NZD/USD kembali melemah hingga di bawah 0,5800, mencatat penurunan tiga hari berturut-turut. Dolar AS menguat menjelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell, sementara kebijakan dovish RBNZ menambah tekanan pada Dolar Selandia Baru.
NZD/USD Anjlok ke Bawah 0,5800: Tekanan Dolar AS dan Pidato Powell Jadi Fokus Pasar
Pasangan mata uang NZD/USD melanjutkan tren pelemahan selama tiga sesi perdagangan berturut-turut. Pada Kamis pagi sesi Asia, pasangan ini diperdagangkan di sekitar 0,5770, menandai posisi terendah dalam beberapa minggu terakhir. Penurunan ini dipicu oleh kombinasi penguatan Dolar AS (USD) dan sentimen hati-hati pasar menjelang pidato penting dari Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.
Kehati-hatian investor meningkat menjelang pernyataan Powell yang berpotensi memberikan arah baru bagi kebijakan moneter AS. Pasar berharap mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai rencana penurunan suku bunga The Fed yang telah lama dinantikan.
Risalah FOMC Mengisyaratkan Pemangkasan Suku Bunga Tambahan
Dalam risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan September, para pembuat kebijakan menyampaikan bahwa langkah pelonggaran moneter tambahan kemungkinan besar diperlukan menjelang akhir tahun 2025.
Data dari CME FedWatch Tool menunjukkan pasar kini memperkirakan kemungkinan 92,5% terjadinya penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan Oktober, serta peluang 78% untuk pemangkasan lanjutan pada bulan Desember.
Risalah tersebut juga mengindikasikan bahwa sebagian besar anggota FOMC menilai risiko terhadap pasar tenaga kerja meningkat, sementara risiko terhadap inflasi mulai menurun. Hal ini menegaskan arah kebijakan yang lebih dovish dari bank sentral terbesar di dunia tersebut.
“Sebagian besar peserta menilai kondisi keuangan saat ini tidak lagi terlalu ketat, sehingga ruang pelonggaran terbuka lebih lebar,” tulis risalah tersebut.
Krisis Anggaran Pemerintah AS Tambah Ketidakpastian
Di sisi lain, situasi politik domestik AS menambah tekanan psikologis bagi pasar. Hingga Kamis, penutupan sebagian pemerintahan AS telah memasuki hari kesembilan tanpa ada tanda-tanda kemajuan.
Senat kembali menolak dua proposal pendanaan yang diajukan oleh Partai Republik dan Demokrat. Kebuntuan ini memperburuk ketidakpastian fiskal dan meningkatkan volatilitas pasar, membuat investor lebih memilih aset safe haven seperti Dolar AS.
Kondisi tersebut memperkuat posisi Greenback, yang pada gilirannya membebani pergerakan NZD/USD lebih dalam ke wilayah bearish.
RBNZ Mengejutkan Pasar dengan Pemangkasan 50 Basis Poin
Sementara itu, Dolar Selandia Baru (NZD) juga tertekan akibat kebijakan mengejutkan dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ).
Pada hari Rabu, RBNZ memangkas suku bunga acuan (Official Cash Rate/OCR) sebesar 50 basis poin menjadi 2,50%, level terendah sejak Juli 2022.
Keputusan ini dua kali lipat lebih besar dari ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan pemangkasan hanya 25 basis poin.
Langkah agresif ini diambil sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pelemahan permintaan domestik dan inflasi yang mulai terkendali. Namun, pemangkasan ini justru memperlemah daya tarik NZD, karena investor menilai kebijakan tersebut menandai awal siklus pelonggaran moneter baru di Selandia Baru.
Pasar kini memperkirakan bahwa RBNZ kemungkinan akan memangkas suku bunga kembali sebesar 25 bps pada pertemuan bulan November, memperpanjang tekanan terhadap mata uang Kiwi.
Analisis Teknis Level 0,5750 Jadi Area Kritis
Dari sisi teknikal, pergerakan NZD/USD menunjukkan pola penurunan yang konsisten sejak awal pekan.
Area 0,5750 kini menjadi support psikologis penting, dan penembusan di bawah level tersebut dapat membuka jalan bagi pelemahan menuju 0,5700 atau bahkan 0,5675.
Sebaliknya, jika terjadi rebound, pasangan ini akan menghadapi resistance kuat di sekitar 0,5820 dan kemudian di level 0,5855, yang menjadi area konsolidasi pada akhir September.
Indikator momentum seperti RSI (Relative Strength Index) menunjukkan posisi mendekati zona oversold, mengisyaratkan potensi koreksi jangka pendek. Namun, tren utama masih berada di bawah tekanan selama Dolar AS tetap kuat.
Fokus pada Pidato Powell dan Data Inflasi AS
Pasar akan menunggu pidato Ketua The Fed Jerome Powell malam ini untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga berikutnya. Jika Powell menegaskan kembali perlunya pelonggaran moneter, Dolar AS bisa sedikit melemah, memberikan ruang bagi NZD/USD untuk pulih.
Namun, jika Powell terdengar lebih berhati-hati atau hawkish, maka tekanan terhadap pasangan mata uang ini kemungkinan akan berlanjut.
Selain itu, data inflasi AS dan laporan ketenagakerjaan yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang juga berpotensi menjadi pemicu utama pergerakan pasar valuta asing.
Pergerakan NZD/USD di bawah level 0,5800 mencerminkan kombinasi kekuatan Dolar AS dan kelemahan fundamental Dolar Selandia Baru.
Sikap hati-hati pasar menjelang pidato Powell, penurunan suku bunga RBNZ yang agresif, serta ketidakpastian fiskal di AS menjadi faktor utama yang menekan pasangan ini.
Dalam jangka pendek, potensi pelemahan masih terbuka, namun rebound teknikal bisa terjadi jika pidato Powell mengisyaratkan arah kebijakan yang lebih dovish.

Comment