Dolar Australia stabil menjelang rilis inflasi utama Australia. Sikap hati-hati RBA dan meningkatnya peluang pemotongan suku bunga The Fed memicu volatilitas AUD/USD.
Inflasi Australia Jadi Katalis Utama dan Taruhan Pemotongan Suku Bunga The Fed Menggoyang USD
Dolar Australia (AUD) bergerak stabil pada awal pekan saat investor menunggu rilis data inflasi penting dari Australia, yang akan menjadi salah satu indikator paling diawasi oleh pelaku pasar untuk menentukan arah kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA). Dengan nada yang semakin berhati-hati dari bank sentral, pasar kini memasuki fase krusial yang dapat menentukan momentum jangka pendek pasangan AUD/USD.
RBA Tetap Berhati-hati, AUD Bertahan Stabil
AUD mempertahankan kekuatan relatifnya terhadap Dolar AS (USD) pada Senin karena meningkatnya ekspektasi bahwa RBA akan mempertahankan kebijakan yang penuh kehati-hatian. Investor kini mengalihkan fokus penuh pada rilis IHK bulanan “lengkap” untuk Oktober yang akan dipublikasikan pada hari Rabu, dan laporan ini diperkirakan menjadi katalis utama dalam pembentukan pandangan kebijakan RBA berikutnya.
Risalah rapat kebijakan bulan November menunjukkan bahwa RBA lebih condong pada pendekatan hawkish-hati-hati. Bank sentral memberi sinyal bahwa suku bunga mungkin perlu dipertahankan pada level saat ini lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya, mengingat risiko inflasi yang masih melekat. Data dari ASX 30-Day Interbank Cash Rate Futures pada 20 November memperlihatkan kontrak Desember 2025 diperdagangkan di 96,41—yang mengindikasikan hanya 6% probabilitas pemotongan suku bunga dari 3,60% ke 3,35% pada pertemuan berikutnya.
Asisten Gubernur RBA, Sarah Hunter, menegaskan kembali sikap ini. Ia memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berada “di atas tren” dapat menimbulkan tekanan inflasi baru. Ia juga menekankan volatilitas dari inflasi bulanan, sehingga RBA tidak akan mengambil keputusan berdasarkan data satu bulan saja. Menurut Hunter, kondisi pasar tenaga kerja dipantau lebih cermat sebagai penentu kapasitas pasokan dan tingkat pengetatan moneter yang masih bekerja di latar belakang.
USD Melemah di Tengah Meningkatnya Spekulasi Pemotongan Suku Bunga The Fed
Sementara AUD bertahan, Dolar AS justru melemah setelah reli lima hari berturut-turut. Indeks Dolar AS (DXY) turun ke sekitar 100,10, dipengaruhi oleh meningkatnya kepercayaan pasar bahwa The Fed kemungkinan besar akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember.
Menurut CME FedWatch Tool, peluang pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin telah melonjak menjadi 69%, naik signifikan dari 44% pada minggu sebelumnya. Dukungan untuk narasi pelonggaran ini datang dari beberapa pejabat The Fed.
John Williams, Presiden The Fed New York, menyatakan bahwa pemotongan suku bunga dalam “jangka pendek” masih memungkinkan. Gubernur The Fed, Stephen Miran, bahkan lebih lugas—mengatakan ia akan “memberi suara untuk pemotongan 25 bp” jika keputusan harus dibuat berdasarkan data ketenagakerjaan terbaru.
Data makro AS juga mendukung langkah pelonggaran tersebut. Nonfarm Payrolls (NFP) bertambah 119.000 pada September, mengalahkan ekspektasi pasar 50.000. Namun tingkat pengangguran meningkat ke 4,4%, memunculkan kekhawatiran melambatnya pasar tenaga kerja. Ekspektasi inflasi konsumen dari University of Michigan juga menurun, memperkuat argumen bahwa tekanan inflasi mulai mereda.
Sementara itu, risalah FOMC dari pertemuan Oktober menunjukkan bahwa pejabat The Fed masih terpecah. Sebagian anggota mendukung pemotongan lebih lanjut seiring waktu, namun tidak semuanya meyakini bahwa Desember adalah waktu yang tepat. Kondisi ini memberi ruang volatilitas tambahan bagi USD.
Data Ekonomi Australia Menunjukkan Perbaikan
Di tengah dinamika global tersebut, indikator ekonomi Australia menunjukkan perbaikan. PMI Manufaktur S&P Global naik ke 51,6 pada November dari 49,7 sebelumnya, kembali ke zona ekspansi. PMI Jasa ikut menguat ke 52,7, sementara PMI Gabungan meningkat menjadi 52,6.
RBA dalam risalah rapat terbarunya menegaskan bahwa pendekatan kebijakannya kini lebih seimbang. Bank sentral dapat mempertahankan suku bunga lebih lama apabila data ekonomi menunjukkan kekuatan lebih dari perkiraan semula.
AUD/USD Mengalami Konsolidasi di Dekat 0,6450
Saat berita ditulis, pasangan AUD/USD berada di sekitar 0,6450, bergerak sideways dalam fase konsolidasi. Grafik harian menunjukkan harga diperdagangkan di dalam kotak konsolidasi, mencerminkan ketidakpastian pasar menjelang rilis inflasi Australia.
Support terdekat berada pada 0,6420, sebelum kembali menguji level terendah lima bulan di 0,6414. Sebaliknya, resistance terdekat terletak pada EMA 9-hari di 0,6481, dengan level psikologis 0,6500 menjadi kunci bagi potensi bullish lebih lanjut. Penembusan di atasnya dapat membuka ruang menuju batas atas kotak konsolidasi di 0,6620.

Comment