Skip to content
ForixDaily ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

  • Beranda
  • Pasar Forex
  • Komoditi
  • Indeks & Saham
  • Ekonomi & Politik
ForixDaily
ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

nzd

NZD/USD Anjlok ke Bawah 0,5800 Tiga Hari Beruntun Melemah di Tengah Kekhawatiran Menjelang Pidato The Fed Powell

team, October 9, 2025October 13, 2025

NZD/USD kembali melemah hingga di bawah 0,5800, mencatat penurunan tiga hari berturut-turut. Dolar AS menguat menjelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell, sementara kebijakan dovish RBNZ menambah tekanan pada Dolar Selandia Baru.

NZD/USD Anjlok ke Bawah 0,5800: Tekanan Dolar AS dan Pidato Powell Jadi Fokus Pasar

Pasangan mata uang NZD/USD melanjutkan tren pelemahan selama tiga sesi perdagangan berturut-turut. Pada Kamis pagi sesi Asia, pasangan ini diperdagangkan di sekitar 0,5770, menandai posisi terendah dalam beberapa minggu terakhir. Penurunan ini dipicu oleh kombinasi penguatan Dolar AS (USD) dan sentimen hati-hati pasar menjelang pidato penting dari Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

Kehati-hatian investor meningkat menjelang pernyataan Powell yang berpotensi memberikan arah baru bagi kebijakan moneter AS. Pasar berharap mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai rencana penurunan suku bunga The Fed yang telah lama dinantikan.

Risalah FOMC Mengisyaratkan Pemangkasan Suku Bunga Tambahan

Dalam risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan September, para pembuat kebijakan menyampaikan bahwa langkah pelonggaran moneter tambahan kemungkinan besar diperlukan menjelang akhir tahun 2025.
Data dari CME FedWatch Tool menunjukkan pasar kini memperkirakan kemungkinan 92,5% terjadinya penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan Oktober, serta peluang 78% untuk pemangkasan lanjutan pada bulan Desember.

Risalah tersebut juga mengindikasikan bahwa sebagian besar anggota FOMC menilai risiko terhadap pasar tenaga kerja meningkat, sementara risiko terhadap inflasi mulai menurun. Hal ini menegaskan arah kebijakan yang lebih dovish dari bank sentral terbesar di dunia tersebut.

“Sebagian besar peserta menilai kondisi keuangan saat ini tidak lagi terlalu ketat, sehingga ruang pelonggaran terbuka lebih lebar,” tulis risalah tersebut.

Krisis Anggaran Pemerintah AS Tambah Ketidakpastian

Di sisi lain, situasi politik domestik AS menambah tekanan psikologis bagi pasar. Hingga Kamis, penutupan sebagian pemerintahan AS telah memasuki hari kesembilan tanpa ada tanda-tanda kemajuan.
Senat kembali menolak dua proposal pendanaan yang diajukan oleh Partai Republik dan Demokrat. Kebuntuan ini memperburuk ketidakpastian fiskal dan meningkatkan volatilitas pasar, membuat investor lebih memilih aset safe haven seperti Dolar AS.

Kondisi tersebut memperkuat posisi Greenback, yang pada gilirannya membebani pergerakan NZD/USD lebih dalam ke wilayah bearish.

RBNZ Mengejutkan Pasar dengan Pemangkasan 50 Basis Poin

Sementara itu, Dolar Selandia Baru (NZD) juga tertekan akibat kebijakan mengejutkan dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ).
Pada hari Rabu, RBNZ memangkas suku bunga acuan (Official Cash Rate/OCR) sebesar 50 basis poin menjadi 2,50%, level terendah sejak Juli 2022.
Keputusan ini dua kali lipat lebih besar dari ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan pemangkasan hanya 25 basis poin.

Langkah agresif ini diambil sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pelemahan permintaan domestik dan inflasi yang mulai terkendali. Namun, pemangkasan ini justru memperlemah daya tarik NZD, karena investor menilai kebijakan tersebut menandai awal siklus pelonggaran moneter baru di Selandia Baru.

Pasar kini memperkirakan bahwa RBNZ kemungkinan akan memangkas suku bunga kembali sebesar 25 bps pada pertemuan bulan November, memperpanjang tekanan terhadap mata uang Kiwi.

Analisis Teknis Level 0,5750 Jadi Area Kritis

Dari sisi teknikal, pergerakan NZD/USD menunjukkan pola penurunan yang konsisten sejak awal pekan.
Area 0,5750 kini menjadi support psikologis penting, dan penembusan di bawah level tersebut dapat membuka jalan bagi pelemahan menuju 0,5700 atau bahkan 0,5675.

