IHSG ditutup turun 1,99% ke 5.266,13 pada 27 Oktober 2026, dan penurunannya hampir merata di semua sektor. Dari 11 sektor IDX-IC, hanya sektor industri yang ditutup menguat, naik 1,43%.

Gambaran Pasar
| Indikator | Angka |
|---|---|
| IHSG | 5.266,13 (−1,99%) |
| LQ45 | 533,02 (−1,69%) |
| Sektor yang naik | 1 dari 11 (industri) |
| Saham naik / turun | 100 / 611 |
Pembagian sebelas sektor IDX-IC dijelaskan di indeks sektoral IDX-IC.
Penekan LQ45
Saham DEWA, MBMA, dan WIFI tercatat sebagai penurun terbesar di indeks LQ45. Di sisi lain, saham-saham bank besar seperti BMRI, TLKM, dan BBNI menjadi sasaran jual bersih asing terbesar.
Mengapa Sektor Industri Bertahan?
Sektor industri mencakup barang modal, jasa komersial, dan transportasi. Ketahanan sektor ini bisa berasal dari:
- Rotasi dana ke saham yang dinilai sudah tertekan.
- Pergerakan saham tertentu berkapitalisasi besar di sektor tersebut.
Ketahanan satu sektor dalam satu hari belum tentu menjadi tren. Konsep rotasi sektor dibahas di rotasi sektor saat suku bunga naik.
Faktor Penekan Umum
- Rupiah melemah ke Rp18.156 per dolar AS.
- Yield SUN 10 tahun naik ke sekitar 7,54%.
- Antisipasi rebalancing indeks MSCI pada November.
- Jual bersih asing sekitar Rp651,3 miliar.
Pergerakan IHSG pada pembukaan berikutnya dibahas di IHSG dibuka melemah 28 Oktober. Data sektoral resmi tersedia di Bursa Efek Indonesia.
Konten ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Sektor apa yang naik pada 27 Oktober 2026?
Hanya sektor industri yang ditutup menguat, naik 1,43%, dari 11 sektor IDX-IC.
Berapa penutupan LQ45 pada 27 Oktober 2026?
LQ45 turun 1,69% ke 533,02, dengan DEWA, MBMA, dan WIFI sebagai penekan utama.
Mengapa IHSG turun merata?
Karena rupiah melemah, yield SUN naik, antisipasi rebalancing MSCI, dan jual bersih asing sekitar Rp651,3 miliar.


