Sydney Tokyo London New York
Komoditi

Harga Minyak Brent Turun ke US$115,15 per Barel di Tengah Upaya Damai AS–Iran, tetapi Masih Dekat Tertinggi Enam Bulan

Harga minyak melemah tipis setelah Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bertemu pejabat Iran untuk meredakan ketegangan. Namun serangan Houthi dan risiko di Selat Hormuz menahan penurunan.

Harga Minyak Brent Turun ke US$115,15 per Barel di Tengah Upaya Damai AS–Iran, tetapi Masih Dekat Tertinggi Enam Bulan

Harga minyak Brent turun 66 sen atau 0,57% ke US$115,15 per barel pada perdagangan Selasa pagi, 27 Oktober 2026. Minyak WTI turun 44 sen atau 0,43% ke US$101,32 per barel. Meski melemah, Brent masih berada di dekat level tertinggi dalam enam bulan.

Fakta kunci: Harga Minyak Brent Turun ke US$115,15 per Barel di Tengah Upaya Damai AS–Iran, tetapi Masih Dekat Tertinggi Enam Bulan
Pergerakan harga minyak Brent, pekan lalu hingga 27 Oktober 2026.

Penyebab Penurunan

Upaya diplomasi di Timur Tengah. Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bertemu pejabat Iran di Teheran pada Senin, 26 Oktober, untuk meredakan ketegangan. Arab Saudi menyatakan kunjungan itu bertujuan membuka jalur negosiasi agar eskalasi militer tidak berulang. Media pemerintah Iran melaporkan keempat negara sepakat melanjutkan pembicaraan.

Harapan berakhirnya perang AS dan Israel dengan Iran mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan.

Mengapa Penurunannya Terbatas?

  1. Serangan Houthi. Kelompok yang bersekutu dengan Iran kembali melancarkan serangan ke Arab Saudi, salah satu produsen minyak terbesar dunia.
  2. Selat Hormuz tetap rawan. Sebuah lembaga riset di Washington mencatat jumlah serangan terhadap kapal komersial di sekitar Selat Hormuz pada Oktober merupakan yang terbanyak sejak pencatatan dimulai pada 2017. Sebelum perang pecah pada Februari, selat ini dilalui sekitar seperlima pasokan energi dunia.
  3. Prospek damai masih rapuh. Pekan lalu Brent sempat naik di atas US$117 setelah Iran menyerang kapal tanker di dekat Hormuz.

Peran jalur sempit seperti Hormuz dijelaskan di perbedaan Brent dan WTI serta artikel sebelumnya tentang serangan kapal di sekitar Hormuz.

Selisih Brent dan WTI

Selisih Brent dan WTI sekitar US$13,8 per barel, jauh lebih lebar dari kondisi normal. Brent lebih sensitif terhadap gangguan di Timur Tengah karena menjadi acuan minyak yang diperdagangkan lewat laut, sedangkan WTI mencerminkan pasokan darat AS.

Dampak ke Indonesia

  • Biaya impor energi meningkat karena Indonesia adalah importir bersih minyak.
  • Subsidi dan kompensasi energi dalam APBN berpotensi membengkak. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) September sudah mencapai US$112,81 per barel, seperti dibahas di ICP September 2026.
  • Rupiah tertekan karena kebutuhan dolar untuk impor naik.

Yang Perlu Dipantau

  • Hasil lanjutan pembicaraan regional dengan Iran.
  • Insiden pelayaran di Selat Hormuz dan Laut Merah.
  • Keputusan The Fed pada 29 Oktober dini hari WIB, karena dolar yang kuat biasanya menahan harga komoditas.

Data pasar minyak global dapat dipantau di situs Badan Energi Internasional (IEA).

Konten ini bersifat informasi dan edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual instrumen keuangan. Perdagangan komoditas dan kontrak berjangka berisiko tinggi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa harga minyak Brent hari ini?

Pada 27 Oktober 2026 pagi, harga minyak Brent turun 0,57% ke US$115,15 per barel, sementara WTI turun 0,43% ke US$101,32 per barel.

Mengapa harga minyak turun?

Harapan berakhirnya perang dengan Iran meningkat setelah Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bertemu pejabat Iran untuk membuka jalur negosiasi.

Mengapa harga minyak masih tinggi?

Serangan Houthi ke Arab Saudi berlanjut, serangan kapal di sekitar Selat Hormuz pada Oktober mencapai rekor, dan prospek damai masih rapuh.