Skip to content
ForixDaily ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

  • Beranda
  • Pasar Forex
  • Komoditi
  • Indeks & Saham
  • Ekonomi & Politik
ForixDaily
ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

asing

Asing Net Sell Rp 394,9 Miliar di Sesi I

team, November 26, 2025

IHSG naik di sesi I meski asing mencatat net sell Rp 394,9 miliar. Saham perbankan banyak dilepas, sementara BUMI dan RAJA jadi yang paling diburu asing.

Sejumlah Saham Tetap Jadi Incaran Investor Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada akhir sesi perdagangan pertama hari ini, mencatat kenaikan sebesar 35,5 poin atau 0,42% ke posisi 8.557,39. Kenaikan indeks ini menunjukkan bahwa minat investor domestik masih kuat meskipun terdapat tekanan penjualan dari pelaku pasar luar negeri.

Pada penutupan sesi I, pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat bervariasi. Sebanyak 277 saham menguat, 386 saham melemah, dan 293 saham stagnan. Aktivitas transaksi berlangsung aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp 14,57 triliun, melibatkan 31,88 miliar lembar saham yang berpindah tangan dalam 1,64 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun ikut naik ke level Rp 15.622 triliun, menandakan masih solidnya pasar modal Indonesia.

Tekanan Asing Masih Terasa: Net Outflow Rp 394,9 Miliar

Hingga jeda siang ini, investor asing tercatat lebih banyak melepas kepemilikan saham dibanding membeli, sehingga terjadi net sell atau net outflow sebesar Rp 394,9 miliar. Total penjualan asing mencapai Rp 3,9 triliun, sementara pembelian hanya sekitar Rp 3,5 triliun.

Aksi jual masif dari investor global ini terutama berfokus pada saham-saham unggulan berkapitalisasi besar (big caps), khususnya sektor perbankan yang selama ini menjadi kontributor terbesar dalam menopang pergerakan IHSG.

Saham Paling Banyak Dijual Asing

Mengutip data Ipot, berikut deretan saham yang paling banyak dilepas asing sepanjang sesi I:

Peringkat Kode Saham Emiten Nilai Net Sell
1 BBRI Bank Rakyat Indonesia Rp 241,7 miliar
2 BBCA Bank Central Asia Rp 157,7 miliar
3 NSSS Nusa Konstruksi Enjiniring Rp 119,3 miliar
4 INET Indonet Tbk Rp 82,2 miliar
5 FILM MD Pictures Rp 54,1 miliar
6 BREN Barito Renewables Energy Rp 48 miliar
7 BRMS Bumi Resources Minerals Rp 29,5 miliar
8 SMGR Semen Indonesia Rp 28,1 miliar
9 IMPC Impack Pratama Rp 27,1 miliar
10 ANTM Aneka Tambang Rp 25,1 miliar

Aksi distribusi terbesar pada saham perbankan seperti BBRI dan BBCA menunjukkan adanya pengambilan untung (profit taking) asing pasca reli kuat sektor keuangan sepanjang tahun ini.

Selain itu, saham energi terbarukan seperti BREN, sektor pertambangan (BRMS, ANTM), serta properti dan infrastruktur juga ikut terdampak sentimen jual.

Saham yang Justru Jadi Rebutan Asing

Meski arus modal asing tercatat keluar, sejumlah saham justru mencuri perhatian karena mengalami aliran dana masuk besar dari investor global.

Berikut daftar top 10 saham yang paling banyak diborong asing:

Peringkat Kode Saham Emiten Nilai Net Buy
1 BUMI Bumi Resources Rp 150,1 miliar
2 RAJA Rukun Raharja Rp 113,8 miliar
3 BMRI Bank Mandiri Rp 50,1 miliar
4 DEWA Darma Henwa Rp 42,8 miliar
5 RATU Mitra Tirta Buwana Rp 35,4 miliar
6 TLKM Telkom Indonesia Rp 32,2 miliar
7 PTRO Petrosea Rp 27 miliar
8 EMTK Elang Mahkota Teknologi Rp 24 miliar
9 BKSL Sentul City Rp 22,5 miliar
10 ENRG Energi Mega Persada Rp 21,3 miliar

Menariknya, saham komoditas seperti BUMI kembali menjadi sasaran akumulasi asing setelah sebelumnya sempat tertekan. Saham sektor energi dan telekomunikasi juga masuk radar pembelian, mengindikasikan rotasi sektor yang mulai mengarah ke saham-saham berisiko lebih tinggi namun memiliki peluang pertumbuhan.

