GBP/USD bergerak lesu di sekitar 1,3150 setelah Kanselir Inggris Rachel Reeves membatalkan rencana kenaikan pajak, memicu kekhawatiran fiskal dan memperkuat peluang pemotongan suku bunga BoE pada Desember. Sementara itu, Dolar AS tetap stabil menjelang rilis data ekonomi AS yang tertunda.
Gambaran Umum Pasar GBP/USD
Pasangan mata uang GBP/USD kembali berada dalam tekanan dan diperdagangkan di sekitar 1,3150 selama sesi Asia pada Selasa. Pelemahan Pound Sterling mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi Inggris, terutama setelah kebijakan fiskal terbaru dari Kanselir Keuangan Inggris, Rachel Reeves.
Reeves Batalkan Kenaikan Pajak Penghasilan
Keputusan Reeves untuk membatalkan rencana kenaikan pajak penghasilan memicu ketidakpastian mengenai keseimbangan fiskal Inggris. Meski kebijakan ini dianggap meredakan beban masyarakat, pasar menilai hal tersebut dapat mempersempit ruang fiskal pemerintah.
Dampak terhadap Anggaran dan Prospek Fiskal
-
Office for Budget Responsibility (OBR) menurunkan proyeksi defisit anggaran dari £35 miliar menjadi £20 miliar, memberi sedikit harapan bagi stabilitas fiskal.
-
Reeves diperkirakan akan mencari alternatif pendapatan melalui penyesuaian ambang batas tarif pajak serta reformasi pemotongan gaji, bukan melalui kenaikan tarif pajak besar-besaran.
-
Pendekatan ini menimbulkan penilaian campuran di pasar: lebih ramah publik, namun berpotensi mengganggu keberlanjutan fiskal jangka panjang.
Tekanan Tambahan dari Melemahnya Data Ekonomi Inggris
Selain faktor fiskal, Pound juga berada dalam tekanan akibat serangkaian data ekonomi yang lemah.
PDB dan Data Bulanan Mengecewakan
Ekonomi Inggris mencatat pertumbuhan marginal pada Kuartal 3, sementara PDB bulan September justru menurun. Data ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi Inggris belum mampu pulih dengan stabil.
Fokus Pasar pada Data Pekan Ini
Para pelaku pasar akan mencermati beberapa rilis data penting:
-
Inflasi Inggris
-
PMI pendahuluan manufaktur dan jasa
-
Indikasi momentum pelemahan kegiatan bisnis
Jika data-data tersebut kembali menunjukkan kontraksi, peluang pemotongan suku bunga oleh Bank of England (BoE) semakin besar.
Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga BoE Meningkat
Kondisi ekonomi yang melambat membuat pasar memperkirakan pemotongan suku bunga pada Desember oleh BoE. Ekspektasi ini semakin menekan GBP, karena suku bunga yang lebih rendah cenderung mengurangi daya tarik Pound.
Stabilnya Dolar AS di Tengah Antisipasi Data AS
Sementara Pound melemah, Dolar AS (USD) cenderung stabil menjelang rilis data ekonomi AS yang tertunda setelah pembukaan kembali pemerintah.
Ekspektasi The Fed Mulai Bergeser
Dukungan bagi USD datang dari menurunnya peluang pemotongan suku bunga The Fed.
Perubahan Probabilitas Pemotongan Suku Bunga
Menurut CME FedWatch Tool:
-
Peluang pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember turun dari 62% menjadi 43% dalam waktu satu minggu.
-
Penurunan probabilitas ini menunjukkan pasar mulai memandang kebijakan The Fed lebih hawkish dalam jangka pendek.
Komentar Dovish dari Pejabat The Fed
Namun, pernyataan dari Christopher Waller, Gubernur The Fed, memberikan sentimen campuran:
-
Waller menyatakan bahwa The Fed seharusnya mempertimbangkan pemotongan suku bunga pada Desember.
-
Ia menyoroti perlambatan perekrutan dan melemahnya pasar tenaga kerja sebagai alasan utama.
-
Pernyataannya, yang dilaporkan Bloomberg, dapat memicu perubahan sentimen pasar jika diikuti oleh pejabat lainnya.
Outlook GBP/USD dalam Waktu Dekat
Pergerakan GBP/USD dalam beberapa sesi mendatang akan sangat bergantung pada keseimbangan faktor Inggris dan AS.
Faktor Penekan Pound Sterling
-
Melemahnya data domestik Inggris
-
Kebijakan fiskal Reeves yang menimbulkan ketidakpastian
-
Ekspektasi pemotongan suku bunga BoE
Faktor Penopang Dolar AS
-
Stabilnya ekspektasi suku bunga The Fed
-
Data ekonomi AS yang berpotensi kuat setelah penundaan rilis
-
Sentimen risiko global yang cenderung menguntungkan USD
Level Teknis Penting
-
Support utama: 1,3100
-
Resistance awal: 1,3200
-
Konsolidasi kemungkinan bertahan selama pasar menantikan rilis data utama pekan ini.
Pasangan GBP/USD masih berada dalam tren melemah, terseret oleh kombinasi tekanan fiskal dan ekonomi Inggris serta sentimen kebijakan moneter yang menguntungkan Dolar AS. Dengan banyaknya data penting yang akan dirilis minggu ini, volatilitas GBP/USD diperkirakan akan meningkat, sementara level 1,3150 tetap menjadi area psikologis dan teknis yang paling diperhatikan trader.

Comment