Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan ke level 8.354 pada Jumat, 31 Oktober 2025. MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham unggulan, yakni ADMR, ANTM, DEWA, dan ERAA, dengan strategi Buy on Weakness dan Speculative Buy.
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 31 Oktober 2025
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Jumat (31/10/2025). Penguatan ini didukung oleh kenaikan volume pembelian dan kemampuan IHSG menembus garis rata-rata pergerakan (MA) 20 harian, yang menjadi sinyal positif di tengah dinamika pasar global.
MNC Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG tengah berada pada fase awal wave (iii) dari wave [iii], yang mengindikasikan peluang penguatan lanjutan menuju area 8.268–8.354. “Best case, IHSG sedang berada di awal gelombang penguatan baru yang berpotensi membawa indeks ke level lebih tinggi,” tulis tim analis MNC Sekuritas.
Pergerakan Saham Unggulan
Pada perdagangan Kamis sebelumnya, sejumlah saham papan atas menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis.
Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) mencatat kenaikan signifikan sebesar 6,10% ke level Rp870 per saham. Di sektor perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turut menguat 0,51% ke level Rp3.910 per saham.
Namun tidak semua saham bergerak positif. PT Astra International Tbk. (ASII) mengalami koreksi 3,09% ke level Rp6.275, sementara saham milik pengusaha teknologi Toto Sugiri, yakni PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), melemah 2,84% ke posisi Rp258.000 per saham.
Dari sisi top gainers, saham PT Dwi Guna Laksana Tbk. (DWGL) mencuri perhatian dengan kenaikan fantastis 25% ke level Rp370 per saham. Disusul oleh PT Indonesia Tobacco Tbk. (ITIC) yang naik 24,74% menjadi Rp474 per saham.
Sebaliknya, PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL) menjadi top losers, turun 11,76% ke Rp60, sementara PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (WAPO) melemah 10,33%.
Rekomendasi Saham Hari Ini
MNC Sekuritas memberikan empat rekomendasi saham yang dinilai memiliki potensi teknikal menarik untuk perdagangan hari ini, dengan strategi Buy on Weakness dan Speculative Buy.
1. ADMR – Buy on Weakness
Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) terkoreksi 2,01% ke Rp1.465, disertai tekanan jual yang meningkat.
Menurut MNC Sekuritas, posisi ADMR saat ini berada di fase wave (iv) dari wave [v], yang membuka peluang pembalikan arah ke fase penguatan berikutnya.
-
Buy on Weakness: Rp1.420 – Rp1.445
-
Target Price: Rp1.555 – Rp1.640
-
Stoploss: di bawah Rp1.400
Analis menilai, selama harga mampu bertahan di atas Rp1.400, tren bullish masih valid dan potensi rebound cukup kuat.
2. ANTM – Speculative Buy
Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melemah 2,50% ke Rp3.120 setelah gagal menembus area rata-rata pergerakan MA20 dan MA60.
MNC Sekuritas memperkirakan ANTM tengah berada pada bagian awal wave [d] dari wave 4 dalam pola triangle, yang sering menjadi tanda akumulasi sebelum harga bergerak lebih tinggi.
-
Speculative Buy: Rp3.060 – Rp3.120
-
Target Price: Rp3.370 – Rp3.580
-
Stoploss: di bawah Rp3.020
Dengan potensi harga nikel global yang kembali stabil dan sentimen positif dari sektor pertambangan, ANTM masih menarik untuk investor jangka menengah.
3. DEWA – Buy on Weakness
Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menguat 5,19% ke Rp324, diiringi dengan peningkatan volume pembelian. Meski demikian, kenaikan tersebut belum mampu menembus MA20, yang menjadi resistensi penting.
Posisi DEWA saat ini diperkirakan berada pada awal wave [v] dari wave C, yang membuka ruang kenaikan lanjutan.
-
Buy on Weakness: Rp302 – Rp316
-
Target Price: Rp344 – Rp360
-
Stoploss: di bawah Rp286
Jika mampu menembus area Rp330 secara konsisten, saham ini berpotensi mencetak tren kenaikan baru.
4. ERAA – Buy on Weakness
Saham PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) terkoreksi 3,23% ke Rp420 dengan tekanan jual yang cukup tinggi.
MNC Sekuritas memperkirakan ERAA sedang membentuk wave [ii] dari wave 1, sehingga masih ada ruang pemantulan dalam waktu dekat.
-
Buy on Weakness: Rp404 – Rp418
-
Target Price: Rp442 – Rp470
-
Stoploss: di bawah Rp394
Dengan prospek bisnis ritel gadget yang meningkat menjelang musim liburan akhir tahun, ERAA menjadi salah satu pilihan menarik di sektor konsumsi.
Outlook IHSG ke Depan
Secara keseluruhan, MNC Sekuritas menilai tren IHSG masih positif selama indeks tetap berada di atas level support 8.160. Dukungan dari sektor perbankan, komoditas, dan consumer goods diyakini mampu menjaga momentum penguatan.
Investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham, serta memanfaatkan strategi Buy on Weakness pada saham-saham berfundamental kuat dengan pola teknikal mendukung.
Dengan optimisme pasar yang kembali meningkat dan ekspektasi stabilitas global, IHSG berpeluang mengakhiri pekan ini di zona hijau, menguji target 8.354 yang menjadi resistance jangka pendek.
Pasar saham Indonesia menunjukkan sinyal penguatan menjelang akhir Oktober 2025. Dengan dukungan analisis teknikal dari MNC Sekuritas, saham ADMR, ANTM, DEWA, dan ERAA menjadi fokus utama investor harian.
Konsistensi IHSG di atas MA20 memperkuat peluang kelanjutan tren bullish menuju awal November.

Comment