USD/CHF mencatat kenaikan tipis seiring Dolar AS menemukan dukungan moderat. Namun, sentimen pasar tetap rapuh di tengah ketegangan perdagangan AS–UE, isu independensi The Fed, dan pandangan dovish SNB.
Dolar AS Menemukan Dukungan, Tapi Belum Meyakinkan
Pasangan mata uang USD/CHF mencatat kenaikan terbatas pada perdagangan Rabu, seiring Dolar AS (USD) mulai menemukan pijakan setelah mengalami tekanan beruntun pada awal pekan. Kenaikan ini menghentikan tren penurunan selama tiga hari berturut-turut, dengan USD/CHF diperdagangkan di kisaran 0,7940 pada saat berita ini ditulis.
Meski mencerminkan stabilisasi jangka pendek, pergerakan USD/CHF dinilai masih rapuh dan lebih bersifat teknikal ketimbang didorong oleh perubahan fundamental yang signifikan. Penutupan posisi short dan aksi ambil untung ringan menjadi faktor utama di balik penguatan terbatas Dolar terhadap Franc Swiss (CHF).
Setelah tertekan oleh sentimen negatif dalam beberapa sesi terakhir, Dolar AS mendapatkan dukungan moderat dari meredanya ketegangan geopolitik secara sementara. Hal ini memberikan ruang bagi Greenback untuk melakukan koreksi naik, termasuk terhadap mata uang safe haven seperti CHF.
Namun, pelaku pasar menilai bahwa stabilisasi Dolar ini masih belum cukup kuat untuk membalikkan sentimen negatif secara menyeluruh. Tekanan terhadap USD sebelumnya dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap kebijakan perdagangan proteksionis AS, serta campur tangan politik yang dinilai berpotensi mengganggu kredibilitas institusi independen, khususnya Federal Reserve (Fed).
Ketegangan Perdagangan AS–UE Masih Membayangi
Sentimen pasar global tetap rentan akibat ketegangan perdagangan yang belum sepenuhnya mereda antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Kekhawatiran meningkat setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman tarif sebagai bagian dari sikap kerasnya terhadap Eropa, yang kali ini dikaitkan dengan isu geopolitik seputar Greenland.
Meskipun demikian, sebagian ketegangan sempat mereda setelah Trump menyampaikan pernyataan dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, di mana ia menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan untuk mengakuisisi Greenland. Pernyataan tersebut mendorong perbaikan moderat dalam selera risiko global, sekaligus mengurangi arus dana ke aset safe haven seperti Franc Swiss.
Kondisi ini menjelaskan mengapa CHF sedikit melemah dan memberikan ruang bagi USD/CHF untuk naik, meskipun kenaikannya tetap terbatas.
Narasi “Jual Amerika” Masih Menggantung
Terlepas dari meredanya ketegangan sesaat, potensi penguatan USD/CHF diperkirakan tetap dibatasi oleh sentimen negatif yang lebih luas terhadap aset-aset AS. Agenda perdagangan proteksionis Trump dan meningkatnya tekanan politik terhadap Federal Reserve terus memicu narasi “Sell America” di kalangan investor global.
Trump kembali melancarkan kritik tajam terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, menyebutnya “sangat terlambat” dalam mengambil kebijakan suku bunga. Ia bahkan menuduh Powell menaikkan suku bunga secara berlebihan dan “menghambat kesuksesan ekonomi AS”. Trump juga menyatakan harapannya untuk segera mengumumkan ketua Fed yang baru, sebuah pernyataan yang semakin meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral AS.
Isu ini menjadi perhatian utama investor, karena persepsi terhadap independensi Fed merupakan faktor krusial dalam menjaga kepercayaan global terhadap Dolar AS.
Fokus Pasar Tertuju ke Mahkamah Agung AS
Ketidakpastian semakin meningkat menjelang agenda penting di Washington. Mahkamah Agung AS dijadwalkan mendengarkan argumen pada pukul 15:00 GMT terkait kasus yang berhubungan dengan upaya Presiden Trump untuk mencopot Gubernur Fed Lisa Cook.
Kasus ini dipandang sebagai ujian penting terhadap batas kewenangan presiden dan independensi Federal Reserve. Putusan atau sinyal yang muncul dari proses hukum ini berpotensi memicu volatilitas signifikan di pasar keuangan, termasuk di pasar valuta asing.
Pandangan SNB: Inflasi Negatif Bukan Masalah Besar
Sementara itu, dari sisi Swiss, Ketua Swiss National Bank (SNB) Martin Schlegel memberikan pernyataan yang relatif menenangkan pasar. Berbicara di WEF Davos, Schlegel menyatakan bahwa inflasi Swiss berpotensi menjadi negatif dalam beberapa bulan pada 2026, namun menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan menjadi masalah besar bagi SNB.
Menurut Schlegel, fokus utama SNB tetap pada stabilitas harga jangka menengah, bukan fluktuasi jangka pendek. Pernyataan ini memperkuat persepsi bahwa kebijakan moneter Swiss akan tetap akomodatif dan fleksibel, sehingga mengurangi daya tarik CHF sebagai safe haven dalam jangka pendek.
Komentar tersebut turut berkontribusi pada pelemahan ringan CHF, memberikan dukungan tambahan bagi kenaikan terbatas USD/CHF.
Menanti Data Ekonomi AS: PCE dan PDB Jadi Kunci
Ke depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi utama AS. Investor menunggu data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang tertunda, serta angka Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga yang terannualisasi yang dijadwalkan rilis pada hari Kamis.
Data PCE, sebagai indikator inflasi favorit The Fed, akan menjadi kunci dalam membentuk ekspektasi kebijakan moneter ke depan. Sementara itu, data PDB akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai ketahanan ekonomi AS di tengah meningkatnya ketidakpastian politik dan perdagangan.
Hasil data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi memberikan dukungan tambahan bagi Dolar AS, sementara data yang mengecewakan dapat kembali menekan USD dan mendorong permintaan terhadap aset safe haven.
Kenaikan tipis USD/CHF pada perdagangan terbaru mencerminkan stabilisasi sementara Dolar AS dan meredanya aliran dana ke Franc Swiss sebagai aset aman. Namun, pergerakan ini masih bersifat terbatas dan rapuh, mengingat sentimen pasar global tetap dibayangi ketegangan perdagangan, risiko politik AS, serta kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve.
Dengan agenda hukum dan data ekonomi penting di depan mata, volatilitas USD/CHF berpotensi meningkat. Dalam kondisi ini, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati, menimbang antara daya tarik jangka pendek Dolar dan peran Franc Swiss sebagai pelindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Comment