah suku bunga | Turun tajam | Tinggi, peluang naik |
| Inflasi | Turun | Tinggi |
| Harga minyak | Jatuh | Tinggi, di atas US$100 |
| Dukungan emas setelahnya | Kuat | Belum jelas |
Bagaimana Emas Setelah Penurunan?
Pada 2 November, emas memantul sekitar 0,8% ke sekitar US$3.905. ANZ memperkirakan emas berkonsolidasi di sekitar US$4.000, mungkin sempat turun di bawahnya sebelum pulih berkelanjutan. Pembelian emas oleh bank sentral dan arus masuk ETF emas yang tinggi tahun ini, seperti dibahas di arus masuk ETF emas rekor US$31 miliar kuartal III, menjadi faktor yang bisa menopang harga dalam jangka menengah.
Apa Pelajaran bagi Investor Emas?
- Emas bisa turun tajam dalam jangka pendek, bahkan saat pasar saham jatuh.
- Jangan memakai leverage berlebihan pada posisi emas, karena kebutuhan margin bisa memicu penjualan paksa.
- Fokus pada tujuan jangka panjang: emas sebagai pelindung nilai biasanya dinilai dalam hitungan tahun, bukan minggu.
- Gunakan pembelian bertahap untuk mengurangi risiko membeli di harga puncak.
- Perhatikan faktor suku bunga: arah kebijakan The Fed tetap menjadi penentu penting.
Bagaimana Dampaknya pada Emas Antam?
Emas Antam turun lebih kecil karena rupiah melemah. Harga 1 gram turun dari Rp2.570.000 pada 28 Oktober menjadi Rp2.526.000 pada 1 November, lalu naik ke Rp2.531.000 pada 2 November. Penurunan sekitar 1,7% ini jauh lebih kecil dari penurunan emas dunia lebih dari 4% dalam periode yang sama.
Bagaimana Peran Bank Sentral sebagai Pembeli Emas?
Dalam beberapa tahun terakhir, bank sentral di banyak negara aktif menambah cadangan emas untuk diversifikasi dari dolar AS. Permintaan ini cenderung tidak terpengaruh pergerakan harga jangka pendek, sehingga dapat menjadi penopang saat harga turun tajam. Namun, pembelian bank sentral tidak selalu cukup untuk mengimbangi aksi jual besar dari investor yang membutuhkan likuiditas. Harga emas Antam terbaru setelah penurunan ini ada di harga emas Antam 2 November 2026, sedangkan pengaruh harga minyak terhadap ekspektasi inflasi dan emas dibahas di harga minyak awal November 2026.
Apa yang Perlu Dipantau?
Data tenaga kerja AS pada 6 November, pernyataan pejabat The Fed, harga minyak, dan arus dana ke ETF emas akan menentukan apakah emas melanjutkan pemulihan atau kembali menguji level US$3.870.
Data harga dan permintaan emas tersedia di World Gold Council, dan harga emas Antam di Logam Mulia.
Konten ini bersifat informasi dan edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual instrumen keuangan. Perdagangan komoditas dan kontrak berjangka berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa penurunan emas sepanjang Oktober 2026?
Lebih dari 6%, penurunan Oktober terburuk sejak 2008.
Mengapa emas turun tajam pada akhir Oktober 2026?
Karena ekspektasi suku bunga AS tinggi dan aksi jual aset likuid setelah saham teknologi jatuh.
Apa persamaan Oktober 2026 dan Oktober 2008?
Emas turun bersama saham karena investor membutuhkan likuiditas.
Apa perbedaan utamanya?
Pada 2008 suku bunga dipangkas dan inflasi turun, sedangkan pada 2026 inflasi tinggi dan suku bunga cenderung naik.
Berapa harga emas pada 2 November 2026?
Sekitar US$3.905 per ons, memantul dari level terendah setahun.


