Skip to content
ForixDaily ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

  • Beranda
  • Pasar Forex
  • Komoditi
  • Indeks & Saham
  • Ekonomi & Politik
ForixDaily
ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

harga

Harga Minyak Anjlok di Tengah Manuver AS Mengakhiri Perang Rusia–Ukraina

team, November 20, 2025

Harga minyak global turun tajam setelah AS meningkatkan tekanan diplomasi untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina, memicu kekhawatiran lonjakan pasokan minyak Rusia.

Harga Minyak Dunia Merosot Seiring Upaya Diplomasi AS

Harga minyak mentah global kembali mengalami tekanan signifikan setelah laporan menyebutkan bahwa Amerika Serikat (AS) semakin aktif mendorong penyelesaian konflik Rusia–Ukraina. Sentimen ini membuat pelaku pasar berspekulasi bahwa berakhirnya perang dapat membuka kembali aliran ekspor minyak Rusia secara lebih luas ke pasar internasional.

Mengutip Reuters pada Kamis (20/11/2025), harga minyak mentah berjangka Brent jatuh US$1,63 atau sekitar 2,5% ke level US$63,26 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) juga turun US$1,56 atau 2,6% ke angka US$59,18 per barel. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa pasokan dapat kembali melimpah jika tekanan geopolitik mereda.

Manuver AS dalam Mendorong Penyelesaian Konflik Rusia–Ukraina

Proposal Kerangka Penyelesaian dari Washington

Dua sumber Reuters menyatakan bahwa Washington telah memberikan sinyal diplomatik baru kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Dalam sinyal tersebut, AS meminta Kyiv untuk mempertimbangkan rancangan kerangka penyelesaian perang yang mereka susun.

Isi Rancangan Perdamaian yang Dipertimbangkan

Menurut laporan tersebut, proposal awal itu mencakup kemungkinan penyerahan sebagian wilayah dan penyesuaian dalam penggunaan atau distribusi persenjataan. Meskipun belum resmi diumumkan, langkah ini menunjukkan bahwa AS semakin mendesak penyelesaian konflik demi stabilitas geopolitik dan ekonomi global.

Dampak Sinyal Diplomasi pada Sentimen Pasar Energi

Setiap perkembangan yang mengarah pada potensi akhir perang langsung berdampak pada pasar minyak. Konflik selama dua tahun terakhir membuat suplai minyak Rusia terhambat oleh sanksi dan embargo, yang secara otomatis menopang harga. Jika hambatan ini berkurang, pasar mengantisipasi melimpahnya pasokan baru yang dapat menekan harga lebih dalam.

Kekhawatiran Pasar Terhadap Lonjakan Pasokan Minyak Rusia

Analisis dari TP ICAP Group

Scott Shelton, analis energi dari TP ICAP Group, menegaskan bahwa kondisi saat ini dapat membawa harga minyak ke level yang lebih rendah lagi.

Prediksi Harga Minyak US$50-an per Barel

“Dengan banyaknya minyak yang berada di lautan, penyimpanan terapung, serta kargo yang terkena sanksi, harga bisa saja turun hingga kisaran US$50-an,” kata Shelton. Menurutnya, arus minyak Rusia yang sebelumnya terkendala oleh sanksi pada akhirnya akan menemukan jalan masuk kembali ke pasar internasional.

Sanksi AS Terhadap Rusia dan Tekanan Menjelang Tenggat Waktu

Sanksi Baru Bagi Rosneft dan Lukoil

Bulan lalu, AS menjatuhkan sanksi keras terhadap dua perusahaan minyak besar Rusia—Rosneft dan Lukoil. Pemerintah AS menetapkan tenggat hingga 21 November bagi perusahaan global untuk menghentikan hubungan bisnis dengan dua entitas tersebut.

Dampak Terhadap Pendapatan Rusia

Departemen Keuangan AS menyebutkan bahwa sanksi tersebut sudah menekan pendapatan minyak Rusia secara signifikan. Namun, mereka juga memperkirakan dampak jangka panjang berupa penurunan volume ekspor negara tersebut.

Analis Menilai Tekanan Geopolitik Mencapai Titik Maksimum

Janiv Shah dari Rystad Energy mengatakan bahwa tekanan terhadap Rusia saat ini berada pada “level maksimum” menjelang tenggat sanksi. Ia juga menilai bahwa meredanya risiko geopolitik akan membuat investor kembali fokus pada fundamental pasar yang lemah, seperti melemahnya permintaan global dan melimpahnya suplai dari negara non-OPEC.

