Skip to content
ForixDaily ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

  • Beranda
  • Pasar Forex
  • Komoditi
  • Indeks & Saham
  • Ekonomi & Politik
ForixDaily
ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

inflasi

Inflasi Tiongkok Anjlok ke -0,3%: Sinyal Deflasi yang Guncang Pasar Asia dan Tekan AUD/USD

team, October 15, 2025

Inflasi Tiongkok bulan September 2025 turun menjadi -0,3% YoY, lebih rendah dari perkiraan -0,1%. Data ini memperlihatkan tekanan deflasi yang masih menghantui ekonomi Tiongkok dan berpotensi memengaruhi pergerakan AUD/USD di pasar global.

Inflasi Tiongkok Terus Melemah: IHK September Turun ke -0,3% YoY, Sinyal Deflasi Kembali Menguat

Biro Statistik Nasional Tiongkok pada Rabu (15/10/2025) melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) Tiongkok kembali turun sebesar 0,3% secara tahunan (YoY) pada bulan September. Angka ini lebih rendah dibandingkan prakiraan pasar yang memperkirakan penurunan hanya -0,1%, dan sedikit membaik dari kontraksi -0,4% pada Agustus.

Secara bulanan (MoM), inflasi Tiongkok menunjukkan sedikit perbaikan dengan kenaikan 0,1%, setelah stagnan di 0% pada bulan sebelumnya. Namun, secara keseluruhan, tekanan inflasi masih lemah dan menandakan bahwa permintaan domestik belum pulih sepenuhnya.

Sementara itu, Indeks Harga Produsen (IHP) atau Producer Price Index (PPI) mencatat penurunan 2,3% YoY, sejalan dengan ekspektasi pasar. Angka tersebut menunjukkan perbaikan kecil dari -2,9% YoY di bulan Agustus, tetapi tetap menegaskan bahwa sektor manufaktur Tiongkok masih berada dalam tekanan biaya dan permintaan yang lemah.

Dampak Data Inflasi Terhadap Pasar: AUD/USD Naik Tipis

Pasar mata uang langsung bereaksi terhadap data ini. Saat berita dirilis, AUD/USD menguat tipis sebesar 0,25% ke level 0,6502, mencerminkan optimisme terbatas investor terhadap stabilitas ekonomi kawasan Asia. Meski begitu, penguatan ini masih rentan karena deflasi di Tiongkok dapat berimbas negatif terhadap ekspor Australia, mitra dagang terbesarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar menimbang dua sisi mata uang: data inflasi yang lemah menandakan perlambatan ekonomi, tetapi juga membuka peluang bagi kebijakan stimulus moneter lebih lanjut dari Beijing.

Latar Belakang: Peran Tiongkok dalam Ekonomi Regional

Tiongkok adalah mesin utama pertumbuhan ekonomi Asia, dan setiap perubahan dalam data inflasi negara tersebut membawa dampak signifikan terhadap pasar global. Dengan meningkatnya ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat, data inflasi menjadi indikator penting bagi investor untuk mengukur kesehatan ekonomi negara itu.

Kinerja inflasi yang melemah sering kali mencerminkan melemahnya konsumsi domestik, penurunan aktivitas industri, dan tekanan harga komoditas global. Kondisi ini berdampak langsung terhadap Australia, yang perekonomiannya sangat bergantung pada ekspor komoditas seperti bijih besi dan batu bara ke Tiongkok.

Tinjauan Inflasi IHK dan IHP Tiongkok

Secara detail, laporan inflasi Tiongkok bulan September menunjukkan beberapa poin penting:

  1. IHK (Inflasi Konsumen):

    • YoY: -0,3% (vs ekspektasi -0,1%)

    • MoM: +0,1% (vs 0% sebelumnya)

  2. IHP (Inflasi Produsen):

    • YoY: -2,3% (vs -2,9% sebelumnya)

    • Menandakan tekanan harga input di sektor industri mulai berkurang meski masih dalam zona negatif.

Perbedaan arah antara IHK dan IHP mengindikasikan bahwa perusahaan manufaktur masih berjuang menghadapi lemahnya permintaan, sementara harga konsumen relatif stabil karena pemerintah menahan kenaikan biaya energi dan bahan makanan.

Implikasi Ekonomi: Risiko Deflasi Kembali Menghantui

Penurunan IHK yang lebih dalam dari perkiraan memperkuat kekhawatiran akan deflasi berkepanjangan di Tiongkok, sebuah fenomena yang dapat menurunkan keuntungan perusahaan, menunda investasi, dan melemahkan daya beli masyarakat. Jika kondisi ini terus berlanjut, Pemerintah Tiongkok dan Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) mungkin akan mengambil langkah lebih agresif dalam pelonggaran moneter untuk menstimulasi permintaan.

