Skip to content
ForixDaily ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

  • Beranda
  • Pasar Forex
  • Komoditi
  • Indeks & Saham
  • Ekonomi & Politik
ForixDaily
ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

harga

Harga Emas Turun dari Puncak Tiga Minggu

team, November 11, 2025

Harga emas melemah dari puncak tiga minggu karena sentimen risk-on global, namun prospek bullish tetap kuat di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan kekhawatiran ekonomi akibat penutupan pemerintah AS.

Emas Koreksi dari Puncak, Namun Prospek Jangka Pendek Tetap Cerah

Harga emas (XAU/USD) mengalami koreksi ringan setelah sempat mencapai level tertinggi dalam hampir tiga minggu di sekitar zona $4.150 pada sesi perdagangan Asia, Selasa (11/11). Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya sentimen risk-on di pasar keuangan global, yang sedikit mengurangi permintaan terhadap aset safe-haven seperti emas.

Meski begitu, para analis menilai tren bullish emas masih belum kehilangan momentumnya. Harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed) pada Desember serta kekhawatiran mengenai dampak ekonomi dari penutupan sebagian pemerintah AS tetap menjadi faktor pendukung utama bagi logam mulia ini.

Kombinasi Faktor Dukung: Suku Bunga dan Kekhawatiran Ekonomi

Ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dari The Fed menjadi katalis utama yang menjaga daya tarik emas di tengah fluktuasi pasar. Menurut FedWatch Tool milik CME Group, probabilitas terjadinya pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada Desember kini mencapai lebih dari 60 persen.

Pemangkasan tersebut akan membuat Dolar AS (USD) cenderung melemah, sementara emas — yang tidak memberikan imbal hasil — akan menjadi lebih menarik bagi investor global.

Selain itu, kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari penutupan pemerintah AS yang berlangsung sejak awal Oktober turut memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Meskipun Senat AS dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kebuntuan anggaran, pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi.

Data terbaru University of Michigan menunjukkan Indeks Sentimen Konsumen AS pada November merosot ke level 50,3, terendah sejak Juni 2022, dari sebelumnya 53,6. Angka tersebut menjadi sinyal melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi, yang secara historis sering menjadi penopang harga emas.

Dolar AS Lemah, Sentimen Risk-On Menahan Laju Emas

Meskipun tekanan terhadap Dolar AS belum sepenuhnya mereda, pelemahan USD gagal menarik pembelian yang signifikan. Pasar tampak menunggu data ekonomi lanjutan dan pernyataan resmi dari anggota Federal Open Market Committee (FOMC) pada pertengahan pekan ini untuk mencari petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

Dalam jangka pendek, lingkungan perdagangan yang tipis karena libur Hari Veteran di AS turut membatasi pergerakan emas. Minimnya volume perdagangan membuat harga emas mudah terombang-ambing oleh perubahan kecil dalam sentimen pasar.

Sementara itu, meningkatnya optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi global telah memicu peralihan sementara ke aset berisiko seperti saham dan mata uang pasar berkembang. Meski demikian, analis memperingatkan bahwa sentimen risk-on ini hanya bersifat temporer mengingat ketidakpastian makroekonomi masih tinggi.

Analisis Teknis: Prospek Bullish Masih Domian

Secara teknikal, emas masih berada dalam tren naik jangka pendek setelah berhasil menembus level retracement Fibonacci 50% dari penurunan besar yang terjadi sebelumnya. Keberhasilan harga mempertahankan posisi di atas area $4.115 memperkuat sinyal bahwa pembeli masih menguasai pasar.

Jika emas mampu menembus zona resistensi $4.155–$4.160, momentum bullish berpotensi berlanjut dengan target psikologis berikutnya di $4.200. Level ini berdekatan dengan retracement Fibonacci 61,8%, dan penutupan harga harian di atas area tersebut bisa membuka ruang kenaikan menuju $4.250 atau bahkan $4.300 dalam beberapa pekan ke depan.

Sebaliknya, apabila harga gagal mempertahankan area support $4.100–$4.075, aksi ambil untung dapat meningkat dan menekan harga ke $4.025, sebelum akhirnya menguji level psikologis $4.000. Penembusan yang meyakinkan di bawah titik tersebut dapat mengubah bias jangka pendek menjadi bearish, dengan potensi penurunan lebih lanjut ke area $3.936–$3.900.

