IHSG naik 0,76% ke 8.434 pada sesi pertama perdagangan. Sektor energi, konsumer non-primer, dan properti memimpin penguatan, sementara pasar Asia bergerak variatif jelang rilis data ekonomi regional dan RDG BI.
IHSG Menguat Signifikan di Sesi Pertama
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan solid pada perdagangan sesi pertama hari Senin (17/11/2025). Indeks menguat 0,76% atau bertambah 63,76 poin, sehingga menutup sesi siang di level 8.434,20. Kenaikan ini menandai tren positif pasar domestik di tengah dinamika global yang beragam.
Kinerja Perdagangan Sesi Siang
Pada sesi pertama, aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. BEI mencatat:
-
344 saham naik
-
274 saham turun
-
195 saham stagnan
Data Transaksi yang Meningkat
Nilai transaksi hingga jeda siang mencapai Rp 11,03 triliun, dengan:
-
Volume: 1,63 miliar saham
-
Frekuensi: 1,63 juta transaksi
Aktivitas yang tinggi menandakan minat investor yang cukup kuat pada awal pekan ini.
Saham Paling Aktif dan Top Gainers
Beberapa saham mencatat aktivitas perdagangan dan kenaikan yang menonjol pada sesi pertama.
Saham Paling Ramai Ditransaksikan
-
BUMI – Bumi Resources
-
INET – Sinergi Inti Andalan Prima
-
BBCA – Bank Central Asia
Ketiganya mencatat frekuensi transaksi yang sangat tinggi dan menjadi pusat perhatian pelaku pasar.
Top Gainers Sesi Pertama
-
APEX
-
LUCK
-
BABY
-
PBSA
Saham-saham tersebut menjadi yang paling melesat berkat minat beli yang kuat.
Performa Sektoral IHSG
Mayoritas sektor bergerak menguat dan memberi kontribusi positif terhadap kenaikan indeks.
Sektor yang Memimpin Penguatan
Penguatan IHSG terutama didorong oleh:
-
Sektor energi
-
Sektor konsumer non-primer
-
Sektor properti
Kenaikan harga komoditas, optimisme konsumsi domestik, dan prospek properti yang membaik mendorong sektor-sektor tersebut tampil dominan.
Sektor yang Melemah
Namun tidak semua sektor mencatat kinerja positif. Sektor kesehatan menjadi sektor dengan penurunan terdalam pada sesi pertama. Penurunan ini dipicu oleh aksi ambil untung serta rotasi dana ke sektor siklikal yang lebih sensitif terhadap momentum pemulihan ekonomi.
Saham Penggerak dan Penekan IHSG
Top Movers yang Mendorong IHSG
-
DSSA
-
BBCA
-
RISE
Ketiga emiten ini berkontribusi signifikan terhadap penguatan indeks.
Saham yang Menekan IHSG
-
AMMN
-
MDKA
-
GOTO
Koreksi pada saham-saham tersebut menghambat potensi penguatan IHSG yang lebih besar.
Fokus Pasar Domestik: RDG BI dan Isu Regional
Investor Indonesia saat ini mengantisipasi sejumlah agenda penting yang bisa mempengaruhi arah pasar.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia
Fokus utama pekan ini adalah keputusan Bank Indonesia (BI) mengenai kebijakan suku bunga. Pelaku pasar akan memperhatikan:
-
Prospek inflasi
-
Stabilitas nilai tukar
-
Potensi BI mempertahankan atau mengubah suku bunga acuan
Pengaruh Isu Geopolitik Regional
Selain faktor domestik, komentar terbaru PM Jepang Takaichi terkait meningkatnya ketegangan di Laut China Timur juga menjadi perhatian pasar. Sentimen geopolitik ini dinilai berpotensi memicu volatilitas di pasar Asia, termasuk Indonesia.
Dinamika Pasar Global dan Regional
Pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh dinamika di kawasan Asia-Pasifik serta perkembangan pasar AS.
Sentimen Positif dari Amerika Serikat
Keputusan Presiden Trump untuk membatalkan tarif impor pada sejumlah komoditas pertanian memberikan sentimen positif bagi pasar global. Kebijakan ini dianggap dapat menurunkan tekanan sektor agrikultur dan membuka peluang perdagangan yang lebih stabil.
Kinerja Beragam Pasar Asia-Pasifik
Pasar Asia-Pasifik pada Senin bergerak variatif karena investor menantikan rilis data ekonomi dari sejumlah negara.
Jepang Mengalami Kontraksi Ekonomi
-
Indeks saham Jepang turun 0,63%
-
PDB Jepang berkontraksi 0,4% pada kuartal III, meski lebih baik dari perkiraan
-
Indeks Topix melemah 0,44%
Kontraksi ekonomi Jepang menjadi salah satu faktor penahan sentimen positif regional.
Pasar Korea Selatan Menguat
-
Kospi: +1,78%
-
Kosdaq: +0,68%
Dukungan dari saham teknologi dan pemulihan permintaan domestik menjadi pendorong kenaikan pasar Korea.
Pergerakan Pasar Hong Kong dan Australia
-
Kontrak berjangka Hang Seng: 26.500 (sedikit di bawah penutupan sebelumnya)
-
S&P/ASX 200 Australia: turun 0,26%
Investor Australia cenderung wait and see menjelang data ekonomi global.
Data Regional yang Ditunggu
Investor Asia juga menantikan:
-
PDB Thailand Kuartal III
-
Neraca perdagangan Singapura
Kedua data tersebut diperkirakan memberi gambaran lebih kuat mengenai arah pemulihan ekonomi Asia Tenggara.
Kinerja Wall Street Menjelang Akhir Pekan
Pada penutupan Jumat lalu, bursa AS mencatat rebound setelah tekanan kuat pada sesi sebelumnya.
Nasdaq Berhasil Rebound
-
Nasdaq Composite: naik 0,13% ke level 22.900,59
-
Mengakhiri penurunan tiga hari beruntun
Pergerakan Indeks Utama Lainnya
-
S&P 500: turun tipis 0,05%, mendekati level netral
-
Dow Jones: tertekan 0,65% ke 47.147,48
Ketiga indeks tersebut sempat jatuh lebih dari 1% pada perdagangan intraday sebelum berhasil bangkit.
Perdagangan sesi pertama hari ini menunjukkan bahwa IHSG memiliki momentum positif, ditopang oleh sektor energi, konsumer non-primer, dan properti. Namun, dinamika global—mulai dari kontraksi ekonomi Jepang hingga pergerakan bursa AS—tetap menjadi faktor penentu arah pasar dalam jangka pendek. Dengan RDG BI dan rilis data ekonomi regional, volatilitas IHSG diperkirakan meningkat dalam beberapa hari mendatang.

Comment