Skip to content
ForixDaily ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

  • Beranda
  • Pasar Forex
  • Komoditi
  • Indeks & Saham
  • Ekonomi & Politik
ForixDaily
ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

rupee

Rupee Bertahan Kokoh di Tengah Tekanan Dolar Intervensi RBI dan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Menjadi Fokus

team, October 13, 2025October 13, 2025

Rupee India tetap stabil di sekitar 88,70 terhadap Dolar AS, ditopang oleh intervensi rutin RBI dan ekspektasi penurunan suku bunga akibat inflasi yang melemah. Ketidakpastian dari penutupan pemerintah AS turut menekan Dolar di pasar global.

Pasangan mata uang USD/INR diperdagangkan relatif stabil pada awal pekan ini, dengan Rupee India (INR) tetap berada di kisaran 88,70 per Dolar AS selama sesi Asia hari Senin. Meskipun tekanan terhadap mata uang emerging markets meningkat akibat ketegangan global dan ketidakpastian ekonomi AS, intervensi aktif dari Reserve Bank of India (RBI) membantu menjaga stabilitas Rupee di atas level terendah sepanjang masa di 88,87 yang tercatat pada 24 September.

RBI Menahan Pelemahan Rupee di Tengah Tekanan Eksternal

Sumber pasar melaporkan bahwa RBI terus melakukan intervensi langsung di pasar valuta asing, baik melalui penjualan Dolar maupun pengaturan likuiditas untuk mengontrol volatilitas mata uang domestik. Langkah ini terbukti efektif menjaga Rupee dari pelemahan lebih dalam, terutama di tengah penguatan Dolar AS yang sebelumnya sempat menekan mata uang Asia.

Investor kini menunggu rilis data inflasi konsumen India (IHK) untuk bulan September yang dijadwalkan hari ini. Ekspektasi pasar menunjukkan inflasi tahunan dapat turun menjadi 1,7%, jauh di bawah kisaran target RBI 2–6%. Penurunan tajam tersebut dapat memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter mendatang, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang mulai melambat.

Jika inflasi benar-benar melambat di bawah target, RBI kemungkinan akan memiliki ruang lebih luas untuk melonggarkan kebijakan, terutama dengan stabilnya arus modal asing dan kondisi eksternal yang relatif mendukung.

Optimisme Pasar Didukung oleh Arus Masuk Modal Asing

Dalam beberapa hari terakhir, arus masuk investor institusional asing (FII) menunjukkan peningkatan yang signifikan. Data menunjukkan bahwa FII terus membeli saham-saham India di pasar tunai sejak 7 Oktober, mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi domestik India.
Faktor ini menjadi katalis positif bagi Rupee, terutama saat pasar menilai potensi perbaikan hubungan dagang antara India dan Amerika Serikat setelah kedua negara menyatakan komitmen untuk memperkuat kemitraan ekonomi.

Dolar AS Melemah Akibat Ketidakpastian Politik dan Komentar Trump

Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) melemah dan bertahan di sekitar 98,90, setelah mencatat penurunan lebih dari 0,5% di sesi sebelumnya. Pelemahan Dolar terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan ketidakpastian pasar. Trump menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di KTT Korea Selatan dan mengancam akan memberlakukan tarif 100% terhadap impor asal Tiongkok.

Namun, nada keras tersebut sedikit mereda ketika Trump, melalui akun Truth Social, mengatakan bahwa ekonomi Tiongkok “akan baik-baik saja” dan bahwa Amerika Serikat ingin “membantu Tiongkok, bukan menyakitinya.”
Pernyataan yang lebih tenang ini membantu menahan penurunan lebih lanjut pada Dolar AS, meski investor tetap berhati-hati.

Penutupan Pemerintah AS dan Sinyal Pelonggaran The Fed Menekan Dolar

Selain ketegangan dagang, penutupan sebagian pemerintahan federal AS yang telah memasuki minggu ketiga menjadi faktor tambahan yang menekan Dolar. Pembayaran gaji pegawai negeri yang seharusnya dijadwalkan Jumat lalu terpaksa ditunda, dan kondisi ini kemungkinan bertahan hingga Selasa karena libur Columbus Day pada Senin.

Dari sisi kebijakan moneter, risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan September menunjukkan kecenderungan kuat para pejabat bank sentral untuk melanjutkan penurunan suku bunga tahun ini.
Sebagian besar pembuat kebijakan mendukung pemotongan suku bunga di September dan memberi sinyal adanya pemangkasan tambahan di akhir tahun, meskipun beberapa anggota masih berhati-hati terhadap risiko inflasi.