Faktor Fundamental Masih Mendukung

Di luar faktor teknis, dinamika makroekonomi global juga terus memberi dorongan bagi emas. Penurunan inflasi global yang melambat, potensi resesi teknikal di Eropa, dan permintaan fisik dari Asia — terutama India dan Tiongkok — memperkuat pandangan bahwa harga emas masih memiliki ruang untuk menguat lebih jauh.

Bahkan dengan adanya pergeseran sementara ke aset berisiko, banyak analis memperkirakan bahwa logam kuning ini akan tetap menjadi pilihan utama investor yang mencari perlindungan dari ketidakpastian jangka panjang.

Para pelaku pasar kini menanti komentar lanjutan dari pejabat The Fed yang dijadwalkan berbicara pada Rabu mendatang, yang kemungkinan akan memberikan petunjuk lebih jelas mengenai jalur pemangkasan suku bunga di masa depan.

Koreksi Ringan, Tren Bullish Masih Aman

Secara keseluruhan, meski harga emas sempat terkoreksi dari puncak tiga minggunya, fundamental dan teknikal masih menunjukkan potensi kenaikan. Harapan terhadap kebijakan dovish The Fed, kekhawatiran ekonomi akibat penutupan pemerintah AS, serta lemahnya data sentimen konsumen tetap menjadi faktor kunci yang menopang permintaan terhadap logam mulia.

Selama harga mampu bertahan di atas level $4.100, tren bullish emas masih terjaga. Koreksi yang terjadi saat ini lebih banyak dianggap sebagai fase konsolidasi sehat sebelum melanjutkan penguatan baru. Dengan dukungan makro dan momentum teknikal yang solid, emas masih berpeluang menguat menuju area $4.200–$4.250 dalam waktu dekat.

Komiditi analisis teknikal emasHarga EmasPasar GlobalXAU/USD

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Komiditi freeport

Divestasi Freeport: Langkah Strategis Indonesia Menuju Kedaulatan Ekonomi dan Kemajuan Papua

October 14, 2025

Rencana pemerintah menambah 12% saham Freeport jadi momentum memperkuat kedaulatan ekonomi nasional dan mendorong pembangunan Papua. Divestasi Freeport Jadi Momentum Kedaulatan Ekonomi Indonesia JAKARTA — Langkah pemerintah Indonesia untuk menambah 12% kepemilikan saham di PT Freeport Indonesia (PTFI) mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Rencana ini dinilai bukan sekadar kebijakan…

Read More
Komiditi harga

Harga Minyak Dunia Tertekan setelah AS Sepakati Impor Minyak Venezuela

January 8, 2026

Harga minyak global melemah setelah Amerika Serikat menyepakati impor minyak dari Venezuela, memicu kekhawatiran lonjakan pasokan dan potensi surplus global pada 2026. Pasokan Global Terancam Melimpah Harga minyak global kembali berada di bawah tekanan setelah Amerika Serikat mencapai kesepakatan untuk mengimpor minyak dari Venezuela dengan nilai hingga US$2 miliar. Kesepakatan…

Read More
Komiditi harga

Langkah Ambisius Indonesia yang Berpotensi Melonjakkan Harga Minyak Sawit Dunia

November 13, 2025

Rencana Indonesia memperluas program biodiesel B50 dapat mengerek harga minyak sawit global. Dengan meningkatnya kebutuhan domestik dan berkurangnya ekspor CPO, pasar dunia diperkirakan menghadapi pasokan ketat dan potensi inflasi pangan. Simak analisis lengkap dampaknya bagi industri sawit, petani, dan perdagangan global. Mandat Biodiesel B50 JAKARTA — Rencana Indonesia untuk memperluas…

Read More

Comment

  1. Pingback: Dolar Australia Melemah di Tengah Sikap Hati-Hati RBA dan Penguatan Dolar AS - ForixDaily

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Mal Pelayanan Publik Cikampek, Perluas Akses Layanan Warga Karawang
  • Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba
  • Pound Sterling Menguat di Tengah Lonjakan Harga Ritel Inggris: Sinyal Bullish Baru bagi GBP
  • IHSG Terkoreksi Tajam di Awal Pekan, Analis Ungkap Aksi Profit Taking hingga Sentimen Global
  • GBP/USD Bertahan Bullish, Mengincar 1,3700 di Tengah Tekanan Dolar dan Data Inggris yang Solid

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
©2026 ForixDaily | WordPress Theme by SuperbThemes