Sebaliknya, jika terjadi rebound, pasangan ini akan menghadapi resistance kuat di sekitar 0,5820 dan kemudian di level 0,5855, yang menjadi area konsolidasi pada akhir September.

Indikator momentum seperti RSI (Relative Strength Index) menunjukkan posisi mendekati zona oversold, mengisyaratkan potensi koreksi jangka pendek. Namun, tren utama masih berada di bawah tekanan selama Dolar AS tetap kuat.

Fokus pada Pidato Powell dan Data Inflasi AS

Pasar akan menunggu pidato Ketua The Fed Jerome Powell malam ini untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga berikutnya. Jika Powell menegaskan kembali perlunya pelonggaran moneter, Dolar AS bisa sedikit melemah, memberikan ruang bagi NZD/USD untuk pulih.
Namun, jika Powell terdengar lebih berhati-hati atau hawkish, maka tekanan terhadap pasangan mata uang ini kemungkinan akan berlanjut.

Selain itu, data inflasi AS dan laporan ketenagakerjaan yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang juga berpotensi menjadi pemicu utama pergerakan pasar valuta asing.

Pergerakan NZD/USD di bawah level 0,5800 mencerminkan kombinasi kekuatan Dolar AS dan kelemahan fundamental Dolar Selandia Baru.
Sikap hati-hati pasar menjelang pidato Powell, penurunan suku bunga RBNZ yang agresif, serta ketidakpastian fiskal di AS menjadi faktor utama yang menekan pasangan ini.

Dalam jangka pendek, potensi pelemahan masih terbuka, namun rebound teknikal bisa terjadi jika pidato Powell mengisyaratkan arah kebijakan yang lebih dovish.

Komiditi analisis forexberita ekonomi globalDolar Selandia Barupasar valuta asing

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Komiditi emas

Emas Cetak Rekor Nyaris US$5.000, Dolar AS Terpuruk di Tengah Isu Intervensi Yen

January 24, 2026

Harga emas melonjak ke US$4.988 dan mendekati level US$5.000 seiring anjloknya dolar AS akibat rumor intervensi yen Jepang. Sentimen pasar, ekspektasi Fed, dan agenda FOMC jadi sorotan. Dolar AS Terjun, Emas Melesat Harga emas global kembali mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Jumat (waktu Amerika Utara), melonjak hingga menyentuh level…

Read More
Komiditi kenaikan

Airlangga: Kenaikan Harga Emas Jadi Pemicu Utama Inflasi RI, Tapi Tingkatkan Literasi Investasi Masyarakat

November 4, 2025

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti kenaikan harga emas sebagai penyumbang utama inflasi Oktober 2025 yang naik ke 2,86% yoy. Meski menekan daya beli, ia menilai fenomena ini juga menandakan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas di Indonesia. Bullion Bank Dorong Minat Masyarakat pada Investasi Emas JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang…

Read More
Komiditi freeport

Freeport Lanjutkan Investigasi Insiden Kahar Grasberg: Produksi Tambang Masih Terhenti Total

October 8, 2025October 8, 2025

PT Freeport Indonesia masih menghentikan operasional tambang Grasberg akibat insiden kahar longsor material basah. Investigasi dan evaluasi terus berlanjut. PT Freeport Indonesia (PTFI) masih melakukan investigasi mendalam terkait insiden kahar berupa longsor material basah yang terjadi di area operasi Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave, Papua Tengah. Akibat insiden tersebut,…

Read More

Comment

  1. Pingback: Purbaya Tegas! 3 Syarat BEI Dapat Insentif: Bereskan Saham Gorengan, Jaga Investor, dan Dorong IHSG ke 36.000 - ForixDaily

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Gerindra Bantah Tuduhan PDIP soal Anggaran MBG Pangkas Dana Pendidikan
  • Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Mal Pelayanan Publik Cikampek, Perluas Akses Layanan Warga Karawang
  • Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba
  • Pound Sterling Menguat di Tengah Lonjakan Harga Ritel Inggris: Sinyal Bullish Baru bagi GBP
  • IHSG Terkoreksi Tajam di Awal Pekan, Analis Ungkap Aksi Profit Taking hingga Sentimen Global

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
©2026 ForixDaily | WordPress Theme by SuperbThemes