Bank Mandiri (BMRI) menjadi satu-satunya bank dalam daftar beli asing, memperlihatkan bahwa investor luar negeri masih memandang positif fundamental sektor perbankan besar tertentu.

Sentimen Pasar dan Prospek ke Depan

Meskipun terjadi arus modal keluar dari investor asing, IHSG tetap kokoh bergerak di zona hijau berkat dukungan investor domestik. Ini menunjukkan ketahanan pasar modal Indonesia dalam menghadapi volatilitas global.

Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati beberapa faktor pemicu volatilitas antara lain:

* Prospek kebijakan suku bunga global

* Tren harga komoditas energi dan mineral

* Aliran dana asing di emerging markets

* Data makroekonomi domestik menjelang akhir tahun

Jika tekanan eksternal mereda, aliran dana asing berpotensi kembali masuk ke saham-saham fundamental kuat, terutama big caps sektor perbankan, telekomunikasi, dan energi yang masih mencatat prospek pertumbuhan positif.

Indeks dan saham Asing Net SellIHSG hari iniInvestor Asing

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Indeks dan saham inflasi

Inflasi Tiongkok Anjlok ke -0,3%: Sinyal Deflasi yang Guncang Pasar Asia dan Tekan AUD/USD

October 15, 2025

Inflasi Tiongkok bulan September 2025 turun menjadi -0,3% YoY, lebih rendah dari perkiraan -0,1%. Data ini memperlihatkan tekanan deflasi yang masih menghantui ekonomi Tiongkok dan berpotensi memengaruhi pergerakan AUD/USD di pasar global. Inflasi Tiongkok Terus Melemah: IHK September Turun ke -0,3% YoY, Sinyal Deflasi Kembali Menguat Biro Statistik Nasional Tiongkok…

Read More
Indeks dan saham dolar

Dolar AS Menguat di Atas 98,50 Optimisme Trump Soal Tiongkok Dorong Sentimen Pasar

October 13, 2025October 13, 2025

Indeks Dolar AS (DXY) naik di atas 98,50 pada awal pekan ini setelah pernyataan positif Donald Trump tentang Tiongkok meredakan kekhawatiran perang dagang. Namun, prospek penutupan pemerintah AS dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed menahan kenaikan lebih lanjut. Indeks Dolar AS (DXY) mencatat penguatan di sesi Asia pada awal…

Read More
Indeks dan saham purbaya

Purbaya Tegas! 3 Syarat BEI Dapat Insentif: Bereskan Saham Gorengan, Jaga Investor, dan Dorong IHSG ke 36.000

October 9, 2025October 13, 2025

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegur keras petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang meminta insentif. Ia menegaskan, insentif baru akan diberikan jika BEI mampu memberantas praktik saham gorengan, melindungi investor ritel, dan memperkuat fondasi pasar modal menuju IHSG 36.000. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik tajam kepada pimpinan Bursa…

Read More

Comment

  1. Pingback: Harga Minyak Global Menguat di Tengah Ancaman Surplus Pasokan dan Ketidakpastian Geopolitik - ForixDaily

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Waka MPR Dorong Pembangunan Nasional Berbasis Data Kebudayaan yang Akurat
  • Pangan Tidak Aman Sebabkan Kerugian hingga Rp30 Triliun per Tahun di Indonesia
  • Gerindra Bantah Tuduhan PDIP soal Anggaran MBG Pangkas Dana Pendidikan
  • Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Mal Pelayanan Publik Cikampek, Perluas Akses Layanan Warga Karawang
  • Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
©2026 ForixDaily | WordPress Theme by SuperbThemes