Dolar Australia mempertahankan penguatan setelah PBoC menahan suku bunga. Fokus pasar beralih ke risalah RBA, kebijakan The Fed, dan arah teknikal AUD/USD.
Pasar Menanti Arah Kebijakan RBA dan The Fed
Dolar Australia (AUD) berhasil mempertahankan penguatannya terhadap Dolar AS (USD) pada awal perdagangan pekan ini, didukung oleh keputusan Bank Rakyat Tiongkok (People’s Bank of China/PBoC) yang memilih mempertahankan suku bunga acuannya. Stabilitas kebijakan moneter Tiongkok tersebut menjadi sentimen positif bagi mata uang yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi Asia, termasuk Dolar Australia.
PBoC mengumumkan untuk menahan Loan Prime Rate (LPR) tenor satu tahun di level 3,00% serta LPR lima tahun di 3,50%. Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar dan mencerminkan kehati-hatian otoritas moneter Tiongkok dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas pertumbuhan dan risiko keuangan. Bagi Australia, yang memiliki hubungan dagang erat dengan Tiongkok, kebijakan tersebut memberikan sinyal stabilitas permintaan eksternal, sehingga menopang pergerakan AUD.
Pasar Menanti Risalah RBA, Sinyal Inflasi Jadi Kunci
Di sisi domestik, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis risalah pertemuan Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan pada hari Selasa. Dokumen tersebut dinilai krusial untuk membaca arah kebijakan suku bunga ke depan, khususnya terkait bagaimana bank sentral menilai tekanan inflasi yang masih bertahan.
Data pasar menunjukkan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga RBA belum sepenuhnya menghilang. Pada 18 Desember, kontrak futures suku bunga acuan antarbank 30 hari ASX untuk Februari 2026 diperdagangkan di level 96,34. Angka ini mencerminkan probabilitas sekitar 27% untuk kenaikan suku bunga ke 3,85% pada pertemuan dewan RBA berikutnya. Meski peluang tersebut tidak dominan, hal ini cukup untuk menjaga sentimen hawkish ringan terhadap AUD.
Tambahan dukungan bagi sikap ketat RBA datang dari data ekspektasi inflasi konsumen Australia. Pada Desember, ekspektasi inflasi meningkat menjadi 4,7%, naik dari posisi terendah tiga bulan di 4,5% pada November. Kenaikan ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga belum sepenuhnya mereda, sehingga ruang bagi pelonggaran kebijakan masih terbatas.
Dolar AS Melemah, Pernyataan Fed Bersifat Hati-Hati
Sementara itu, Dolar AS justru kehilangan momentum setelah mencatatkan reli selama tiga sesi berturut-turut. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan USD terhadap enam mata uang utama, melemah dan diperdagangkan di kisaran 98,60 pada saat penulisan. Pasar kini menunggu rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal ketiga yang disesuaikan, yang dijadwalkan keluar pada hari Selasa.
Nada hati-hati juga datang dari pejabat Federal Reserve. Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyatakan bahwa kebijakan moneter AS saat ini berada pada posisi yang tepat untuk “berhenti sejenak” guna menilai dampak pemotongan suku bunga sebesar 75 basis poin yang telah dilakukan. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa The Fed tidak terburu-buru mengambil langkah lanjutan dalam waktu dekat.
Ringkasan Proyeksi Ekonomi The Fed, yang dikenal sebagai dot plot, menunjukkan ekspektasi median hanya satu kali pemangkasan suku bunga tambahan pada 2026. Data dari CME FedWatch Tool juga memperlihatkan probabilitas 79% bahwa suku bunga akan dipertahankan pada pertemuan Januari, meningkat dari pekan sebelumnya. Sebaliknya, peluang pemangkasan suku bunga 25 basis poin turun menjadi sekitar 21%.
Inflasi AS Melandai, Tekanan Terhadap USD Bertambah
Dari sisi data ekonomi, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa inflasi konsumen AS terus melandai. Indeks Harga Konsumen (IHK) utama turun ke 2,7% pada November, lebih rendah dari konsensus pasar di 3,1%. IHK inti, yang mengecualikan harga pangan dan energi, tercatat naik 2,6%, juga di bawah perkiraan 3,0%. Ini menjadi laju inflasi inti terendah sejak 2021 dan memperkuat pandangan bahwa tekanan harga di AS mulai mereda secara struktural.
Faktor politik turut mewarnai dinamika pasar. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ketua Federal Reserve berikutnya akan berasal dari sosok yang mendukung suku bunga jauh lebih rendah. Ia juga mengisyaratkan akan segera mengumumkan pengganti Ketua Fed saat ini, Jerome Powell. Pernyataan tersebut meningkatkan spekulasi arah kebijakan moneter AS ke depan.
Gubernur Fed Christopher Waller, yang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat, kembali menegaskan sikap dovish. Ia menyatakan bahwa meskipun inflasi masih relatif tinggi, The Fed dapat mengambil pendekatan bertahap menuju suku bunga netral tanpa terburu-buru.
Analisis Teknikal: AUD/USD Bertahan di Zona Bullish
Dari sisi teknikal, pasangan AUD/USD diperdagangkan di bawah area 0,6620 pada perdagangan Senin. Grafik harian menunjukkan bahwa harga masih bergerak di sekitar batas bawah saluran naik, menandakan tren menengah yang tetap bullish selama area support mampu dipertahankan.
Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di level 57,05, mencerminkan kondisi netral hingga cenderung bullish. Posisi RSI yang tetap berada di atas garis tengah menunjukkan bahwa kendali pasar masih berada di tangan pembeli, meskipun momentum belum sepenuhnya menguat.
Exponential Moving Average (EMA) sembilan hari menunjukkan tren naik ringan dan berada sedikit di atas harga spot. Namun, pergerakan EMA yang mulai mendatar mengindikasikan fase konsolidasi jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di dekat rata-rata ini, struktur tren naik moderat masih terjaga.
Apabila AUD/USD mampu menembus dan bertahan di atas area 0,6620, maka peluang penguatan lanjutan terbuka menuju level tertinggi tiga bulan di 0,6685, sebelum menguji 0,6707 yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 2024. Sebaliknya, penembusan tegas ke bawah saluran naik dapat meningkatkan tekanan jual dan membuka risiko penurunan menuju area 0,6414, level terendah enam bulan yang tercatat pada Agustus lalu.
Secara keseluruhan, kombinasi stabilitas kebijakan PBoC, ekspektasi hawkish ringan RBA, serta pelemahan Dolar AS memberikan fondasi yang cukup solid bagi Dolar Australia untuk mempertahankan penguatannya dalam jangka pendek.
