Presiden Prabowo mendukung Paviliun Indonesia di WEF 2026 Davos sebagai etalase investasi, kolaborasi global, dan diplomasi ekonomi berbasis hasil.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan dukungannya terhadap Paviliun Indonesia sebagai sarana strategis untuk mempromosikan potensi investasi nasional dan membuka peluang kolaborasi dengan komunitas global. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kunjungan langsung Presiden ke Paviliun Indonesia dalam rangkaian World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Kunjungan ini menegaskan bahwa kehadiran Indonesia di forum ekonomi dunia tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan membawa agenda nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kemitraan jangka panjang.
1. Dukungan Langsung Presiden di Forum Global
Kunjungan Usai Pidato Kunci
Presiden Prabowo mengunjungi Paviliun Indonesia setelah menyampaikan pidato kunci di hadapan para pemimpin dunia, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan global dalam rangkaian WEF 2026. Momen ini memperkuat pesan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia berjalan seiring dengan narasi strategis yang disampaikan di forum internasional.
Dalam kunjungannya, Presiden menyapa dan berdialog langsung dengan para delegasi Indonesia yang terlibat dalam pengelolaan dan kegiatan Paviliun Indonesia.
Dialog dengan Delegasi Nasional
Presiden juga berbincang mengenai substansi pidato yang baru disampaikannya, sekaligus mendengarkan pandangan dan masukan dari delegasi Indonesia terkait respons komunitas global terhadap agenda ekonomi nasional.
2. Paviliun Indonesia sebagai Etalase Investasi
Promosi Potensi Ekonomi Nasional
Paviliun Indonesia dirancang sebagai platform resmi untuk memperkenalkan berbagai potensi investasi Indonesia kepada dunia. Sektor-sektor unggulan seperti industri hilir, energi, infrastruktur, ekonomi digital, dan transformasi hijau menjadi fokus utama promosi.
Melalui pendekatan ini, Indonesia ingin menampilkan diri sebagai mitra investasi yang stabil, terbuka, dan memiliki visi jangka panjang.
Peluang Kolaborasi Global
Selain promosi investasi, Paviliun Indonesia juga menjadi ruang untuk menawarkan peluang kolaborasi lintas negara, baik dalam bentuk proyek bersama, transfer teknologi, maupun pengembangan sumber daya manusia.
3. Kehadiran Pejabat Strategis Negara
Tim Ekonomi dan Diplomasi Lengkap
Presiden Prabowo didampingi sejumlah pejabat negara kunci, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, serta Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
Kehadiran para pejabat ini mencerminkan pendekatan terpadu antara kebijakan ekonomi, diplomasi, investasi, dan komunikasi global.
Representasi Generasi Kreatif
Turut hadir pula Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Hediprasetyo, yang dikenal sebagai figur kreatif Indonesia. Kehadirannya memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi kreatif dan talenta global.
4. Tema “Indonesia Endless Horizons”
Makna Filosofis Tema
Paviliun Indonesia di WEF 2026 mengusung tema Indonesia Endless Horizons, yang mencerminkan luasnya peluang dan potensi Indonesia di berbagai sektor. Tema ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menawarkan pasar besar, tetapi juga visi pembangunan berkelanjutan.
Narasi Masa Depan Indonesia
Melalui tema tersebut, Indonesia ingin menyampaikan pesan bahwa transformasi ekonomi nasional membuka cakrawala baru bagi investor dan mitra global untuk tumbuh bersama.
5. Ruang Dialog dan Business Matching
Diskusi Tingkat Tinggi
Paviliun Indonesia berfungsi sebagai ruang dialog tingkat tinggi yang mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan investor global. Berbagai diskusi tematik digelar untuk membahas isu strategis seperti ketahanan ekonomi, transisi energi, dan inovasi teknologi.
Pertemuan Bilateral dan Bisnis
Selain diskusi, Paviliun Indonesia juga memfasilitasi kegiatan business matching serta pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan calon investor. Pendekatan ini dirancang untuk menghasilkan kerja sama konkret, bukan sekadar wacana.
6. Diplomasi Ekonomi Berbasis Hasil
Pendekatan Aktif dan Inklusif
Sekretariat Presiden menegaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo mencerminkan pendekatan diplomasi ekonomi Indonesia yang aktif dan inklusif. Indonesia hadir di Davos dengan agenda yang jelas dan orientasi pada hasil nyata.
Lebih dari Sekadar Kehadiran
Kehadiran Indonesia di WEF 2026 bukan hanya untuk menunjukkan eksistensi, tetapi untuk membangun kemitraan strategis yang berdampak langsung pada pembangunan nasional.
7. Pesan Kuat untuk Investor Global
Indonesia sebagai Mitra Jangka Panjang
Melalui Paviliun Indonesia, pemerintah ingin menegaskan bahwa Indonesia adalah mitra jangka panjang yang dapat diandalkan. Stabilitas politik, reformasi struktural, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan menjadi pesan utama yang disampaikan.
Arah Baru Diplomasi Ekonomi
Dukungan Presiden Prabowo terhadap Paviliun Indonesia menandai arah baru diplomasi ekonomi Indonesia yang lebih proaktif, terukur, dan berorientasi pada masa depan bersama.

Comment