Skip to content
ForixDaily ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

  • Beranda
  • Pasar Forex
  • Komoditi
  • Indeks & Saham
  • Ekonomi & Politik
ForixDaily
ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

australia

Dolar Australia Tetap Perkasa Usai Keputusan PBoC

team, December 22, 2025

Dolar Australia mempertahankan penguatan setelah PBoC menahan suku bunga. Fokus pasar beralih ke risalah RBA, kebijakan The Fed, dan arah teknikal AUD/USD.

Pasar Menanti Arah Kebijakan RBA dan The Fed

Dolar Australia (AUD) berhasil mempertahankan penguatannya terhadap Dolar AS (USD) pada awal perdagangan pekan ini, didukung oleh keputusan Bank Rakyat Tiongkok (People’s Bank of China/PBoC) yang memilih mempertahankan suku bunga acuannya. Stabilitas kebijakan moneter Tiongkok tersebut menjadi sentimen positif bagi mata uang yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi Asia, termasuk Dolar Australia.

PBoC mengumumkan untuk menahan Loan Prime Rate (LPR) tenor satu tahun di level 3,00% serta LPR lima tahun di 3,50%. Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar dan mencerminkan kehati-hatian otoritas moneter Tiongkok dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas pertumbuhan dan risiko keuangan. Bagi Australia, yang memiliki hubungan dagang erat dengan Tiongkok, kebijakan tersebut memberikan sinyal stabilitas permintaan eksternal, sehingga menopang pergerakan AUD.

Pasar Menanti Risalah RBA, Sinyal Inflasi Jadi Kunci

Di sisi domestik, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis risalah pertemuan Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan pada hari Selasa. Dokumen tersebut dinilai krusial untuk membaca arah kebijakan suku bunga ke depan, khususnya terkait bagaimana bank sentral menilai tekanan inflasi yang masih bertahan.

Data pasar menunjukkan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga RBA belum sepenuhnya menghilang. Pada 18 Desember, kontrak futures suku bunga acuan antarbank 30 hari ASX untuk Februari 2026 diperdagangkan di level 96,34. Angka ini mencerminkan probabilitas sekitar 27% untuk kenaikan suku bunga ke 3,85% pada pertemuan dewan RBA berikutnya. Meski peluang tersebut tidak dominan, hal ini cukup untuk menjaga sentimen hawkish ringan terhadap AUD.

Tambahan dukungan bagi sikap ketat RBA datang dari data ekspektasi inflasi konsumen Australia. Pada Desember, ekspektasi inflasi meningkat menjadi 4,7%, naik dari posisi terendah tiga bulan di 4,5% pada November. Kenaikan ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga belum sepenuhnya mereda, sehingga ruang bagi pelonggaran kebijakan masih terbatas.

Dolar AS Melemah, Pernyataan Fed Bersifat Hati-Hati

Sementara itu, Dolar AS justru kehilangan momentum setelah mencatatkan reli selama tiga sesi berturut-turut. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan USD terhadap enam mata uang utama, melemah dan diperdagangkan di kisaran 98,60 pada saat penulisan. Pasar kini menunggu rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal ketiga yang disesuaikan, yang dijadwalkan keluar pada hari Selasa.

Nada hati-hati juga datang dari pejabat Federal Reserve. Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyatakan bahwa kebijakan moneter AS saat ini berada pada posisi yang tepat untuk “berhenti sejenak” guna menilai dampak pemotongan suku bunga sebesar 75 basis poin yang telah dilakukan. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa The Fed tidak terburu-buru mengambil langkah lanjutan dalam waktu dekat.

Ringkasan Proyeksi Ekonomi The Fed, yang dikenal sebagai dot plot, menunjukkan ekspektasi median hanya satu kali pemangkasan suku bunga tambahan pada 2026. Data dari CME FedWatch Tool juga memperlihatkan probabilitas 79% bahwa suku bunga akan dipertahankan pada pertemuan Januari, meningkat dari pekan sebelumnya. Sebaliknya, peluang pemangkasan suku bunga 25 basis poin turun menjadi sekitar 21%.

Inflasi AS Melandai, Tekanan Terhadap USD Bertambah

Dari sisi data ekonomi, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa inflasi konsumen AS terus melandai. Indeks Harga Konsumen (IHK) utama turun ke 2,7% pada November, lebih rendah dari konsensus pasar di 3,1%. IHK inti, yang mengecualikan harga pangan dan energi, tercatat naik 2,6%, juga di bawah perkiraan 3,0%. Ini menjadi laju inflasi inti terendah sejak 2021 dan memperkuat pandangan bahwa tekanan harga di AS mulai mereda secara struktural.