Langkah-langkah potensial termasuk:

  • Pemotongan suku bunga acuan,

  • Pelonggaran rasio cadangan wajib bank (RRR),

  • Intervensi fiskal untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga dan investasi infrastruktur.

Dampak Terhadap AUD/USD dan Pasar Komoditas

Hubungan erat antara ekonomi Australia dan Tiongkok menjadikan data inflasi Tiongkok faktor kunci dalam menentukan arah pergerakan Dolar Australia (AUD).
Ketika inflasi Tiongkok meningkat dan menunjukkan pemulihan ekonomi, permintaan terhadap ekspor Australia biasanya melonjak, mendorong penguatan AUD.
Namun, data deflasi seperti saat ini justru menjadi beban, karena mengisyaratkan melemahnya konsumsi dan produksi di Tiongkok.

Secara teknikal, pasangan AUD/USD masih menghadapi tekanan jual jangka menengah, meskipun ada kenaikan intraday. Investor akan terus mencermati apakah data ekonomi lanjutan seperti produksi industri dan penjualan ritel Tiongkok menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

Sinyal Perhatian bagi Ekonomi Global

Penurunan inflasi Tiongkok ke -0,3% YoY pada September 2025 menjadi peringatan bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu masih berjuang keluar dari tekanan deflasi. Meski data IHP menunjukkan sedikit perbaikan, laju pemulihan ekonomi tampak masih rapuh.

Bagi pasar global, terutama bagi negara yang terhubung erat dengan Tiongkok seperti Australia, data ini menjadi sinyal penting untuk mewaspadai potensi perlambatan perdagangan regional dan fluktuasi nilai tukar. Dalam jangka pendek, pelaku pasar akan menunggu respons kebijakan dari Beijing — apakah stimulus baru akan diumumkan untuk menahan tekanan ekonomi yang semakin berat.

Indeks dan saham ekonomi Australiaekonomi globalForexinflasi

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Indeks dan saham profit

IHSG Terkoreksi Tajam di Awal Pekan, Analis Ungkap Aksi Profit Taking hingga Sentimen Global

January 27, 2026

IHSG dibuka melemah dan masuk fase risk off akibat profit taking, foreign outflow, serta antisipasi MSCI rebalancing. Analis menilai koreksi masih sehat dengan peluang rebound dalam waktu dekat. IHSG Dibuka Melemah, Tekanan Jual Mendominasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan dengan tekanan pada Selasa (27/1/2026). Pada awal sesi, IHSG…

Read More
Indeks dan saham ihsg

IHSG Menguat 1,09% ke 8.176, Saham Transportasi dan Infrastruktur Jadi Primadona

October 21, 2025

IHSG sesi I hari ini, Selasa (21/10/2025), menguat 1,09% ke level 8.176, dipimpin oleh lonjakan saham sektor transportasi dan infrastruktur. Total transaksi mencapai Rp11,88 triliun dengan 405 saham menguat. IHSG Menguat ke 8.176: Sektor Transportasi dan Infrastruktur Pimpin Reli Bursa Selasa Ini JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali…

Read More
Indeks dan saham ihsg

IHSG Kian Dekati 9.000

January 7, 2026

IHSG kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dan semakin dekat ke level 9.000. Aksi beli investor asing dan penguatan sektor industri menjadi pendorong utama pasar saham Indonesia. Reli Berlanjut, Rekor Tertinggi Baru Kembali Tercipta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (7/1/2026) dan sukses mencatatkan…

Read More

Comment

  1. Pingback: Investor Bersorak! Harga Emas Antam Melonjak ke Level Tertinggi dalam Sejarah - ForixDaily

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Mal Pelayanan Publik Cikampek, Perluas Akses Layanan Warga Karawang
  • Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba
  • Pound Sterling Menguat di Tengah Lonjakan Harga Ritel Inggris: Sinyal Bullish Baru bagi GBP
  • IHSG Terkoreksi Tajam di Awal Pekan, Analis Ungkap Aksi Profit Taking hingga Sentimen Global
  • GBP/USD Bertahan Bullish, Mengincar 1,3700 di Tengah Tekanan Dolar dan Data Inggris yang Solid

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
©2026 ForixDaily | WordPress Theme by SuperbThemes