Respons Rusia Terhadap Tekanan Sanksi AS

Rusia Bersikeras Produksi Tetap Stabil

Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, membantah bahwa sanksi mempengaruhi produksi minyak Rusia. Ia menegaskan bahwa negara tersebut tetap mampu memenuhi kuota produksi OPEC+.

Rusia Mengandalkan Diversifikasi Pasar

Menurut Novak, Rusia masih dapat menyesuaikan arus ekspor mereka melalui pasar alternatif serta mengoptimalkan jalur logistik yang tidak terdampak sanksi Barat.

Penurunan Harga Minyak Tertahan oleh Data Stok AS

Laporan EIA Menunjukkan Penurunan Stok yang Besar

Meski sentimen bearish mendominasi, penurunan harga minyak tertahan oleh laporan Administrasi Informasi Energi AS (EIA). Laporan tersebut mengungkapkan bahwa stok minyak mentah AS turun lebih besar dari perkiraan pasar.

Kenaikan Aktivitas Kilang dan Ekspor Menjadi Penopang

Turunnya stok dipicu oleh meningkatnya aktivitas refinery dan pertumbuhan ekspor minyak AS, yang memberikan sedikit dukungan bagi harga di tengah tekanan yang lebih besar dari faktor geopolitik dan sanksi.

Prospek Harga Minyak ke Depan

Harga minyak ke depan akan dipengaruhi oleh kombinasi antara perkembangan diplomasi AS, reaksi Rusia terhadap sanksi, serta kondisi fundamental pasar yang masih lemah. Jika konflik mereda dan pasokan minyak kembali melimpah, pasar energi dapat memasuki fase surplus baru yang sangat menekan harga global.

Komiditi harga minyak turunminyak duniaWTI

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Komiditi nzd

NZD/USD Anjlok ke Bawah 0,5800 Tiga Hari Beruntun Melemah di Tengah Kekhawatiran Menjelang Pidato The Fed Powell

October 9, 2025October 13, 2025

NZD/USD kembali melemah hingga di bawah 0,5800, mencatat penurunan tiga hari berturut-turut. Dolar AS menguat menjelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell, sementara kebijakan dovish RBNZ menambah tekanan pada Dolar Selandia Baru. NZD/USD Anjlok ke Bawah 0,5800: Tekanan Dolar AS dan Pidato Powell Jadi Fokus Pasar Pasangan mata uang NZD/USD…

Read More
Komiditi tembaga

Perak & Tembaga Melejit: Dominasi Emas Mulai Tergeser Menjelang 2026

December 8, 2025

Harga perak dan tembaga melesat tajam menjelang 2026, melampaui performa emas di tengah kelangkaan pasokan global, lonjakan permintaan, serta derasnya arus dana ke ETF. Simak analisis lengkap tentang pemicu reli, risiko volatilitas, dan prospek harga komoditas utama ini. Perak dan Tembaga Setafas di Depan: Emas Mulai Tersisih dari Panggung Utama…

Read More
Komiditi emas

Harga Emas Tertekan, Namun Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menjadi Penyangga

December 3, 2025

Harga emas bergerak melemah mendekati level terendah harian, namun ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan tensi geopolitik menjaga penurunan tetap terbatas. Simak analisis lengkap sentimen dan prospek teknikal terbaru. Dolar AS Masih Tertekan oleh Prospek Penurunan Suku Bunga Harga emas (XAU/USD) diperdagangkan mendekati titik terlemah dalam kisaran pergerakan hariannya…

Read More

Comment

  1. Pingback: Kinerja BUMN Memprihatinkan: Danantara Ungkap Hanya 8 Entitas yang Setor Dividen dari 1.060 Perusahaan - ForixDaily

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Mal Pelayanan Publik Cikampek, Perluas Akses Layanan Warga Karawang
  • Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba
  • Pound Sterling Menguat di Tengah Lonjakan Harga Ritel Inggris: Sinyal Bullish Baru bagi GBP
  • IHSG Terkoreksi Tajam di Awal Pekan, Analis Ungkap Aksi Profit Taking hingga Sentimen Global
  • GBP/USD Bertahan Bullish, Mengincar 1,3700 di Tengah Tekanan Dolar dan Data Inggris yang Solid

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
©2026 ForixDaily | WordPress Theme by SuperbThemes