Faktor politik turut mewarnai dinamika pasar. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ketua Federal Reserve berikutnya akan berasal dari sosok yang mendukung suku bunga jauh lebih rendah. Ia juga mengisyaratkan akan segera mengumumkan pengganti Ketua Fed saat ini, Jerome Powell. Pernyataan tersebut meningkatkan spekulasi arah kebijakan moneter AS ke depan.

Gubernur Fed Christopher Waller, yang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat, kembali menegaskan sikap dovish. Ia menyatakan bahwa meskipun inflasi masih relatif tinggi, The Fed dapat mengambil pendekatan bertahap menuju suku bunga netral tanpa terburu-buru.

Analisis Teknikal: AUD/USD Bertahan di Zona Bullish

Dari sisi teknikal, pasangan AUD/USD diperdagangkan di bawah area 0,6620 pada perdagangan Senin. Grafik harian menunjukkan bahwa harga masih bergerak di sekitar batas bawah saluran naik, menandakan tren menengah yang tetap bullish selama area support mampu dipertahankan.

Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di level 57,05, mencerminkan kondisi netral hingga cenderung bullish. Posisi RSI yang tetap berada di atas garis tengah menunjukkan bahwa kendali pasar masih berada di tangan pembeli, meskipun momentum belum sepenuhnya menguat.

Exponential Moving Average (EMA) sembilan hari menunjukkan tren naik ringan dan berada sedikit di atas harga spot. Namun, pergerakan EMA yang mulai mendatar mengindikasikan fase konsolidasi jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di dekat rata-rata ini, struktur tren naik moderat masih terjaga.

Apabila AUD/USD mampu menembus dan bertahan di atas area 0,6620, maka peluang penguatan lanjutan terbuka menuju level tertinggi tiga bulan di 0,6685, sebelum menguji 0,6707 yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 2024. Sebaliknya, penembusan tegas ke bawah saluran naik dapat meningkatkan tekanan jual dan membuka risiko penurunan menuju area 0,6414, level terendah enam bulan yang tercatat pada Agustus lalu.

Secara keseluruhan, kombinasi stabilitas kebijakan PBoC, ekspektasi hawkish ringan RBA, serta pelemahan Dolar AS memberikan fondasi yang cukup solid bagi Dolar Australia untuk mempertahankan penguatannya dalam jangka pendek.

Pasar Forex Dolar Australiapasar valuta asingsuku bunga global

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Pasar Forex usd

GBP Menguat di Tengah Tekanan Fiskal dan Pelemahan USD: Sentimen Pasar Tetap Solid

December 4, 2025

Pound Sterling menguat meski dibayangi isu fiskal, ditopang pasar obligasi stabil dan melemahnya USD. Ekspektasi pemotongan suku bunga Fed semakin memperkuat GBP. GBP Tetap Tangguh di Tengah Pengawasan Anggaran Inggris Pound Sterling (GBP) kembali menunjukkan ketahanan luar biasa di pasar valuta asing, bahkan ketika perhatian investor tertuju pada Anggaran Musim…

Read More
Pasar Forex USDCAD Terpuruk Lima Hari Beruntun Akibat Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga The Fed

USD/CAD Terpuruk Lima Hari Beruntun Akibat Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga The Fed

September 1, 2025

Pasangan mata uang USD/CAD mengalami pelemahan berkelanjutan selama lima sesi perdagangan berturut-turut, dengan posisi perdagangan berada di level 1,3740 pada sesi Asia hari Senin. Tekanan utama berasal dari melemahnya Dolar Amerika Serikat (USD) seiring meningkatnya spekulasi pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan September mendatang. Faktor…

Read More
Pasar Forex IHSG Konsolidasi di Level 7.867 Analisis Teknis dan Proyeksi Pergerakan

IHSG Konsolidasi di Level 7.867: Analisis Teknis dan Proyeksi Pergerakan

September 4, 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia mengalami konsolidasi di level 7.867,91 pada perdagangan hari Kamis, turun tipis 0,23% dari penutupan sebelumnya. Setelah mengalami rally impresif lebih dari 4% dari level terendah Senin di 7.547, indeks kini tampak mengambil jeda untuk mengkonsolidasikan kenaikan tersebut. Pergerakan IHSG Hari Ini: Konsolidasi Setelah Rally…

Read More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Waka MPR Dorong Pembangunan Nasional Berbasis Data Kebudayaan yang Akurat
  • Pangan Tidak Aman Sebabkan Kerugian hingga Rp30 Triliun per Tahun di Indonesia
  • Gerindra Bantah Tuduhan PDIP soal Anggaran MBG Pangkas Dana Pendidikan
  • Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Mal Pelayanan Publik Cikampek, Perluas Akses Layanan Warga Karawang
  • Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
©2026 ForixDaily | WordPress Theme by SuperbThemes