Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor baru dengan kenaikan 1,5% ke level 8.274,35. Penguatan didorong oleh lonjakan saham BUMN seperti TLKM dan BBRI, serta masuknya dana asing senilai Rp3,1 triliun. Simak faktor-faktor yang menggerakkan pasar hari ini.
IHSG Tembus Rekor Baru, Naik 1,5%: Saham BUMN dan Dana Asing Jadi Pendorong Utama
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melesat tajam pada perdagangan Kamis, 23 Oktober 2025. Mengakhiri sesi dengan lonjakan 121,8 poin atau 1,49%, IHSG ditutup di posisi 8.274,35, menandai salah satu performa terbaik dalam beberapa minggu terakhir. Kenaikan signifikan ini sekaligus membawa kapitalisasi pasar naik menjadi Rp 15.219 triliun, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Secara keseluruhan, 424 saham tercatat menguat, 270 saham melemah, dan 262 saham stagnan. Dari awal perdagangan, indeks sudah menunjukkan momentum positif dan bahkan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa (all-time high) di posisi 8.292,89 pada sesi intraday. Pencapaian ini memecahkan rekor sebelumnya yang terjadi pada 13 Oktober 2025, menandai tren bullish yang kembali menguat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sektor Konsumer dan Properti Pimpin Penguatan
Mengutip data Refinitiv, hampir seluruh sektor saham hari ini bergerak di zona hijau. Sektor konsumer primer menjadi bintang utama dengan kenaikan 3,59%, diikuti oleh sektor properti yang naik 2,49%, dan teknologi yang menguat 1,85%. Kinerja sektor-sektor tersebut memperlihatkan sinyal optimisme pelaku pasar terhadap daya beli masyarakat dan prospek ekonomi digital.
Sektor konsumer mendapatkan dorongan dari ekspektasi peningkatan konsumsi domestik menjelang akhir tahun, terutama dengan berbagai program belanja dan promosi yang digencarkan emiten besar. Di sisi lain, sektor properti terus memanfaatkan momentum suku bunga yang stabil, sedangkan sektor teknologi kembali diminati seiring peningkatan valuasi global pada saham-saham digital.
TLKM dan Bank-Bank BUMN Jadi Penopang Utama IHSG
Saham Telkom Indonesia (TLKM) menjadi motor penggerak utama penguatan IHSG hari ini, memberikan kontribusi besar hingga 24,04 poin indeks. Saham TLKM melesat 6,67% dan ditutup di level Rp 3.360, melanjutkan tren positif yang sudah terbentuk sejak awal bulan. Investor menilai transformasi digital Telkom dan kinerja solid anak usahanya di sektor teknologi menjadi katalis positif bagi pergerakan sahamnya.
Selain TLKM, saham-saham perbankan BUMN juga tampil impresif dan menjadi fondasi penguatan IHSG.
-
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 3,24% ke Rp 3.820, memberikan kontribusi 19,87 poin terhadap indeks.
-
Bank Mandiri (BMRI) ikut menguat 2,31%, menambah 8,79 poin indeks.
-
Bank Negara Indonesia (BBNI) bahkan melesat 5,21%, berkontribusi 7,51 poin.
Kenaikan saham-saham perbankan ini menunjukkan bahwa sektor keuangan kembali mendapatkan aliran dana signifikan setelah sempat terkoreksi pada perdagangan sebelumnya. Analis menilai, investor mulai kembali masuk ke saham-saham blue chip karena valuasinya kini lebih menarik dan prospeknya tetap kuat di tengah stabilitas ekonomi domestik.
Arus Dana Asing Masuk Deras, Sinyal Kepercayaan Investor Global
Salah satu faktor penting yang memperkuat IHSG hari ini adalah masuknya dana asing ke pasar modal Indonesia. Pada sesi pertama perdagangan saja, tercatat net buy asing sebesar Rp 3,1 triliun di seluruh pasar. Arus dana segar ini menjadi bukti bahwa investor global kembali menunjukkan kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Dari sisi emiten, dua saham BUMN menjadi buruan utama investor asing, yakni TLKM dan BBRI. TLKM mencatat net foreign buy tertinggi sebesar Rp 150,3 miliar, disusul oleh BBRI dengan Rp 102,9 miliar. Peningkatan minat investor asing ini memperkuat pandangan bahwa saham-saham berkapitalisasi besar dari sektor BUMN masih menjadi pilihan utama dalam portofolio jangka panjang.
Menurut analis pasar, derasnya aliran modal asing juga didorong oleh persepsi positif terhadap stabilitas politik dan kebijakan fiskal pemerintah menjelang penutupan tahun 2025. Selain itu, penguatan rupiah dan prospek inflasi yang terkendali turut menambah daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global.
Outlook IHSG Masih Positif, Namun Waspadai Aksi Ambil Untung
Kinerja impresif IHSG hari ini memberikan sinyal kuat bahwa tren bullish masih berlanjut. Namun, para analis mengingatkan agar investor tetap berhati-hati terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking), terutama setelah indeks mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji kembali level psikologis 8.300, tetapi jika terjadi koreksi sehat, indeks diperkirakan akan bertahan di area 8.150–8.200 sebagai support kuat. Investor disarankan untuk tetap selektif, dengan fokus pada saham-saham unggulan di sektor perbankan, telekomunikasi, dan konsumer yang memiliki fundamental kuat.
Lonjakan IHSG sebesar 1,5% hari ini bukan hanya cerminan dari euforia jangka pendek, tetapi juga bukti bahwa pasar modal Indonesia masih menjadi magnet bagi investor lokal maupun global. Kombinasi antara penguatan saham BUMN, masuknya dana asing, dan prospek ekonomi yang solid menjadi pendorong utama kenaikan indeks. Jika momentum positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin IHSG akan kembali mencetak rekor baru dalam waktu dekat.

Comment