IHSG dibuka menguat didorong reli saham CUAN, TPIA, CDIA, hingga sektor perbankan dan LQ45, sementara sejumlah saham big caps melemah. Simak analisis lengkap sentimen pasar hari ini.
Saham Prajogo Group, Perbankan, dan LQ45 Jadi Motor Kenaikan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif pada awal perdagangan Jumat, 5 Desember 2025. Mengawali sesi pagi dengan catatan hijau, indeks komposit terdorong oleh kinerja kuat sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari kelompok emiten afiliasi Prajogo Pangestu serta sektor perbankan yang menguat serempak.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka naik 0,20% ke posisi 8.657,90. Dari total ratusan saham yang diperdagangkan, sebanyak 289 saham menguat, 231 melemah, dan 437 stagnan—menggambarkan sentimen pasar yang relatif konstruktif namun selektif.
Saham Prajogo Pangestu Jadi Pendorong Kuat IHSG
Saham-saham yang berada dalam ekosistem bisnis Prajogo Pangestu kembali memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan IHSG pada sesi pembukaan.
CUAN Memimpin Penguatan
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) menjadi motor utama reli indeks dengan lonjakan 3,72%. Kenaikan ini memperpanjang tren positif saham-saham batu bara dan energi terbarukan di bawah grup besar tersebut.
CDIA dan BREN Kompak Menguat
Selain CUAN, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) juga terapresiasi 1,28%, diikuti PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang naik 0,53%.
Tidak berhenti di situ, dua emiten afiliasi Prajogo lainnya turut memperkuat sentimen:
* TPIA (PT Chandra Asri Pacific Tbk.) naik 0,98%
* BRPT (PT Barito Pacific Tbk.) menguat 0,57%
Konsistensi reli saham-saham ini menandakan minat investor yang tetap kuat, terutama pada sektor energi, petrokimia, dan investasi yang berada dalam jaringan bisnis Prajogo.
Saham Perbankan Ikut Menopang Kenaikan IHSG
Pendorong lain IHSG datang dari sektor perbankan, yang belakangan menunjukkan stabilitas dan prospek pertumbuhan kuat.
Kenaikan Terukur di Big Banks
Beberapa saham bank besar yang turut menguat antara lain:
* BBNI naik 0,23%
* BMRI menguat 0,20%
* BNLI terapresiasi 0,20%
Penguatan ini menunjukkan optimisme pasar terhadap sektor finansial seiring ekspektasi kebijakan suku bunga dan stabilitas makroekonomi yang terjaga menuju akhir tahun.
LQ45 Berkilau, EXCL Melonjak Tajam
Dari jajaran saham LQ45, beberapa emiten mencatatkan kenaikan signifikan dan menjadi sorotan utama.
EXCL Jadi Performa Terbaik
PT XL Smart Telecom Tbk. (EXCL) memimpin penguatan dengan melonjak 7,27%, menjadi salah satu saham dengan reli paling agresif pada pagi hari.
PGEO dan EMTK Ikut Menguat
– PGEO (Pertamina Geothermal Energy) naik 3,88%, didorong sentimen positif sektor energi bersih.
– EMTK (Elang Mahkota Teknologi) menguat 1,94%, mencerminkan minat investor pada sektor teknologi dan media.
Sektor Otomotif, Material, dan Telekomunikasi Juga Mengalami Kenaikan
Penguatan pasar tidak hanya terjadi pada sektor energi dan perbankan.
Penguatan Emiten Lain
Beberapa emiten besar yang turut mengalami kenaikan:
* ASII naik 1,12%, ditopang penjualan otomotif yang stabil
* MBMA menguat 0,93%, mengikuti sentimen positif komoditas mineral baterai
* ISAT naik 0,87%, melanjutkan tren positif sektor telekomunikasi
Sejumlah Saham Tertekan, Tekanan Terbesar dari SRAJ dan HEAL
Meski IHSG menguat, tidak semua saham bergerak positif. Beberapa emiten mengalami koreksi yang cukup mencolok.
Saham Big Caps yang Melemah
Penurunan terbesar terjadi pada:
* HEAL (Medikaloka Hermina): turun 2,07%
* KLBF: melemah 1,26%
* MAPI: minus 1,19%
* UNVR: terkoreksi 1,08%
Sementara sejumlah blue chips seperti BBCA (-0,30%), TLKM (-0,28%), dan DSSA (-0,64%) juga mengalami tekanan yang menahan laju kenaikan IHSG.
Sentimen Pasar: Kombinasi Faktor Global dan Domestik
Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan dengan target ke 8.655 dan support di 8.610.
Faktor Global yang Mendukung
Reza mengatakan bahwa ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed (cut rate) menjadi salah satu katalis positif yang mendorong risk appetite investor global.
Faktor Domestik: Menanti Data Cadangan Devisa
Dari sisi domestik, investor menanti rilis data foreign exchange reserves, yang biasanya memberikan sentimen tambahan terhadap stabilitas rupiah dan pasar saham.
Menurut Reza, kombinasi kedua faktor ini—global dan domestik—menciptakan momentum yang mendukung penguatan IHSG pada sesi perdagangan hari ini.
IHSG membuka perdagangan dengan catatan positif, didorong oleh reli saham-saham besar terutama dari grup Prajogo Pangestu, sektor perbankan, dan sejumlah emiten LQ45. Sentimen global terkait kemungkinan penurunan suku bunga The Fed serta penantian data cadangan devisa domestik menjadi elemen penting yang menopang pasar.
Meski beberapa saham mengalami tekanan, secara keseluruhan indeks menunjukkan potensi penguatan lanjutan jika sentimen positif tetap terjaga.
