USD/CHF bergerak rapuh di dekat 0,7900 seiring melemahnya Dolar AS akibat ketidakpastian penunjukan Ketua The Fed dan komentar dovish dari Swiss National Bank terkait prospek inflasi.
Dolar AS Melemah di Tengah Ketidakpastian The Fed dan Sikap Hati-hati SNB
Pasangan mata uang USD/CHF menunjukkan pergerakan yang rapuh dan cenderung defensif pada akhir sesi perdagangan Asia hari Jumat, bertahan di dekat level terendah tiga minggu di area 0,7880–0,7900. Tekanan berlanjut pada pasangan ini mencerminkan melemahnya Dolar AS secara luas, di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat serta sikap hati-hati dari otoritas moneter Swiss.
Franc Swiss kembali menarik minat sebagai aset safe haven, sementara Greenback kehilangan daya tariknya setelah pasar menilai ulang prospek kepemimpinan di Federal Reserve (The Fed). Kondisi ini membuat USD/CHF kesulitan untuk membangun pemulihan yang berarti meskipun volatilitas global relatif mereda.
Dolar AS Tertekan oleh Ketidakpastian Kepemimpinan The Fed
Salah satu faktor utama yang membebani USD adalah meningkatnya kekhawatiran pasar terkait arah kebijakan moneter AS ke depan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa ia akan segera mengumumkan pengganti Ketua The Fed Jerome Powell, sebuah pernyataan yang langsung memicu kehati-hatian di kalangan investor global.
Pelaku pasar khawatir bahwa Ketua The Fed yang baru nantinya dapat lebih selaras dengan agenda ekonomi Gedung Putih, khususnya terkait fokus pada mandat ganda bank sentral—stabilitas harga dan penciptaan lapangan kerja. Kekhawatiran tersebut memicu spekulasi bahwa independensi The Fed dapat diuji, yang pada akhirnya mengurangi kepercayaan terhadap kebijakan moneter AS dalam jangka menengah.
Tekanan ini tercermin jelas pada Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak kinerja USD terhadap enam mata uang utama dunia. DXY tercatat bergerak di dekat level terendah dua minggu di sekitar 98,26, menandakan melemahnya minat pasar terhadap Greenback secara keseluruhan.
Meredanya Isu Geopolitik Gagal Mengangkat USD
Sebelumnya, Dolar AS sempat mendapatkan dorongan setelah meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Uni Eropa terkait isu Greenland. Sengketa tersebut berhasil diredakan setelah pertemuan antara Presiden Trump dan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, yang menghasilkan kerangka kerja kerja sama di masa depan.
Selain itu, Trump juga membatalkan tarif 10% terhadap beberapa negara Uni Eropa dan secara tegas menepis kemungkinan akuisisi Greenland secara paksa. Meskipun perkembangan ini sempat memberikan sentimen positif jangka pendek terhadap USD, dampaknya tidak bertahan lama karena fokus pasar dengan cepat kembali ke isu kebijakan moneter dan kredibilitas The Fed.
Hal ini menunjukkan bahwa saat ini pasar valuta asing lebih sensitif terhadap faktor fundamental jangka panjang, khususnya arah suku bunga dan stabilitas kebijakan, dibandingkan sentimen geopolitik sesaat.
Komentar SNB Mendukung Daya Tarik Franc Swiss
Dari sisi Swiss, komentar dari Ketua Swiss National Bank (SNB) Martin Schlegel turut memperkuat posisi Franc Swiss. Dalam pernyataannya di sela-sela World Economic Forum (WEF) di Davos, Schlegel mengungkapkan bahwa Swiss berpotensi mengalami beberapa cetakan inflasi negatif tahun ini.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tekanan harga di Swiss masih sangat terbatas, sejalan dengan tren inflasi global yang mulai mendingin. Namun demikian, Schlegel juga menekankan bahwa kemungkinan penerapan suku bunga negatif masih sangat kecil, dengan alasan ambang batas untuk kebijakan ultra-dovish tetap tinggi.
Sikap ini memberikan sinyal yang relatif seimbang kepada pasar. Di satu sisi, inflasi rendah mendukung kebijakan moneter yang akomodatif, tetapi di sisi lain, penolakan terhadap suku bunga negatif menjaga stabilitas sistem keuangan Swiss. Kombinasi ini membuat Franc Swiss tetap menarik sebagai mata uang defensif di tengah ketidakpastian global.
Prospek Teknis USD/CHF Masih Rentan
Secara teknikal, USD/CHF masih berada dalam tekanan selama bertahan di bawah area psikologis 0,8000. Kegagalan pasangan ini untuk bangkit dari zona terendah tiga minggu menunjukkan bahwa sentimen bearish masih mendominasi dalam jangka pendek.
Jika tekanan terhadap Dolar AS berlanjut dan Franc Swiss terus mendapatkan dukungan dari permintaan safe haven, tidak tertutup kemungkinan USD/CHF akan kembali menguji support di sekitar 0,7850, bahkan membuka ruang penurunan lebih lanjut. Sebaliknya, pemulihan yang berarti baru akan terlihat jika pasangan ini mampu kembali menembus dan bertahan di atas 0,8000, yang untuk saat ini masih tampak sulit dicapai.
Pergerakan USD/CHF yang rapuh di dekat 0,7900 mencerminkan kombinasi tekanan dari melemahnya Dolar AS dan ketahanan Franc Swiss. Ketidakpastian seputar penunjukan Ketua The Fed yang baru menjadi faktor dominan yang menekan Greenback, sementara komentar SNB mengenai prospek inflasi menambah daya tarik mata uang Swiss.
Dengan fokus pasar yang masih tertuju pada kebijakan moneter dan kredibilitas bank sentral, USD/CHF berpotensi tetap berada dalam tekanan dalam waktu dekat. Investor dan trader disarankan untuk tetap waspada terhadap perkembangan politik dan ekonomi AS, serta pernyataan lanjutan dari otoritas moneter utama yang dapat memicu volatilitas baru di pasar valuta asing.

Comment