Sydney Tokyo London New York
Komoditi

Harga Nikel LME Reli ke US$16.000 per Ton, Produsen China Pertimbangkan Pangkas Produksi di Indonesia

Nikel menguat empat hari berturut-turut setelah muncul kabar produsen besar asal China mempertimbangkan pemangkasan produksi terkoordinasi di Indonesia.

Harga Nikel LME Reli ke US$16.000 per Ton, Produsen China Pertimbangkan Pangkas Produksi di Indonesia

Harga nikel di London Metal Exchange (LME) menguat empat hari berturut-turut. Pada 21 Oktober 2026, nikel sempat naik hingga 2,7% dan menyentuh US$16.000 per metrik ton. Kenaikan ini terjadi setelah harga nikel jatuh ke level terendah dalam sembilan bulan pada Kamis pekan sebelumnya.

Pemicunya adalah kabar bahwa sejumlah produsen nikel besar asal China mempertimbangkan pemangkasan produksi secara terkoordinasi di Indonesia.

Fakta kunci: Harga Nikel LME Reli ke US$16.000 per Ton, Produsen China Pertimbangkan Pangkas Produksi di Indonesia
Pergerakan harga nikel dan pemicunya.

Rencana Pemangkasan Produksi

Menurut laporan Bloomberg, para eksekutif dari beberapa produsen nikel besar China tengah mempertimbangkan pembatasan produksi di lokasi-lokasi mereka di Indonesia, termasuk pabrik yang menghasilkan bahan baku penting untuk baterai kendaraan listrik.

Pasar memperkirakan langkah ini akan memperketat pasokan, sehingga harga terdorong naik. Namun perlu dicatat, upaya serupa untuk menyepakati pemangkasan produksi pada Agustus lalu gagal terwujud. Karena itu, pasar masih menunggu kepastian.

Mengapa Indonesia Begitu Berpengaruh?

Indonesia adalah produsen nikel terbesar dunia, dengan porsi lebih dari separuh pasokan global. Lonjakan produksi dari kawasan industri pengolahan (smelter) di Sulawesi dan Maluku Utara, yang banyak dimiliki investor China, membuat pasokan nikel dunia melimpah dalam beberapa tahun terakhir. Akibatnya, harga nikel tertekan.

Ketika produsen di Indonesia mengurangi output, dampaknya langsung terasa pada keseimbangan pasokan global.

Kaitan dengan Kebijakan Hilirisasi

Pemerintah Indonesia mendorong hilirisasi dengan melarang ekspor bijih nikel mentah sejak 2020, sehingga nikel harus diolah di dalam negeri. Kebijakan ini menarik investasi besar ke smelter, tetapi juga menciptakan kelebihan pasokan produk olahan seperti nickel pig iron (NPI) dan mixed hydroxide precipitate (MHP).

Selain itu, kuota produksi tambang yang diatur melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) menjadi faktor penting bagi pasokan bijih ke smelter.

Logam Industri Lain

Pergerakan nikel berbeda dengan logam lain seperti tembaga, yang sempat melonjak mendekati US$13.000 per ton pada Januari 2026, seperti diulas di harga tembaga hampir US$13.000, serta perak yang sempat mendekati rekor, seperti di harga perak nyaris rekor.

Dampak bagi Pasar Saham

Kenaikan harga nikel biasanya direspons positif oleh saham-saham tambang dan pengolahan nikel di Bursa Efek Indonesia. Namun investor perlu mencermati apakah pemangkasan produksi benar-benar terjadi, karena kenaikan berbasis kabar bisa berbalik jika rencana kembali gagal. Strategi rotasi sektor dibahas di rotasi sektor saham saat suku bunga naik.

Yang Perlu Dipantau

  • Pengumuman resmi dari produsen nikel terkait pemangkasan.
  • Permintaan baterai kendaraan listrik global.
  • Kebijakan RKAB pemerintah Indonesia untuk tahun 2027.
  • Kondisi ekonomi China, konsumen utama nikel untuk baja tahan karat.

Harga resmi nikel dapat dipantau di London Metal Exchange.

Konten ini bersifat informasi dan edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual instrumen keuangan. Perdagangan komoditas dan kontrak berjangka berisiko tinggi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa harga nikel LME saat ini?

Pada 21 Oktober 2026, harga nikel LME sempat naik 2,7% dan menyentuh US$16.000 per ton, menguat empat hari berturut-turut.

Kenapa harga nikel naik?

Kenaikan dipicu kabar produsen nikel besar asal China mempertimbangkan pemangkasan produksi terkoordinasi di Indonesia, sehingga pasar memperkirakan pasokan lebih ketat.

Kenapa produksi nikel Indonesia memengaruhi harga dunia?

Indonesia adalah produsen nikel terbesar dunia dengan porsi lebih dari separuh pasokan global, sehingga perubahan produksinya langsung memengaruhi keseimbangan pasar.