Pound Sterling mengalami penurunan setelah pemerintah Inggris membatalkan rencana kenaikan tarif pajak penghasilan. Kombinasi kekhawatiran fiskal, potensi pemotongan suku bunga BoE, serta pelemahan Dolar AS mendorong GBP/USD turun menuju 1,3150. Analisis lengkap pergerakan dan sentimen pasar terbaru.
Pound Tertekan Setelah Inggris Membatalkan Rencana Kenaikan Pajak
Pasangan mata uang GBP/USD kembali berada di bawah tekanan, tergelincir mendekati area 1,3150 pada perdagangan sesi Asia hari Jumat. Pelemahan ini mencerminkan sentimen negatif yang melanda Pound Sterling, setelah meningkatnya kekhawatiran investor mengenai disiplin fiskal Inggris, ketidakpastian arahan anggaran pemerintah, serta risiko terhadap stabilitas kebijakan dalam beberapa bulan ke depan.
Tekanan terhadap Pound semakin kuat setelah laporan dari The Financial Times mengungkapkan bahwa pemerintah Inggris telah membatalkan rencana kenaikan tarif pajak penghasilan yang semula akan diumumkan menjelang penyampaian anggaran pada 26 November. Langkah ini mematahkan ekspektasi pasar terhadap strategi fiskal yang lebih agresif untuk menutup defisit anggaran yang mencapai £30 miliar.
Perdana Menteri Keir Starmer dan Kanselir Rachel Reeves disebut memilih untuk meninggalkan proposal kenaikan batas pajak dasar dan lebih tinggi. Sebagai gantinya, pemerintah mencari opsi pendapatan yang lebih tidak langsung agar tidak menambah beban masyarakat di tengah perlambatan ekonomi. Namun, pendekatan ini justru memicu kekhawatiran baru mengenai kemampuan Inggris untuk menjaga kredibilitas fiskal di tengah tekanan ekonomi yang meningkat.
Ekonomi Inggris Mengirim Sinyal Lemah
Pound saat ini tidak hanya tertekan oleh perubahan kebijakan fiskal, tetapi juga oleh rangkaian data ekonomi yang menunjukkan kinerja lebih lemah dari proyeksi. Pertumbuhan ekonomi Inggris pada Kuartal III hanya mencatat ekspansi moderat, jauh dari ekspektasi untuk pemulihan yang lebih solid.
Lebih mengkhawatirkan lagi, Produk Domestik Bruto (PDB) bulan September mengalami kontraksi secara bulanan, menandakan bahwa momentum ekonomi terus melemah mendekati akhir tahun. Kondisi ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa Bank of England (BoE) semakin dekat dengan keputusan untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember.
Ekspektasi pemotongan suku bunga tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menekan GBP dalam beberapa pekan terakhir. Investor melihat BoE tidak lagi memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan ketat karena risiko resesi semakin meningkat.
Dolar AS Juga Melemah, Membantu Menahan Penurunan GBP/USD
Meskipun Pound berada dalam tekanan signifikan, penurunan GBP/USD tidak terlalu tajam karena Dolar AS juga mengalami pelemahan. Keyakinan ekonomi AS sedang diuji kembali setelah penutupan pemerintah (shutdown) yang berlangsung 43 hari, rekor terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat.
Direktur National Economic Council, Kevin Hassett, memperingatkan bahwa sebagian data ekonomi AS untuk periode Oktober mungkin hilang selamanya karena beberapa lembaga tidak dapat mengumpulkan data selama penutupan. Ketidakpastian data ini membuat investor berhati-hati, bahkan ketika sentimen pasar sempat membaik setelah Kongres dan Gedung Putih menyepakati undang-undang pendanaan pemerintah.
Sinyal dari sektor swasta juga menunjukkan gambaran yang tidak terlalu optimistis. Pasar tenaga kerja mulai mendingin, sementara tingkat kepercayaan konsumen bergeser secara fluktuatif. Kekhawatiran inflasi juga belum sepenuhnya mereda, sehingga prospek pemulihan ekonomi jangka pendek masih rapuh.
Presiden AS Donald Trump secara resmi menandatangani undang-undang pembiayaan untuk mengakhiri shutdown pada hari Kamis. Namun, pasar masih menilai bahwa dampak shutdown terhadap data ekonomi dan potensi gangguan fiskal dapat membatasi kekuatan reli Dolar dalam waktu dekat.
Gambaran Keseluruhan Pasar
Kombinasi dari semua faktor ini membentuk dinamika pasar yang lebih berhati-hati:
-
Inggris menghadapi tantangan serius dalam menjaga kredibilitas fiskal.
-
Prospek pemotongan suku bunga BoE menekan Pound secara struktural.
-
Data domestik yang melambat memperburuk persepsi terhadap pertumbuhan Inggris.
-
Dolar AS sendiri dalam kondisi melemah, sehingga penurunan GBP/USD cenderung terbatas.
Pada akhirnya, pasangan GBP/USD bergerak mendekati 1,3150 sambil menunggu katalis berikutnya, baik dari perkembangan kebijakan fiskal Inggris menjelang anggaran 26 November maupun dari rilis data AS yang mungkin tertunda atau tidak lengkap.
Dengan latar belakang yang tidak stabil ini, pasar kemungkinan akan terus mengikuti setiap perkembangan politik dan ekonomi, terutama yang terkait pengelolaan fiskal Inggris dan respons bank sentral di kedua negara.

Comment