USD/CNH melemah ke level terendah 13 bulan di bawah 7,0800 karena prospek pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember semakin kuat, sementara Tiongkok mempertahankan stabilitas Yuan dan meningkatkan pembelian kedelai AS.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Makin Menguat
Pasangan mata uang USD/CNH semakin tertekan, memperpanjang tren pelemahannya selama empat hari berturut-turut dan menembus level terendah dalam 13 bulan di sekitar 7,0782 pada sesi Asia hari Rabu. Kondisi ini mencerminkan lemahnya permintaan terhadap Dolar AS (USD) seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera mengubah arah kebijakan moneternya menuju pelonggaran pada akhir tahun.
Prospek Penurunan Suku Bunga Fed Semakin Menguat
Ekspektasi pemangkasan suku bunga menjadi katalis utama yang menekan USD dalam beberapa hari terakhir. Alat FedWatch CME menunjukkan bahwa probabilitas lebih dari 84% kini diberikan pasar terhadap skenario bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember mendatang. Angka ini melonjak dari hanya 50% pada pekan lalu, menggambarkan pergeseran besar dalam sentimen pelaku pasar.
Lemahnya data ekonomi AS menjadi pemicu utama revisi ekspektasi tersebut. Investor menilai bahwa The Fed berpotensi mempercepat respons kebijakan untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi yang semakin kentara.
Data Ekonomi AS Makin Menunjukkan Pelemahan
Rilis Penjualan Ritel AS terbaru mengindikasikan konsumen mulai menahan belanja di tengah ketidakpastian ekonomi. Data bulan September hanya tumbuh 0,2% secara bulanan, jauh lebih rendah dibanding 0,6% di bulan sebelumnya. Selain itu, Grup Kontrol Penjualan Ritel—indikator penting dalam perhitungan PDB—turun 0,1%, padahal ekonom sebelumnya memperkirakan pertumbuhan positif 0,3%.
Indikator tingkat kepercayaan konsumen juga menunjukkan penurunan cukup tajam. Laporan Conference Board mencatat Keyakinan Konsumen merosot menjadi 88,7 pada November dari 95,5 pada Oktober, penurunan yang menandakan meningkatnya kekhawatiran rumah tangga terhadap prospek ekonomi beberapa bulan ke depan.
Sementara itu, dari sisi inflasi, Indeks Harga Produsen (IHP) AS tercatat stabil di 2,7% YoY, sama seperti bulan Agustus dan sesuai perkiraan. Namun, IHP Inti—yang mengecualikan komponen pangan dan energi—turun menjadi 2,6%, lebih rendah dari proyeksi 2,7%. Tren ini memberi sinyal bahwa tekanan inflasi mulai terkendali, membuka ruang bagi The Fed untuk mulai menurunkan suku bunga.
Secara keseluruhan, kumpulan data ini memperkuat narasi bahwa ekonomi AS sedang mengalami normalisasi setelah periode inflasi tinggi dan kebijakan suku bunga agresif.
Tiongkok Gerakkan Langkah Stabilitas Yuan
Di sisi lain, otoritas Tiongkok terus bekerja untuk menjaga stabilitas Yuan di tengah dinamika eksternal yang berubah cepat. Bank sentral Tiongkok (PBoC) menetapkan fixing harian Yuan sedikit lebih kuat pada Rabu, langkah yang sering dipandang sebagai sinyal kebijakan untuk mengontrol volatilitas pasar valuta asing.
Fixing harian tersebut berfungsi sebagai titik tengah untuk pergerakan Yuan onshore dengan batas deviasi 2% ke arah mana pun. Dengan memperketat kendali terhadap pergerakan nilai tukar, Beijing menegaskan komitmennya menjaga kondisi pasar yang teratur dan menghindari fluktuasi tajam yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi domestik.
Pembelian Kedelai AS Memperlihatkan Reformasi Hubungan Dagang
Dalam perkembangan terpisah yang berkaitan dengan hubungan ekonomi AS-Tiongkok, dua sumber pasar melaporkan bahwa Tiongkok membeli sedikitnya 10 kargo kedelai AS dengan nilai transaksi mencapai sekitar $300 juta sejak hari Selasa. Lonjakan permintaan ini datang sehari setelah komunikasi antara presiden kedua negara, yang dinilai sebagai tanda positif dalam hubungan dagang yang sempat memburuk.
Pembelian kedelai dalam volume besar ini mengindikasikan adanya pemulihan ketertarikan pada komoditas AS, dan memberi sinyal bahwa Beijing tengah berupaya memperkuat kondisi rantai pasokan pangan dalam negeri di tengah ketegangan geopolitik global.
Pelemahan USD/CNH mencerminkan pergeseran fundamental yang sedang terjadi pada perekonomian AS dan lanskap moneter global. Dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed semakin tinggi serta meningkatnya potensi perlambatan ekonomi AS, tekanan terhadap USD berpeluang berlanjut dalam jangka pendek. Di sisi lain, aksi kebijakan terukur dari otoritas Tiongkok berpotensi menjaga keseimbangan pada Yuan, terutama ketika hubungan dagang dengan AS menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi AS berikutnya dan komunikasi resmi The Fed yang akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga menjelang akhir tahun.

Comment