USD/JPY melonjak mendekati 159,20 didukung momentum kuat Dolar AS. UOB Group menilai resistance 160,00 belum mudah ditembus dalam jangka pendek meski tren bullish tetap solid.
USD/JPY Melonjak, Momentum Bullish Masih Mendominasi
Pasangan mata uang USD/JPY mencatat lonjakan signifikan dan mencapai level tertinggi baru di sekitar 159,20, memperpanjang reli Dolar AS terhadap Yen Jepang. Pergerakan ini menegaskan dominasi momentum bullish yang telah terbangun dalam beberapa pekan terakhir, seiring melemahnya Yen dan tetap solidnya sentimen terhadap Dolar AS.
Menurut analis valuta asing UOB Group, Quek Ser Leang dan Peter Chia, kekuatan momentum saat ini menunjukkan potensi penguatan lanjutan USD/JPY. Namun demikian, mereka menilai bahwa resistance psikologis di level 160,00 kemungkinan masih berada di luar jangkauan dalam jangka sangat pendek, mengingat kondisi pasar yang sudah sangat jenuh beli.
Tinjauan 24 Jam: Momentum Kuat, Tapi Laju Bisa Melambat
Dalam pandangan jangka pendek 24 jam, UOB Group sebelumnya memperkirakan bahwa kenaikan USD/JPY akan tetap terbatas dalam kisaran tertentu. Namun, pasar bergerak lebih agresif dari perkiraan awal tersebut. Pasangan ini tidak hanya menembus resistance di 158,40, tetapi juga melonjak tajam hingga menyentuh area 159,19.
Pergerakan tersebut mengonfirmasi bahwa momentum kenaikan USD sangat kuat. Meski demikian, analis UOB mengingatkan bahwa kondisi jenuh beli yang cukup dalam dapat memperlambat laju penguatan dalam waktu dekat. Artinya, meskipun bias masih mengarah ke atas, kenaikan lanjutan kemungkinan akan berlangsung lebih bertahap dan disertai fase konsolidasi.
Dalam jangka pendek, UOB mengidentifikasi adanya resistance minor di area 159,60 yang dapat menjadi penghalang awal sebelum pasar mencoba bergerak lebih tinggi. Di sisi bawah, support terdekat berada di kisaran 158,80, diikuti oleh level 158,50. Selama harga bertahan di atas zona support tersebut, struktur bullish jangka pendek masih tetap terjaga.
Perbedaan Kebijakan Moneter Jadi Pendorong Utama
Salah satu faktor fundamental utama di balik penguatan USD/JPY adalah perbedaan kebijakan moneter yang semakin kontras antara Federal Reserve (The Fed) dan Bank of Japan (BoJ). The Fed masih mempertahankan sikap hati-hati terhadap pelonggaran kebijakan, didukung oleh data ekonomi AS yang relatif solid dan inflasi yang tetap terkendali.
Sebaliknya, BoJ masih berada dalam fase kebijakan ultra-longgar, meskipun telah memberikan sinyal penyesuaian bertahap. Pasar menilai bahwa normalisasi kebijakan moneter Jepang akan berlangsung sangat lambat, sehingga imbal hasil aset berdenominasi Yen tetap kurang menarik dibandingkan aset berbasis Dolar AS.
Kondisi ini mendorong arus modal keluar dari Yen dan memperkuat permintaan terhadap Dolar AS, terutama di tengah ketidakpastian global dan preferensi investor terhadap aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
Pandangan 1–3 Minggu: Reli Masih Berpeluang Berlanjut
Dalam horizon waktu 1 hingga 3 minggu, UOB Group mempertahankan pandangan positif terhadap USD/JPY. Analis mereka beralih ke bias bullish sejak pasangan ini berada di sekitar 158,00, dengan alasan momentum ke atas yang meningkat tajam.
Reli yang membawa USD/JPY menembus tertinggi tahun lalu di dekat 158,90 dan mencapai 159,19 dianggap sebagai validasi dari pandangan tersebut. Meski indikator teknikal jangka pendek menunjukkan kondisi jenuh beli, UOB menilai bahwa reli Dolar AS masih memiliki ruang untuk berlanjut dalam jangka menengah.
Dalam skenario ini, level 160,00 tetap menjadi target psikologis utama. Penembusan yang jelas di atas angka bulat tersebut akan membuka ruang kenaikan lebih lanjut dan memperkuat sentimen bullish secara struktural. Namun, UOB menekankan bahwa pergerakan menuju 160,00 kemungkinan tidak akan berlangsung lurus tanpa hambatan, melainkan disertai fase koreksi dan konsolidasi.
Level Kunci yang Perlu Diperhatikan
UOB Group juga menyoroti pentingnya level support dalam menjaga skenario bullish. Menurut mereka, hanya penurunan di bawah 157,70 yang akan menjadi sinyal bahwa tekanan ke atas mulai mereda. Level ini sebelumnya berfungsi sebagai area support kuat, dengan zona 157,00 menjadi garis pertahanan utama bagi pembeli.
Selama USD/JPY bertahan di atas area tersebut, setiap koreksi dipandang sebagai pullback yang sehat dalam tren naik yang lebih besar. Pendekatan ini sejalan dengan perilaku pasar dalam tren bullish kuat, di mana penurunan sering dimanfaatkan sebagai peluang beli oleh pelaku pasar jangka menengah.
Sentimen Pasar dan Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meskipun prospek USD/JPY masih condong ke arah penguatan, investor tetap perlu mewaspadai sejumlah risiko. Salah satunya adalah potensi intervensi verbal atau langsung dari otoritas Jepang jika pelemahan Yen dianggap terlalu cepat atau tidak teratur. Selain itu, perubahan mendadak dalam ekspektasi kebijakan The Fed, terutama jika data ekonomi AS melemah tajam, dapat memicu koreksi yang lebih dalam.
Namun, hingga saat ini, sentimen pasar masih mendukung Dolar AS. Arus dana global cenderung mengalir ke aset berdenominasi USD, sementara Yen tetap berada di bawah tekanan struktural.
USD/JPY menunjukkan penguatan yang impresif, didorong oleh momentum bullish yang kuat dan perbedaan kebijakan moneter yang tajam antara AS dan Jepang. Menurut UOB Group, meskipun resistance 160,00 kemungkinan belum dapat ditembus dalam waktu sangat dekat, reli Dolar AS masih memiliki ruang untuk berlanjut dalam jangka menengah.
Selama pasangan ini mampu bertahan di atas area support kunci, bias bullish tetap dominan. Dengan demikian, USD/JPY masih berpotensi melanjutkan tren naiknya, meskipun investor perlu bersiap menghadapi fase konsolidasi dan volatilitas jangka pendek di sepanjang perjalanan menuju level psikologis berikutnya.

Comment