Pernyataan pejabat Fed juga memperkuat pandangan tersebut. Presiden Fed St. Louis, Alberto Musalem, menyebut inflasi masih tinggi, sementara Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, mengakui bahwa inflasi kini jauh lebih rendah dari kekhawatirannya sebelumnya, membuka ruang untuk pelonggaran kebijakan lebih lanjut.
Menurut alat CME FedWatch, pasar kini memperkirakan 96% peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober, dan 87% kemungkinan pemangkasan tambahan pada Desember.

Analisis Teknis: USD/INR Bertahan di Atas Support, Bias Masih Bullish

Secara teknikal, USD/INR mempertahankan posisinya di sekitar 88,70, dengan Exponential Moving Average (EMA) sembilan hari berperan sebagai support dinamis jangka pendek. Relative Strength Index (RSI) 14 hari masih bertahan di atas level 50, menandakan momentum bullish masih utuh.

Apabila pasangan ini berhasil menembus level 88,87, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa, maka USD/INR berpotensi menuju area 89,50, yang bertepatan dengan batas atas pola ascending channel.
Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah EMA 9 hari, maka pasangan ini berisiko menguji support di 88,51, yakni level terendah pada 10 Oktober.

Pasar Menunggu Arah Baru dari Inflasi dan The Fed

Stabilitas Rupee India mencerminkan keseimbangan antara dukungan intervensi RBI dan tekanan eksternal dari Dolar AS. Jika inflasi India benar-benar turun di bawah target dan The Fed mempertegas sikap dovish-nya, INR berpotensi memperpanjang penguatannya. Namun, ketidakpastian dari AS dan gejolak global masih dapat memicu volatilitas jangka pendek.

Bagi trader forex, fokus utama pekan ini adalah data inflasi India, pernyataan pejabat The Fed, dan perkembangan penutupan pemerintah AS, yang semuanya berpotensi menentukan arah pergerakan USD/INR selanjutnya.

Pasar Forex berita valasDolar ASekonomi globalRupee India

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Pasar Forex Pertamina

Kontroversi BBM Pertamina Mengandung Etanol: ESDM dan Pertamina Bongkar Fakta di Balik Polemik

October 3, 2025

BBM murni Pertamina disebut mengandung etanol hingga 3,5%. ESDM menjelaskan regulasi yang berlaku, sementara Pertamina menegaskan kandungan tersebut masih dalam batas aman sesuai ketentuan pemerintah. Dalam beberapa hari terakhir, publik dikejutkan oleh kabar bahwa bahan bakar minyak (BBM) murni Pertamina atau base fuel disebut mengandung etanol. Kabar ini langsung memicu…

Read More
Pasar Forex Nada Hawkish

Nada Hawkish The Fed Bikin Dolar AS Melonjak Pasar Pangkas Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

October 10, 2025October 13, 2025

Nada hawkish pejabat The Fed kembali menguatkan Dolar AS. Pasar kini memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga yang lebih agresif di tengah risiko inflasi yang masih tinggi dan perlambatan tenaga kerja. Dolar AS Menguat di Tengah Nada Hawkish The Fed Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan…

Read More
Pasar Forex jpy

USD/JPY Menguat Tajam, UOB Nilai Level 160 Masih Terlalu Jauh dalam Jangka Pendek

January 14, 2026

USD/JPY melonjak mendekati 159,20 didukung momentum kuat Dolar AS. UOB Group menilai resistance 160,00 belum mudah ditembus dalam jangka pendek meski tren bullish tetap solid. USD/JPY Melonjak, Momentum Bullish Masih Mendominasi Pasangan mata uang USD/JPY mencatat lonjakan signifikan dan mencapai level tertinggi baru di sekitar 159,20, memperpanjang reli Dolar AS…

Read More

Comment

  1. Pingback: Divestasi Freeport: Langkah Strategis Indonesia Menuju Kedaulatan Ekonomi dan Kemajuan Papua - ForixDaily

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Gerindra Bantah Tuduhan PDIP soal Anggaran MBG Pangkas Dana Pendidikan
  • Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Mal Pelayanan Publik Cikampek, Perluas Akses Layanan Warga Karawang
  • Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba
  • Pound Sterling Menguat di Tengah Lonjakan Harga Ritel Inggris: Sinyal Bullish Baru bagi GBP
  • IHSG Terkoreksi Tajam di Awal Pekan, Analis Ungkap Aksi Profit Taking hingga Sentimen Global

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
©2026 ForixDaily | WordPress Theme by SuperbThemes