Kementerian Keuangan Tiongkok mengumumkan penghapusan sebagian tarif atas barang pertanian AS mulai 10 November 2025. Langkah ini dipandang sebagai upaya meredakan ketegangan dagang dan memberi sinyal stabilisasi hubungan ekonomi antara dua raksasa dunia tersebut.
Beijing, 5 November 2025 — Kementerian Keuangan Tiongkok resmi mengumumkan kebijakan baru yang berpotensi meredakan ketegangan dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS). Dalam pernyataannya pada Rabu pagi, otoritas keuangan Tiongkok menyebut bahwa sejumlah tarif atas produk pertanian asal AS akan dihapus mulai 10 November 2025.
Langkah ini menandai salah satu sinyal paling positif sejak hubungan dagang kedua negara memanas akibat berbagai kebijakan proteksionis yang diterapkan dalam beberapa tahun terakhir. Keputusan tersebut diperkirakan akan membuka ruang bagi stabilisasi perdagangan bilateral, khususnya di sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu titik sensitif dalam negosiasi dagang AS–Tiongkok.
Kebijakan Baru: Penghapusan Sebagian Tarif dan Penangguhan Lainnya
Dalam keterangan resminya, Kementerian Keuangan Tiongkok menyampaikan bahwa mulai 10 November, pemerintah akan menghapus sebagian tarif atas sejumlah produk pertanian dari AS, serta menangguhkan tarif 24% untuk jangka waktu satu tahun.
Meski begitu, Tiongkok tetap akan mempertahankan tarif sebesar 10% untuk beberapa komoditas tertentu, yang belum dirinci secara spesifik. Hingga saat ini, pihak kementerian belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait daftar lengkap produk yang akan terkena dampak kebijakan baru ini.
Keputusan tersebut menunjukkan pendekatan selektif dan hati-hati dari Beijing. Di satu sisi, mereka ingin menunjukkan komitmen untuk memperbaiki hubungan perdagangan dengan Washington; namun di sisi lain, pemerintah Tiongkok tetap menjaga posisi tawar agar kebijakan ini tidak merugikan sektor domestik.
Dampak terhadap Pasar Global dan Dolar AS
Meski pengumuman ini tergolong penting, reaksi pasar keuangan global masih terbatas. Indeks Dolar AS (DXY), yang menjadi indikator utama kekuatan mata uang AS terhadap sekeranjang mata uang utama dunia, bergerak datar di sekitar level 100,20 pada Rabu siang.
Para pelaku pasar tampaknya menunggu konfirmasi lebih lanjut mengenai ruang lingkup kebijakan tarif ini sebelum mengambil posisi besar. Investor juga masih menantikan respons resmi dari Departemen Keuangan AS dan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) terkait langkah Tiongkok tersebut.
Beberapa analis menilai bahwa dampak langsung terhadap dolar AS dan pasar komoditas kemungkinan akan terbatas dalam jangka pendek, kecuali jika Tiongkok benar-benar memperluas penghapusan tarif ke lebih banyak sektor.
Latar Belakang: Upaya Pemulihan Hubungan Dagang
Keputusan Tiongkok ini datang di tengah upaya pemulihan hubungan ekonomi bilateral antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut. Setelah bertahun-tahun diwarnai ketegangan akibat perang tarif dan hambatan ekspor, kedua negara mulai menunjukkan sinyal de-eskalasi.
Dalam beberapa bulan terakhir, pejabat dari Washington dan Beijing telah melakukan serangkaian pembicaraan ekonomi tingkat tinggi, termasuk mengenai akses pasar pertanian, energi, dan teknologi. Langkah penghapusan tarif ini dianggap sebagai gestur goodwill dari Beijing menjelang kemungkinan pertemuan ekonomi bilateral berikutnya pada akhir tahun.
Sektor pertanian sendiri menjadi komponen penting dalam perdagangan AS–Tiongkok, karena AS merupakan salah satu pemasok utama kedelai, jagung, gandum, dan produk daging ke pasar Tiongkok. Selama masa perang dagang, ekspor pertanian AS ke Tiongkok sempat merosot tajam akibat kenaikan tarif balasan yang dikenakan Beijing.
Dengan adanya pelonggaran tarif baru ini, pelaku usaha pertanian di AS diharapkan dapat meningkatkan ekspor ke Tiongkok, yang pada akhirnya mendukung sektor pertanian dan neraca perdagangan AS.
Analisis Ekonomi: Dampak Jangka Pendek dan Panjang
Menurut sejumlah analis internasional, kebijakan ini bisa menjadi awal dari pemulihan hubungan dagang jangka panjang, meskipun efeknya terhadap pasar masih bersifat tentatif.
Dalam jangka pendek, penghapusan sebagian tarif pertanian mungkin tidak langsung mendorong volume perdagangan secara signifikan, karena rantai pasok global masih menghadapi tantangan logistik dan permintaan domestik yang berfluktuasi.
Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, langkah Tiongkok ini dapat meningkatkan kepercayaan investor global dan mengurangi ketidakpastian geopolitik yang selama ini menekan pasar saham Asia dan komoditas global.
Khusus bagi pasar mata uang, jika hubungan AS–Tiongkok terus membaik, Dolar AS (DXY) berpotensi kehilangan sebagian daya tarik safe haven-nya. Investor bisa mulai beralih ke aset berisiko seperti saham emerging market atau mata uang Asia, termasuk yuan dan rupiah, jika ketegangan dagang terus mereda.
Prospek Selanjutnya
Penghapusan sebagian tarif pertanian oleh Tiongkok menjadi langkah yang disambut positif oleh komunitas perdagangan internasional, meskipun detail implementasinya masih menunggu kejelasan.
Para pelaku pasar akan mencermati apakah kebijakan ini merupakan langkah awal menuju kesepakatan dagang yang lebih luas, atau sekadar strategi sementara untuk menstabilkan situasi ekonomi domestik.
Sementara itu, pemerintah AS kemungkinan akan menilai kebijakan ini sebagai tanda itikad baik, terutama menjelang pertemuan ekonomi bilateral yang dijadwalkan akhir November 2025.
Jika kedua negara berhasil mempertahankan momentum kerja sama ini, maka pasar global berpotensi menikmati periode stabilitas baru setelah bertahun-tahun diliputi ketegangan dagang dan kebijakan proteksionis.
Langkah Tiongkok untuk menghapus sebagian tarif terhadap barang pertanian AS mulai 10 November 2025 adalah sinyal positif bagi stabilitas perdagangan global. Meski pasar masih menunggu detail implementasinya, keputusan ini dapat membuka jalan bagi pemulihan hubungan dagang dan potensi pertumbuhan baru di sektor pertanian internasional.

Comment