IHSG melemah pada akhir pekan, namun memiliki peluang rebound pada perdagangan Senin, 1 Desember 2025. Simak analisis level teknikal IHSG serta daftar rekomendasi saham pilihan seperti ASII, BBRI, PTRO, dan TPIA.
Outlook IHSG: Masih Berpotensi Rebound
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan kinerja negatif pada Jumat, 28 November 2025. Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG turun 0,43% dan berada di level 8.508,70. Selama sesi perdagangan, indeks bergerak fluktuatif dalam rentang 8.495 hingga 8.572, mencerminkan tekanan jual yang masih mendominasi pasar.
Jumlah emiten yang mengalami pelemahan lebih banyak dibandingkan yang menguat. Sebanyak 282 saham menguat, sementara 370 saham melemah, dan 159 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar tercatat di angka Rp15.655 triliun, menunjukkan bahwa secara keseluruhan investor masih berhati-hati dalam menempatkan dana jelang awal bulan Desember.
Beberapa saham besar turut terkoreksi dan memberi kontribusi terhadap tekanan pada indeks. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 1,60% menjadi Rp3.680 per saham. Emiten teknologi PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) juga melemah 1,32% ke Rp3.730. Selain itu, saham entitas Grup Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), turut turun 1,02% dan ditutup pada level Rp975 per saham.
Tidak hanya itu, emiten berkapitalisasi besar di sektor pertambangan seperti ANTM terkoreksi hingga 3% ke Rp2.910 per saham. BRPT mencatat pelemahan 0,56%, dan AMMN turun cukup signifikan 5,04% ke Rp6.600 pada penutupan sesi akhir pekan tersebut.
Menurut Tim Riset MNC Sekuritas, tekanan pada IHSG terjadi seiring meningkatnya volume penjualan. Mereka mencatat bahwa IHSG terkoreksi 0,42% ke level 8.508 dan masih berada dalam pola pergerakan wave (iii) dari wave [iii]. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatannya dalam waktu dekat.
Para analis dari MNC Sekuritas menyebutkan bahwa:
📌 Area penguatan potensial IHSG berada pada level 8.660
📌 Namun tetap perlu mewaspadai koreksi ke area 8.460 – 8.491 yang juga berfungsi sebagai uji support
Level teknikal IHSG:
– Support: 8.491 & 8.428
– Resistance: 8.616 & 8.660
Dengan demikian, pada perdagangan Senin (1/12/2025), IHSG dinilai masih memiliki peluang rebound selama support kunci tidak ditembus.
Rekomendasi Saham Hari Ini — Senin, 1 Desember 2025
Berikut daftar saham pilihan berdasarkan riset MNC Sekuritas beserta strategi trading yang direkomendasikan:
ASII — Buy on Weakness
* Ditutup turun 0,38% ke Rp6.550
* Tekanan jual meningkat namun posisi harga menunjukkan masih berada dalam fase wave [e] dari wave 4 dalam pola barrier triangle
Strategi Trading:
– Buy on Weakness: Rp6.375 – Rp6.525
– Target Price: Rp6.725 & Rp6.900
– Stoploss: < Rp6.275
BBRI — Speculative Buy
* Melemah 1,60% ke Rp3.680
* Masih berada dalam tren koreksi sebagai bagian dari formasi wave iii dari wave (c) dari wave [b]
Strategi Trading:
– Spec Buy: Rp3.650 – Rp3.680
– Target Price: Rp3.740 & Rp3.790
– Stoploss: < Rp3.630
PTRO — Buy on Weakness
* Menguat 0,50% ke Rp10.000
* Volume pembelian cukup solid, mengindikasikan awal wave (v) dari wave [v] dari wave 5
Strategi Trading:
– Buy on Weakness: Rp9.800 – Rp9.950
– Target Price: Rp10.275 & Rp10.825
– Stoploss: < Rp9.650
TPIA — Buy on Weakness
* Menguat 0,34% ke Rp7.400
* Kenaikan masih tertahan MA60 namun struktur wave menunjukkan awal dari wave [c] dari wave A
Strategi Trading:
– Buy on Weakness: Rp7.225 – Rp7.350
– Target Price: Rp7.725 & Rp8.275
– Stoploss: < Rp7.025
Meski IHSG memulai pekan ini dengan tekanan jual, peluang pemulihan masih terbuka lebar. Dengan sentimen awal bulan dan potensi capital inflow, investor diharapkan tetap selektif sambil mencermati level support utama.
Saham-saham seperti ASII, BBRI, PTRO, dan TPIA menawarkan potensi entry yang menarik dengan strategi buy on weakness selama disiplin pada batas risiko yang telah ditentukan.

Comment