Rapor mata uang G10 Oktober 2026: sepanjang bulan ini, dolar Australia menjadi mata uang G10 dengan kinerja terbaik, naik sekitar 1,2% terhadap dolar AS, disusul poundsterling sekitar 1%, sementara euro turun sekitar 1,2% dan yen serta dolar Selandia Baru relatif datar. Indeks dolar AS menuju kenaikan bulanan sekitar 0,3%, kenaikan kedua berturut-turut, terutama karena pelemahan euro. Perbedaan kinerja ini sebagian besar dijelaskan oleh arah kebijakan masing-masing bank sentral.

Bagaimana Rapor Lengkap Mata Uang G10?
| Mata uang | Perubahan Oktober vs USD | Penggerak utama |
|---|---|---|
| Dolar Australia | sekitar +1,2% | Inflasi tinggi, ekspektasi RBA ketat |
| Poundsterling | sekitar +1,0% | Anggaran Inggris tanpa kejutan |
| Yen | relatif datar | Sinyal BoJ menuju kenaikan |
| Dolar Selandia Baru | datar | RBNZ tahan 2,75% |
| Euro | sekitar −1,2% | ECB tahan, Lagarde mundur, yield Prancis |
Angka akhir bulan bisa sedikit berbeda karena perdagangan masih berlangsung hingga 30 Oktober.
Mengapa Dolar Australia Juara?
Data inflasi Australia yang tinggi, dengan inflasi bulanan September 4,3% dan trimmed mean kuartal III 3,7%, membuat pasar memperkirakan Reserve Bank of Australia tetap ketat. RBA memutuskan suku bunga pada 3 November. Dolar Australia juga cenderung didukung harga komoditas yang tinggi.
Mengapa Euro Tertinggal?

ECB menahan suku bunga deposito di 2,5% meski inflasi 3,8%, Christine Lagarde mengumumkan mundur pada Februari 2027, dan yield obligasi Prancis 10 tahun berada di sekitar 5%. Euro sempat menyentuh level terendah sejak Mei 2025 pada 29 Oktober. Kekhawatiran terhadap Prancis sebelumnya dibahas di EUR/USD 1,12 dan tekanan Prancis.
Bagaimana dengan Yen?
Yen bergerak naik turun di sekitar 157–159 per dolar sepanjang bulan. Setelah Bank of Japan menahan suku bunga di 1,25% pada 30 Oktober dengan voting 8–1 dan menaikkan proyeksi inflasi, yen menguat ke sekitar 157,1. Namun, secara bulanan, yen relatif datar. Risiko intervensi di area 158–160 sebelumnya dibahas di USD/JPY 158 jelang BoJ.
Mengapa Dolar Selandia Baru Datar?
RBNZ menahan suku bunga di 2,75% dengan voting 4–3, mengecewakan sebagian pasar yang memperkirakan kenaikan. Akibatnya, dolar Selandia Baru tertinggal dari dolar Australia. Perbedaan ini membuat AUD/NZD naik. Penjelasannya ada di NZD melemah usai RBNZ tahan OCR.
Apa Peran The Fed?
The Fed menahan suku bunga di 3,75–4,00% pada 28 Oktober. Data AS yang kuat, yaitu PDB kuartal III 3,4% dan PCE September 3,6%, menjaga dolar tetap didukung secara umum. Namun, yield Treasury 10 tahun turun ke sekitar 4,9% di akhir bulan, sehingga dolar tidak menguat terhadap semua mata uang.
Apa Pelajaran bagi Trader?
- Perbedaan kebijakan bank sentral menjadi penggerak utama. Pasangan yang mempertemukan bank sentral ketat dan longgar, seperti AUD/NZD atau GBP/EUR, sering membentuk tren lebih jelas.
- Indeks dolar bisa menyesatkan: DXY naik karena euro, padahal dolar melemah terhadap AUD dan GBP.
- Pantau peristiwa politik dan fiskal, seperti pergantian pimpinan bank sentral dan yield obligasi negara.
Apa yang Perlu Dipantau di November?
Keputusan RBA (3 November), pemilu sela AS (3 November), keputusan Bank of England (5 November), dan data tenaga kerja AS (6 November) akan menentukan apakah pola Oktober berlanjut. Trader juga perlu memperhatikan perubahan jam rilis data AS menjadi 20.30 WIB mulai November. Konsep pekan bank sentral dibahas di pekan super bank sentral.
Bagaimana Mata Uang Lain di Luar G10?
Di luar G10, mata uang negara berkembang bergerak beragam. Rupiah tertekan oleh isu MSCI dan harga minyak, sementara won Korea dan ringgit Malaysia menguat di akhir bulan. Yuan Tiongkok cenderung stabil karena dikelola ketat oleh bank sentralnya. Perbedaan ini menunjukkan bahwa selain kebijakan bank sentral, arus dana portofolio dan harga komoditas juga berperan besar bagi mata uang negara berkembang.
Bagaimana Memakai Rapor Bulanan untuk Analisis?
Rapor bulanan membantu melihat mata uang mana yang sedang kuat dan lemah secara relatif. Sebagian trader memakai pendekatan kekuatan relatif: membeli mata uang terkuat terhadap yang terlemah, misalnya AUD terhadap EUR. Namun, pendekatan ini tetap perlu dikonfirmasi analisis teknikal dan jadwal peristiwa, karena tren satu bulan bisa berbalik cepat setelah keputusan bank sentral.
Bagaimana Dampaknya terhadap Rupiah?
Rupiah ditutup di Rp18.137 per dolar AS pada 29 Oktober. Dengan dolar Australia dan pound menguat terhadap dolar AS, kurs AUD/IDR dan GBP/IDR ikut naik, sedangkan EUR/IDR relatif tertahan karena euro melemah.
Data kurs referensi dapat dipantau di Bank Indonesia, sedangkan statistik pasar valas global tersedia di Bank for International Settlements.
Konten ini bersifat informasi dan edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual instrumen keuangan. Trading forex berisiko tinggi; pertimbangkan kemampuan finansial Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mata uang G10 apa yang terbaik di Oktober 2026?
Dolar Australia, naik sekitar 1,2% terhadap dolar AS.
Mengapa euro melemah di Oktober 2026?
ECB menahan suku bunga meski inflasi tinggi, Lagarde mengumumkan mundur, dan yield obligasi Prancis naik ke sekitar 5%.
Bagaimana kinerja yen di Oktober 2026?
Relatif datar secara bulanan, meski menguat ke sekitar 157,1 setelah keputusan BoJ pada 30 Oktober.
Mengapa indeks dolar naik meski dolar melemah terhadap AUD dan GBP?
Karena euro berbobot sekitar 57,6% dalam DXY, sehingga pelemahan euro mendorong indeks naik.
Apa agenda penting forex awal November?
Keputusan RBA dan pemilu sela AS pada 3 November, keputusan BoE pada 5 November, dan data tenaga kerja AS pada 6 November.


