IHSG hari ini 3 Desember 2025 ditutup turun tipis ke level 8.611 meski sektor teknologi dan infrastruktur memimpin penguatan. Simak rangkuman lengkap pergerakan saham, top gainers, serta sektor yang menopang indeks.
Sektor-Sektor yang Menjadi Penopang IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (3/12/2025) dengan koreksi yang sangat terbatas, meskipun aksi beli investor masih cukup aktif di sejumlah sektor. IHSG berakhir pada level 8.611,7 setelah turun tipis 5,26 poin atau sekitar 0,06%. Pelemahan yang tergolong ringan ini memperlihatkan bahwa pasar masih berada pada fase konsolidasi sehat setelah beberapa hari sebelumnya sempat mencetak rekor baru.
Aktivitas perdagangan tetap menunjukkan minat investor yang cukup kuat. Nilai transaksi sepanjang hari mencapai Rp 21,09 triliun, sementara volume perdagangan menembus 45,96 miliar saham dengan frekuensi sekitar 2,71 juta transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 349 saham menguat, 332 saham melemah, dan 275 saham stagnan, mencerminkan sentimen pasar yang campuran namun masih aktif.
Mayoritas sektor justru bergerak positif meski IHSG secara keseluruhan melemah. Sektor teknologi kembali menjadi motor utama dengan penguatan 1,54%, memperlihatkan bahwa saham-saham berbasis digital dan inovasi masih diminati pelaku pasar. Lonjakan ini sejalan dengan tren global di mana perusahaan teknologi tetap menjadi lokomotif pertumbuhan pasar saham.
Selain teknologi, sektor infrastruktur juga menguat cukup tajam sebesar 1,50%, didorong percepatan pembangunan proyek pemerintah serta optimisme terhadap realisasi investasi—khususnya yang terkait dengan pemerataan pembangunan dan modernisasi fasilitas publik.
Sektor lain yang turut menopang indeks antara lain:
* Transportasi: +1,26%
* Barang Konsumen Primer: +1,14%
* Properti: +0,93%
* Kesehatan: +0,85%
* Industri: +0,31%
* Barang Konsumen Non-Primer: +0,37%
Kenaikan pada sektor-sektor tersebut mencerminkan ekspektasi positif investor terhadap pertumbuhan ekonomi domestik di tengah kestabilan makro yang tetap terjaga.
Sektor yang Menekan Pergerakan IHSG
Di sisi lain, beberapa sektor harus menanggung tekanan dan menjadi penarik indeks turun, terutama:
| Sektor | Perubahan |
|---|---|
| Barang Baku | -0,6% |
| Keuangan | -0,58% |
| Energi | -0,5% |
Sektor keuangan terkoreksi di tengah aksi ambil untung setelah reli sebelumnya, sementara saham energi melemah mengikuti tekanan harga komoditas global. Penurunan sektor barang baku juga menunjukkan adanya kekhawatiran atas permintaan eksternal yang belum sepenuhnya pulih.
Top Gainers: Saham yang Meroket Tajam
Meskipun IHSG melemah, beberapa saham masih menunjukkan lonjakan harga yang sangat signifikan bahkan menembus batas Auto Rejection Atas (ARA). Di antaranya:
| Kode Saham | Perusahaan | Kenaikan | Harga Akhir |
|---|---|---|---|
| TRUE | Triniti Dinamik | +34,92% | Rp 170 |
| ASHA | Cilacap Samudera Fishing Industry | +34,85% | Rp 89 |
| MBTO | Martina Berto | +29,19% | Rp 208 |
| GTSI | GTS Internasional | +28,32% | Rp 222 |
| ROCK | Rockfields Properti Indonesia | +25% | Rp 1.325 |
Kenaikan agresif ini menunjukkan adanya aliran dana spekulatif yang cukup kuat, terutama pada saham-saham dengan nilai kapitalisasi menengah hingga kecil.
Top Losers: Saham yang Melemah Paling Dalam
Beberapa saham juga tertekan cukup besar dengan koreksi dua digit:
| Kode Saham | Perusahaan | Penurunan | Harga Akhir |
|---|---|---|---|
| IPOL | Indopoly Swakarsa Industry | -14,88% | Rp 103 |
| PGUN | Pradiksi Gunatama | -14,16% | Rp 9.850 |
| TALF | Tunas Alfin | -11,3% | Rp 510 |
| RUNS | Global Sukses Solusi | -10% | Rp 99 |
| RCCC | Utama Radar Cahaya | -9,91% | Rp 200 |
Tekanan besar pada saham-saham ini mengindikasikan adanya aksi distribusi atau sentimen negatif spesifik emiten.
Pasar Masih Kokoh, Pelemahan Hanya Konsolidasi
Pergerakan IHSG pada hari ini mencerminkan konsolidasi sehat dengan aksi selektif investor terhadap saham-saham berkualitas dan sektor yang prospektif. Walau indeks terkoreksi tipis, optimisme tetap terjaga berkat:
✔ Volume transaksi tinggi
✔ Penguatan sektor teknologi & infrastruktur
✔ Banyak saham mencetak kenaikan signifikan
Jika arus dana asing dan sentimen global terus positif, peluang IHSG untuk kembali menembus rekor baru tetap terbuka lebar dalam beberapa sesi mendatang

Comment